Assignment 10; Adi Lestarianto Wibowo – 1722499859

RUKUN

Secara bahasa Rukun berasal dari akar kata bahasa Arab terambil dari kata kerja dasar (fi’il madi) “AR-KA-NA” yang berarti ‘dasar, pondasi, bagian yang teramat penting.

Sedangkan Islam terambil dari akar kata kerja dasar ‘AS-LA-MA , Yus-li-mu, IS-LAA-MAN’ dari bentuk taf’il “Af-‘a-la” yang memiliki arti selamat dan menyelamatkan.

Jadi Rukun Islam artinya adalah bagian yang pokok dari inti ajaran Islam, yang harus dijalankan dan diamalkan pemeluk-nya.

 

Essay: Assignment 7

  1. pertanyaan

1. Identify and explain the seven deadly sins (Prove by verse in the Bible)

2. Explain the difference between “Falling into Sin” and “Living in Sin”

3. a. Have you ever fallen into Sin?

b. Tell me what sin you did and when you started falling into Sin!

c. After you have fallen into sin, do you still live in that Sin till now?

4. Please come to the Church on October 29, 2017, listen and record what the Pastor says and ask for the pastor’s

signature after your worship

 

2. status : 100% tercapai

3. keterangan : saya sudah mengerjakan assignment diatas

4. bukti :

 

1.Mengidentifikasi dan menjelaskan tujuh dosa yang mematikan (Buktikan melalui ayat di dalam Alkitab)

 

Banyak orang takut kepada ketujuh dosa yang katanya tidak akan diampuni oleh Allah. Daftar ini disebut sebagai “tujuh dosa yang mematikan.”

Apakah konsep mengenai “tujuh dosa yang mematikan” ini bersifat Alkitabiah? Ya dan tidak. Amsal 6:16-19 mengatakan, “Enam perkara ini yang dibenci TUHAN, bahkan, tujuh perkara yang menjadi kekejian bagi hati-Nya: (1) mata sombong, (2) lidah dusta, (3) tangan yang menumpahkan darah orang yang tidak bersalah, (4) hati yang membuat rencana-rencana yang jahat, (5) kaki yang segera lari menuju kejahatan, (6) seorang saksi dusta yang menyembur-nyemburkan kebohongan dan (7) yang menimbulkan pertengkaran saudara.”

Namun, ini bukanlah daftar yang dipahami oleh kebanyakan orang sebagai “tujuh dosa yang mematikan.”

Kebanyakan orang memahami “tujuh dosa yang mematikan” itu sebagai kesombongan, iri hati, rakus, nafsu, kemarahan, ketamakan, dan kemalasan. Sekalipun semua ini adalah dosa, hal-hal ini tidak disebutkan dalam Alkitab sebagai “tujuh dosa yang mematikan.”

Daftar “ketujuh dosa yang mematikan” berfungsi sebagai cara yang baik untuk mengelompokkan berbagai dosa yang ada. Hampir semua jenis dosa dapat dimasukkan ke dalam salah satu dari tujuh kategori itu.

Yang lebih penting, kita menyadari bahwa ketujuh dosa ini tidak lebih “mematikan” dibanding dengan dosa-dosa lain. Semua dosa mengakibatkan kematian (Roma 6:23). Puji Tuhan, bahwa melalui Yesus Kristus, semua dosa kita, termasuk “ke tujuh dosa yang mematikan,” dapat diampuni (Matius 26:28; Kisah Rasul 10:43; Efesus 1:7).

 

 

  1. Jelaskan perbedaan antara “Falling into Sin” dan “Living in Sin”

perumpaannya seperti ini :

“Falling into Sin”

istilah ini seperti orang yang pernah jatuh ke dalam dosa,dan kemungkinan dia akan menyadari bahwah dia terjatuh kedalam dosa,dan dia akan bertobat,dan kembali ke jalan yang benar yaitu jalan YESUS.

“Living in Sin”

hidup dalam dosa itu seperti orang yang terus berbuat dosa dan memang dia menyadari dia sedang hidup dalam dosa dan dia tidak mau bertobat.dan dia terus menerus hidup didalam dosa,melakukan hal-hal yang tidak menyenangkan YESUS,seperti melakukan dosa sepanjang hidupnya.

 

  1. a. Pernahkah kamu jatuh ke dalam dosa?

Jawaban saya pernah Saya, dulu pernah jatuh ke dalam dosa, dan mungkin sekarang juga saya masih melakukan dosa karna saya adalah manusia, dan jujur jika ada kemungkinan manusia bisa lepas dari dosa sepenuhnya, saya ingin lepas juga dari segala dosa saya, tapi mustahil manusia tidak ada dosa.

b. Katakan padaku apa dosa yang Anda lakukan dan kapan Anda mulai jatuh ke dalam Dosa!

Saya pernah mengecewakan orang tua saya,dengan tidak mendengarkan  nasihatnya,2 tahun yang lalu

c. Setelah kamu jatuh ke dalam dosa, apakah kamu masih hidup di dalam Dosa sampai sekarang?

Mungkin hingga sekarang saya masih banyak melakukan dosa,dan saya yakin tidak ada manusia yg luput dari dosa,saya yang bias saya lakukan yaitu mencoba untuk tidak melakukan dosa.

 

  1. Silakan datang ke Gereja pada tanggal 29 Oktober 2017, dengarkan dan catat apa yang dikatakan oleh Pendeta dan mintalah pendeta tersebut tanda tangan setelah penyembahanmu

HUKUM YANG TERUTAMA

Ev.    Matius 22:34-46

              Pertanyaan yang tulus untuk tujuan belajar berbeda dengan pertanyaan yang memiliki motif menjebak atau menjatuhkan. Tetapi Yesus mampu menjawab setiap pertanyaan dari orang-orang Farisi, Herodian, dan golongan Saduki. Bahkan pertanyaan seorang ahli Taurat mengenai hukum yang terbesar dijawab oleh Yesus dengan kuasa dan hikmat Allah, yaitu mengasihi Allah dan sesama. Jawaban Yesus tidak terbantahkan karena hukum terbesar itu adalah sari dari semua yang dituliskan dalam Taurat dan kitab para Nabi.

Hukum yang terutama bukan hukum pengadilan. Tetapi  hukum yang terutama adalah kasih kepada Allah dan sesama, yang menjadi sumber dan landasan bagi hukum-hukum Taurat lainnya. Semua hukum digenapi dalam satu kata, yaitu kasih.  Kasih adalah rasa sayang yang menuntun dan landasan bagi hukum-hukum lainnya.

Manusia diciptakan dan dibentuk karena kasih. Karena itu hukum yang tertulis di dalam hati adalah hukum kasih. Kasih adalah sebuah kata yang singkat dan manis. Bila kasih itu memenuhi hukum, pastilah kuk perintah itu akan terasa sangat mudah. Kasih adalah perhentian dan kepuasan jiwa. Mengasihi Allah adalah perintah pertama dan terutama dari semuanya, dan merupakan intisari dari semua perintah yang tertulis di atas loh batu yang pertama. Tindakan kasih yang dilakukan dengan benar akan membawa kepuasan. Kebaikan adalah tujuan yang benar dari kasih. Kebaikan Allah tidak terbatas. Sebab itu yang pertama dikasihi adalah Allah; tidak boleh ada yang dikasihi melebihi mengasihi Allah. Kita juga mengasihi manusia adalah karena kasih yang bersumber dari Dia. Mengasihi Allah adalah hal pertama dan terutama yang dituntut Allah dari kita. Kecongkakan, ego dan sikap intoleransi akan menutup peluang untuk masing-masing pihak saling belajar mengasihi karena itu jauhkanlah itu.

Essay: Assignment 6

  1. pertanyaan

1. What is the meaning of restraining and self-control for Christians

2. Mention types of temptation based on Matthew 4: 1-11

3. Mention and explain the types of temptations that often appear in humans

4. How do we refrain from temptation

5. Have you ever experienced a temptation in your life? How do you overcome temptations that arise in your life?

6. Please come to the Church on October 22, 2017, listen and record what the Pastor says and ask for the pastor’s

signature after your worship

2. status : 100% tercapai

3. keterangan : saya sudah mengerjakan assignment diatas

4. bukti :

 

1. Apa arti menahan dan mengendalikan diri orang Kristen

Firman Tuhan menghendaki kita semua untuk dapat mengendalikan diri dari hawa nafsu (Amsal 23:1-3), perkataan (Amsal 15:1-2), pergaulan yang “tidak sehat” dengan lawan jenis (1 Tesalonika 4:2-6), dan juga nafsu seksual (1 Korintus 7:5,9). Sebagai contoh, Rasul Paulus mengajar Timotius bahwa seorang pelayan jemaat adalah seorang yang mampu mengendalikan dirinya. Titus harus menjadi contoh dalam penguasaan diri di antara orang muda yang dilayaninya (Titus 2:6-7).

Kehidupan orang Kristen, khususnya bagi generasi muda sekarang, sangat perlu bimbingan dan pembinaan untuk menghasilkan generasi yang mampu mengendalikan diri seturut dengan kebenaran firman Tuhan. Anak-anak yang kita bina adalah manusia dengan tabiat berdosa di mana peta dan teladan Allah dalam diri anak-anak kita sudah rusak karena dosa. Untuk itu, peta dan teladan Allah dalam diri anak-anak layan kita harus dikembalikan kepada dasar pijakan iman Kristen, yaitu Alkitab. Tanpa Alkitab, sikap dan perilaku kita hanya tindakan moral belaka dan mengarah ke paham humanistik. Melalui Alkitab, kita mengetahui dasar-dasar etika Kristen dan terus didorong untuk mengaplikasikan firman dalam hidup sehari-hari hingga kita terus berproses serupa dengan Kristus. Bagaimana cara mengendalikan diri yang seturut dengan firman Allah? Berikut ini adalah cara-caranya.

  1. Memandang diri sebagai seorang yang tersalib bersama Kristus.…. Aku telah disalibkan dengan Kristus; namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku ….” (Galatia 2:19-20) Kita adalah orang-orang yang sudah disalibkan bersama-sama dengan Kristus. Ketika Yesus disalib, Dia menyerahkan semua kehendak-Nya kepada Bapa, dan Dia dengan setia melakukan kehendak Bapa. Demikian pula kita sebagai anak-anak Allah, hendaknya kita dapat menyalibkan kedagingan, emosi, perasaan, kehendak, dan pikiran. Dengan begitu, kita dapat memandang bahwa kita hidup untuk Tuhan, kita hidup untuk melayani Tuhan, dan kita hidup untuk menyatakan karya Agung Allah.
  2. Memberi diri untuk dipimpin Roh Kudus.Allah menghendaki supaya kita hidup dipenuhi oleh Roh Kudus (Efesus 5:18). Kepada jemaat di Efesus, Rasul Paulus menyatakan bahwa anak-anak Tuhan harus “berkali-kali dipenuhi Roh Kudus”. Dipenuhi Roh Kudus berarti anak-anak Tuhan harus hidup dalam pembaharuan. Lalu adakah ciri-ciri hidup yang dipimpin Roh Kudus? Jawabannya tentu ada. Seorang yang dipenuhi Roh Kudus akan:
    1. memiliki gaya hidup yang menyembah, bersaksi, dan melayani (Kisah Para Rasul 4:31,33),
    2. memelihara iman kepada Yesus (Galatia 3:5),
    3. penuh dengan Firman Allah (Kolose 3:16),
    4. senantiasa berdoa, mengucap syukur, dan memuji Tuhan (Efesus 5:19-20),
    5. melayani sesama (Efesus 5:21),
    6. dan melakukan apa yang berkenan bagi Tuhan (Efesus 4:30).
  3. Membangun pertumbuh rohani bersama komunitas orang percaya.Komunitas kita akan menentukan pertumbuhan karakter dan kebiasaan kita. Sebagaimana pernah dituliskan dalam kitab Amsal, “Jangan berteman dengan orang yang lekas gusar, jangan bergaul dengan seorang pemarah, supaya engkau jangan menjadi biasa dengan tingkah lakunya dan memasang jerat bagi dirimu sendiri” (Amsal 22:24-25). Siapa teman kita sejatinya menunjukkan siapa diri kita sebenarnya. Oleh karena itu, sangatlah penting bagi kita untuk memilih teman. Pilihlah teman dan komunitas yang di dalamnya kita bisa bertumbuh. Bersama-sama sesama orang percaya, kita akan didorong untuk mencintai firman dan menghasilkan buah rohani.

 

2. Sebutkan jenis godaan berdasarkan Matius 4: 1-11

Kedaulatan Allah atas pencobaan (ayat 1, 11)

Matius 4:1 secara eksplisit menunjukkan bahwa Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai. Keterangan ini bukan hanya menyiratkan sebuah pimpinan ilahi (“dibawa oleh Roh”), melainkan sebuah tujuan ilahi (“untuk dicobai”). Allah berdaulat atas setiap pencobaan.

Kedaulatan Allah juga terlihat melalui kedatangan para malaikat untuk melayani Yesus Kristus sesudah Ia menang atas pencobaan (4:11). Allah berhak mengutus para malaikat-Nya untuk memberi pertolongan. Ia juga berhak memutuskan kapan pertolongan itu diberikan. Sekali lagi, Allah berdaulat atas setiap pencobaan.

Konsep tentang kedaulatan Allah atas pencobaan juga diajarkan di bagian Alkitab yang lain. Kita pasti ingat bagaimana TUHAN berdaulat atas rangkaian pencobaan yang dialami oleh Ayub. Walaupun semua pencobaan itu dilakukan oleh Iblis melalui para perampok dan bencana alam, Ayub tetap meyakini campur tangan dan kedaulatan Allah (Ay 1:21; 2:10). Bahkan di akhir pergumulannya Ayub memandang semua yang terjadi sebagai rencana Allah yang tidak dapat gagal (42:2).

Siapa yang tidak ingat dengan 1 Korintus 10:13 yang mengatakan: “Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya” ? Bukankah kedaulatan Allah juga terpampng jelas di sana? Dia yang menentukan tingkat pencobaan kita. Dia yang memberi izin kepada Iblis untuk mencobai kita dalam taraf tertentu. Dia juga yang menemani dan memberi pertolongan.

Konsep ini sangat perlu untuk digarisbawahi. Tatkala sebuah pencobaan datang – apalagi yang begitu besar dan menyakitkan – kita cenderung mempertanyakan kuasa Allah. Kita mungkin hanya menganggap pencobaan itu sebagai sebuah kecelakaan atau peristiwa kebetulan. Kita ragu bahwa di balik peristiwa-peristiwa yang tampaknya kacau ternyata ada sebuah pola ilahi yang indah. Tidak jarang kita juga putus asa menghadapi pencobaan. Kita merasa bahwa kekuatan pencobaan itu jauh melebihi kekuatan kita. Tanpa sadar kita telah menganggap Allah sudah salah memberikan dosis pencobaan kepada kita.

Rahasia memenangkan pencobaan (ayat 2-10)

Kedaulatan Allah atas pencobaan tidak boleh dijadikan alasan untuk bersikap sembarangan. Allah yang berdaulat juga telah menetapkan dan mengajarkan rahasia memenangkan pencobaan. Tugas kita adalah mengikuti setiap petunjuk-Nya.

Apa saja rahasia kemenangan atas pencobaan? Tiga teks kitab suci yang dikutip oleh Yesus sekaligus menjelaskan tiga rahasia kemenangan-Nya atas pencobaan.

Pertama, menyandarkan diri pada Allah (4:3-4). Dalam pencobaan yang pertama ini Yesus sebenarnya memiliki segala alasan untuk mengikuti perkataan Iblis. Dia sedang dalam keadaan lapar yang luar biasa. Puasa yang dilakukan juga sudah berakhir. Dia sendiri memiliki kuasa untuk mengubah batu menjadi roti. Siapa yang akan berkeberatan apabila Ia menggunakan kuasa-Nya untuk memenuhi kebutuhan-Nya?

Iblis bahkan sangat menyadari poin yang terakhir ini. Ucapan “jika Engkau Anak Allah” (4:3, 6) sebenarnya lebih tepat dipahami “karena Engkau Anak Allah” (bdk. 3:17; 8:29). Iblis tidak meragukan status tersebut. Ia justru sedang menggoda Yesus untuk menggunakan kuasa-Nya sebagai Anak Allah.

Jawaban Yesus Kristus benar-benar di luar dugaan Iblis maupun kita semua.

Memiliki kuasa bukan berarti berkuasa menggunakan kuasa itu semau-Nya sendiri. Ada yang lebih penting daripada kuasa, yaitu penyerahan diri pada Allah. Menunggu pertolongan Allah seperti seorang yang tidak berdaya adalah jauh lebih baik daripada menggunakan kekuatan dan kekuasaan sendiri secara keliru.

Kelaparan bukanlah alasan untuk makan seenak dan sepuasnya. Ada yang lebih penting daripada makanan, yaitu firman TUHAN. Di tengah padang gurun yang sunyi dan kelaparan yang begitu melilit perut, secara manusiawi tidak ada yang lebih penting kecuali makanan. Deposito, berlian, maupun pakaian mewah pun seakan-akan tidak bernilai di tengah situasi semacam ini. Menariknya, Yesus tetap memposisikan firman Tuhan di atas makanan (Mat 4:4//Ul 8:3).

Apakah kita sudah menemparkan firman Allah sebagai hal terpenting dalam hidup kita? Bahkan lebih penting daripada hal yang paling kita butuhkan sekalipun?

Kedua, tidak mencobai Allah (4:5-7). Yang ditawarkan Iblis di pencobaan ke-2 ini adalah demonstrasi mujizat yang spektakuler. Menjatuhkan diri dari bubungan bait Allah sendiri sudah cukup memberikan tontotan keberanian yang hebat. Ditangkap oleh para malaikat sebelum kaki menyentuh tanah akan menjadi pertunjukan yang lebih hebat lagi. Bukankah skenario seperti itu juga akan menunjukkan kuasa Allah dan pemeliharaan-Nya yang sempurna bagi Yesus?

Pencobaan yang menggiurkan ini sekarang dibarengi dengan segala kelicikan dan kepintaran Iblis. Tidak seperti sebelumnya, kali ini ia mengutip firman Tuhan (dari Mazmur 91:11-12). Ia tahu bahwa Yesus bersandar pada perkataan Allah. Iblis juga tidak sedikit pun meragukan teks yang sedang ia kutip. Lebih jauh, situasi pencobaan ini adalah di kota kudus dan di bait kudus. Ada Anak Allah, ada firman Allah, ada kota Allah, dan ada rumah Allah. Apa lagi yang masih kurang? Tidak mungkin tidak, Allah pasti akan menopang Yesus apabila Ia menjatuhkan diri-Nya dari bubungan bait Allah. Tawaran yang menggiurkan dan meyakinkan!

Jawaban Yesus Kristus sekali lagi mengagetkan Iblis dan kita semua.

Dengan tetap mengutip tulisan Musa (Ul 6:16), Ia menolak untuk mencobai Allah. Sesuai dengan konteksnya, larangan untuk mencobai TUHAN berkaitan dengan kisah bangsa Israel kekurangan air di Masa. Mereka mencobai TUHAN dan meragukan kehadiran-Nya di tengah-tengah mereka (Kel 17:2, 7). Mereka memaksa TUHAN untuk menolong mereka secara ajaib. Dari sini dapat disimpulkan bahwa mencobai TUHAN berarti meragukan pertolongan TUHAN dengan cara memaksa dan memanipulasi Dia untuk menunjukkan kuasa-Nya.

Yesus dicobai Iblis untuk mencobai Allah. Seandainya Yesus benar-benar terjun dari bubungan bait Allah untuk membuktikan janji ilahi di Mazmur 91:11-12, maka Ia telah meragukan janji itu (Ia masih memerlukan bukti bagi iman-Nya) dan memanipulasi Allah untuk mengikuti kemauan-Nya sendiri (Allah ditempatkan pada situasi “harus menolong secara ajaib”). Terhadap pencobaan ini, Yesus menolak tegas. Janji Allah bukan untuk diuji, melainkan untuk dipercayai. Janji Allah bukan alat untuk mengontrol Dia.

Sudahkah kita mempercayai janji Allah sepenuhnya? Ataukah kita hanya mau percaya sesudah Allah merealisasikan janji itu?

Ketiga, memberi penyembahan yang tunggal kepada Allah (4:8-10). Cobaan yang ke-3 ini memiliki cakupan yang sangat luas, yaitu seluruh dunia. Yang ditawarkan adalah kekuasaan dan keindahan dunia.

Sebagian orang menganggap perkataan Iblis ini sebagai dusta, karena Iblis tidak berkuasa atas dunia. Dunia adalah milik Allah. Iblis adalah bapa segala dusta (Yoh 8:44). Ia sedang menawarkan kebohongan kepada Yesus.

Dugaan di atas tampaknya kurang beralasan. Di pencobaan ke-1 dan ke-2 Iblis terlihat bersungguh-sungguh (Yesus memang mampu mengubah batu menjadi roti, Allah pasti akan mengirim malaikat untuk menopang Yesus). Seandainya ia sekadar berbohong, mengapa Yesus tidak langsung membongkar kebohongan itu? Mengapa jawaban Yesus tidak berkaitan dengan kebohongan Iblis?

Kita sebaiknya memahami bahwa inti godaan yang ke-3 sebagai kekuasaan secara negatif atas dunia. Alkitab beberapa kali dan secara jelas menyebut Iblis sebagai “penguasa dunia ini” (Yoh 12:31), “penguasa kerajaan angkasa” (Ef 2:2) atau “ilah zaman ini” (2 Kor 4:4). Yohanes secara gamblang menyatakan bahwa – di luar orang-orang yang berasal dari Allah – “seluruh dunia berada di bawah kuasa si jahat” (1 Yoh 5:19). Kekuasaan semacam inilah yang sedang ditawarkan oleh Iblis kepada Yesus.

Godaan ini sangat menarik. Sejak awal Matius memang sudah menampilkan Yesus sebagai raja. Ia lahir dari keturunan Daud, raja Israel yang paling terkemuka (Mat 1:1-17). Para majus pun menyadari dan mengakui status Yesus sebagai raja (2:2, 5-6). Ia adalah Anak Allah yang mulia (3:17, bdk. ayat 11, 14).

Walaupun demikian, Yesus tidak mau asal menjadi raja. Jalur yang Ia tempuh adalah loyalitas tunggal pada Allah, bukan jalan pintas menuju kebesaran. Pada akhir proses loyalitas yang sudah teruji ini, Yesus dapat berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di surga dan di bumi” (28:18). Ia bukan hanya mendapatkan kuasa atas bumi, tetapi juga surga. Bukan hanya kuasa di bumi seperti versi Iblis (secara negatif), tetapi kuasa di bumi versi Allah (secara positif).

 

3. Sebutkan dan jelaskan jenis godaan yang sering muncul pada manusia

1. Keinginan untuk seperti Tuhan

Nilai negatif ini terkandung dalam bacaan pertama, Kej. 2:7-9; 3:1-7; , dimana Adam terayu oleh Hawa yang sebelumnya terkena bujukan ular untuk memakan buah terlarang. Adapun ular merayu Hawa dengan mengatakan bahwa apabila mereka memakan buah tersebut mata mereka akan terbuka dan menjadi seperti Allah, tahu akan yang baik dan jahat. Terlihat jelas disini bahwa motivasi mereka memakan buah tersebut adalah untuk menjadi seperti Allah. Godaan dan tindakan serupa juga terlihat pada kejadian pembuatan menara Babel, dimana saat itu orang-orang berduyun-duyun membuat menara setinggi mungkin untuk mengintip pekerjaan Tuhan (pada masa tersebut, orang beranggapan bahwa Tuhan berada di langit). Lalu, apa yang mereka lalukan setelah memiliki niat untuk seperti-Nya? Pengetahuan setinggi mungkin, ya itu jawabannya. Pada kitab kejadian, selain ingin seperti Allah, mereka juga ingin “mengetahui” yang baik dan jahat. Setelah mereka makan maka “terbukalah mata” mereka dan menjadi “tahu”. Lalu, pada peristiwa menara Babel. Mereka berkeyakinan bahwa untuk menjangkau Tuhan yang berada di langit, mereka harus membangun menara yang tinggi benar. Dan untuk membangun menara tersebut, tentulah mereka mencari tahu konstruksi bangunan yang tepat untuk membangun menara tersebut. Dengan demikian jelaslah, bahwa terkadang manusia menggunakan pengetahuannya karena ia ingin atau terbesit untuk menjadi seperti Allah atau menyerupai Allah, atau melihat kehendak Allah. Kemudian, bagaimana kita harus membatasi diri kita agar tidak terjerumus kedalam godaan ini? Jawabannya adalah dengan mawas diri, sadari kemampuan dan berserah diri. Selain dari pada itu, kita perlu juga menanyai ke diri kita sendiri ketika sedang bergumul dalam penelitian. Pertanyaannya adalah cukup sederhana, ‘untuk apa aku meneliti ini? Demi kesempurnaankukah? Kebanggaankukah? atau untuk membantu semua umat bersyukur kepada Sang Pencipta?’. Jika kita menjawab demi ‘kesempurnaan atau dan kebanggaan dkk’ maka berhati-hatilah, jiwa kita telah tergoda untuk menjadi seperti Allah.

2. Keputusan satu orang mampu menciderai banyak orang

Pada Rm. 5:12-19; dikatakan bahwa “… oleh satu pelanggaran semua orang beroleh penghukuman, demikian pula oleh satu perbuatan kebenaran semua orang beroleh pembenaran untuk hidup.”  Kita sebagai manusia sosial, sering kali membuat keputusan yang terkadang tanpa kita pikirkan efek kedepannya terlebih dahulu, hanya yang penting saat ini baik besok tidak tahu. Inilah godaan kedua yang sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Misalkan, “Ketika X sedang berjalan-jalan dihutan untuk berburu pada malam hari, dia berniat untuk menghangatkan diri dengan membuat api unggun dari ranting-ranting kering. Karena lelahnya dia tertidur hingga pagi dan telah ditemuinya api tadi sudah terlihat padam hanya kepulan asap saja. Lalu pulanglah X kerumahnya, tanpa menyiram kepulan asap tadi. Ternyata, api tadi belumlah padam seluruhnya dan karena sekitar nya merupakn ranting-ranting kering pula maka titip api kecil mulai menyebar dan membakar sedikit demi sedikit pohon disekitarnya. Asap yang tadinya kecil kini telah menjadi besar dan menjangkau beberapa pemukiman dan mengganggu warga. Ya, karena tindakan X yang melanggar aturan dalam tata cara mematikan api dihutan, maka banyak warga sekitar yang terkena dampak dari ulahnya. Dan apabila X melakukan kebenaran yakni menyiram titik api tersebut, maka warga sekitar tidak akan terganggu oleh ulahnya.”
Kira-kira seperti demikianlah perumpaan mengenai kutipan diatas, terkadang kita tergoda untuk hanya memikirkan diri atau kelompok kita sendiri tanpa peduli dengan orang lain.

3. Kekayaan dunia

Pada point 3 hingga 5 kali ini kita dapat meninjaunya dari Mat. 4:1-11, dimana Yesus mendapat 3 cobaan pada saat di padang gurun. Saya sendiri juga pernah menulis mengenai 3 cobaan ini, yang mana masih terdapat kaitannya dengan yang saya jelaskan disini. Anda dapat membacanya pada tulisan saya dengan judul “3 Cobaan Utama dari Iblis untuk Kehidupan Manusia“.
Pada artikel sebelumnya, saya mengatakan tentang ‘kebutuhan pokok’ dan pada kali ini saya meningkatkannya menjadi ‘Kekayaan Duniawi’ mengapa? Karena sesungguhnya ketika kita telah memenuhi kebutuhan pokok, maka kita akan mencoba memenuhi kebutuhan sekunder, dan kemudian menuju ke kebutuhan tersier. Sebetulnya bukanlah menjadi suatu persoalan, seberapa kaya atau seberapa banyak uang yang dikeluarkan seseorang untuk mencukupi segala kebutuhannya. Namun, ketika seseorang hidup dan bekerja hanya untuk mencari uang demi memenuhi kebutuhannya dan lupa untuk peduli dan berbagi bagi sesama demi mewujudkan iman dan bersyukur kepada Tuhan, maka ia telah jatuh kedalam godaan ini.

4. Penggunaan fasilitas secara berlebihan

Cobaan “kehormatan”,pada artikel sebelumnya saya menulis kata tersebut. Ketika kita telah menggapai suatu kondisi yang nyaman, entah menjadi pelajar, mahasiswa, pegawai, pengusaha, atau apapun; tentunya kondisi tersebut menyediakan beberapa fasilitas yang bermacam-macam pula. Memang kita mungkin tidak sampai gila hormat, namun sudahkan kita menggunakan fasilitas disekitar kita dengan tepat? Misal fasilitas kebersihan, sebut saja cleaning service, mereka memang ada untuk memfasilitasi kita agar selalu merasa nyaman akan suasana suatu tempat yang bersih. Namun, kita terkadang memanfaatkan mereka secara berlebihan dengan membuang sampah sembarangan. Benar, jika tugas mereka membersihkan sampah, tapi bukankah ada tempat sampah dan hal itu juga terjangkau untuk kita gunakan? Contoh lain adalah bagi pelajar/mahasiswa, kita memiliki tentor untuk sautu pelajaran tertentu dan tugas dia untuk membuat kita menjadi paham namun tugas kita untuk belajar agar memahami pelajaran itu pula. Suatu ketika kita mendapat tugas matematika, terkadang kita tergoda untuk langsung menanyakan rumus penyelesaian soal tersebut kepada tentor kita tanpa mencoba mencari dan menurunkan rumus secara mandiri dahulu.
Penggunaan fasilitas secara berlebihan ini tentunya sering menggoda kita demi membuat diri kita nyaman, yang akhirnya kita menjadi malas untuk bertindak. Godaan ini pula yang sering terjadi ketika kita mendapat suatu posisi tertentu dalam satu kelompok atau organisasi atau perusahaan bahkan pemerintahan.

5. Kekuasaan yang tak terbatas

Pada artikel sebelumnya saya menyebutkan kekuasaan akan dunia, dan disini saya juga masih memilih tingkatan yang sama, karena tujuan dari iblis menggodai Yesus pada bacaan tersebut adalah untuk menjadi penguasa. KIta sebagai manusia telah diberi kekuasaan oleh Allah sendiri untuk menguasai dunia (bdk Kej 1:26). Akan tetapi, kita sering kali menggunakan kekuasaan tersebut secara salah, karena kita tergoda oleh bujuk rayu iblis demi keuntungan diri sendiri atau kelompok. Penafsiran yang salah pada ayat tersebut adalah bila kita menggunakan ayat tersebut untuk melegalkan segala tindak tanduk kita terhadap segala hal. Ingat, manusia diciptakan sebagai makhluk sempurna karena memiliki akal budi, ini berarti manusia memiliki kemampuan lebih dari makhluk yang lain, terutama dalam hal berpikir dan perasaan.
Manusia juga merupakan makhluk sosial, dimana kita hidup dengan saling berbagi satu sama lain. Apabila setiap manusia berhasrat untuk saling menguasai, maka peperangan akan terjadi dan kedamaian adalah ilusi semata. Dengan demikian akal budi merupakan sarana kita untuk membatasi diri dalam hal menguasai dunia dan menjadikan kita sebagai makhluk yang sempurna.

6. Budaya Instan

Budaya instan, godaan ini tidak serta merta muncul dalam satu kasus khusus di ketiga bacaan tadi. Namun, budaya ini muncul pada setiap godaan yang ada. Adam dan Hawa, menggunakan cara instan untuk memiliki pengetahuan tentang baik dan jahat; seseorang yang benar adalah seorang yang taat dan orang yang taat tentunya tidak akan menggunakan cara instan; sedang dalam 3 cobaan Yesus, ular selalu merayu-Nya selain untuk mendapatkannya juga untuk menggunakan cara instan. Pada cobaan pertama, Yesus dirayu untuk mengubah batu menjadi roti secara instan. Cobaan kedua, Yesus dirayu untuk turun dari atap Bait Allah dengan cara instan (melompat) dan menggunakan malaikat-malaikat sebagai pelindung. Cobaan ketiga, Yesus dirayu untuk ingin menguasai dunia dengan cara instan yakni menyembah setan.
Budaya instan sendiri sesungguhnya sudah menghinggapi kita sejak kecil dan dibangku pendidikan. Contohnya adalah dalam pelajaran Fisika, ketika mendapati suatu kasus kita akan langsung mencari rumus praktis (rumus cepat) yang telah kita hafal, kita tidak mencari konsep dari permasalahan, untuk menurunkan suatu rumus menuju jawaban dari kasus tersebut.
Budaya instan, merupakan suatu budaya dimana kita menjadi nyaman dan mudah untuk menyelesaikan kasus-kasus tertentu dari solusi yang kita hafal tanpa memikirkan konsep penyelesaian terlebih dahulu. Dan hal ini akan menjatuhkan kita bila menghadapi suatu kasus yang memiliki konsep sama namun solusinya belum pernah kita pelajari atau kenal sama sekali.

 

4. Bagaimana kita menahan diri dari godaan?

setan dan pengikutnya selalu menghalangi jalan setiap orang percaya dan dengan segala cara membujuk orang Kristen agar menjauh dari sikap patuh dan beriman pada Kristus. Tidak seorangpun lepas dari serangan Setan dan tidak seorangpun sepenuhnya berhasil mempertahankan diri atasnya (1 Yohanes 1: 8,10), akan tetapi ada orang Kristen yang begitu sering mengalah atau tunduk atas godaan Setan sehingga mereka tidak melihat adanya harapan untuk menang atas godan tersebut. Mereka menyerah tanpa perlawanan! Hal ini kurang menguntungkan, menjadikan putus asa dan akan membutakan orang percaya atas kemampuan Allah yang sungguh mengagumkan dalam mengatasi godaan.

Hal pertama yang harus dipahami oleh orang Kristen adalah bahwa Allah tidak menuntun mereka kepada dosa. Rasul Yakobus dengan jelas mengutuk sikap yang menyalahkan Allah atas pencobaan yang menimpa mereka (Yakobus 1:13-15). Allah dapat menguji anak-anakNya supaya mereka murni dan kuat, tetapi bukan untuk membawa mereka ke dalam dosa. Jika manusia memberi hati kepada godaan, maka hal itu akan menghasilkan dosa pada manusia tanpa kecuali dan manusia tidak dapat menyalahkan orang lain dalam hal ini selain dirinya sendiri.

Untuk mendapat pengampunan, manusia harus mengaku dirinya bersalah. Pada masa kini, kesalahan ditimpakan kepada masyarakat, pada tekanan waktu atau kepada makhluk lain yang lemah. Jika seseorang mau diampuni, hendaklah dia mengaku dengan rendah hati, “aku telah berdosa”. Selama dia masih berpaling pada seseorang atau sesuatu untuk disalahkan, dia sepenuhnya tidak terbantu untuk memerangi godaan.

Orang Kristen perlu mengenal peranan dari Kitab Suci dalam mengatasi godaan. Pemazmur berkata, “Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau” (Mazmur 119:11). Ketika Firman Tuhan menyatu dengan kehidupan orang percaya, hal itu akan membentengi orang tersebut dari kuatnya godaan. Kristus sendiri memperlihatkan kuasa dari Firman Allah ketika menjawab godaan Setan dengan mengutip dari Perjanjian Lama (Mateus 4:7). Belajar Kitab Suci secara sistematis disertai doa merupakan prasyarat utama untuk mengalahkan godaan. Firman Allah tidak hanya memberi peringatan atas cara atau metode Setan (2 Korintus 2:11), tetapi juga memberi kekuatan untuk melawannya (Efesus 6:11-17).

Cara lain untuk menang atas godaan ialah dengan menghindarinya. Dalam beberapa kesempatan, Kristus meminta murid-muridNya untuk berdoa sehingga mereka tidak jatuh ke dalam pencobaan (Mateus 6:13; Lukas 22:40). Ada orang percaya yang mendapat pemahaman bahwa godaan tidak sama dengan dosa, sehingga mereka merasa dapat menikmati daya tarik godaan tanpa merasa bersalah. Sikap seperti ini menjadi semacam permainan—memandang seberapa banyak rangsangan yang dapat “dinikmati” tanpa terjatuh kedalam dosa yang nyata. Sikap seperti ini adalah dosa karena mengabaikan perintah Allah untuk hidup kudus dalam sikap dan juga dalam tindakan.

Salah satu ayat yang paling penting tentang pencobaan terdapat dalam 1 Korintus 10:13.

“Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa yang tidak melebihi kekuatan manusia. sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan keluar, sehingga kamu dapat menanggungnya.”

Dalam ayat ini Allah memberi jaminan bahwa Dia tidak akan pernah membiarkan Setan berbuat terlalu jauh. Intensitas dari godaan dan jalan keluarnya akan terjadi secara unik pada tiap-tiap orang dan tidak akan melampaui kemampuannya.

Mengetahui adanya jalan keluar dan menggunakan jalan keluar tersebut dapat merupakan hal yang berbeda. Jika seseorang mengabaikan Firman Allah, dia tidak dapat mengetahui jalan keluar yang tersedia karena dia tidak tahu bagaimana Allah bekerja. Terlepas dari digunakannya atau tidak jalan keluar tersebut, orang percaya tidak pernah dapat menuntut dengan benar bahwa godaan yang dialaminya begitu besar sehingga dia harus mengalah terhadapnya.

Janji lainnya adalah bahwa tidak seorangpun di dunia ini mengalami godaan secara unik. Walaupun tidak ada dua orang yang benar-benar serupa, godaan yang dihadapi seseorang pada dasarnya sama dengan yang dialami oleh orang lain. Karena itu, Alkitab mengatakan bahwa Yesus dicobai dalam segala hal seperti yang kita hadapi dan bahkan menderita dalam pencobaan tersebut, namun Dia tidak berdosa. (Ibrani 2:18; 4:15-16). Karena itu, Dia adalah Penyelamat yang simpatik, karena Dia mengetahui dari pengalamanNya sendiri bagaimana tekanan yang dapat dialami ketika pencobaan itu datang.

Karena godaan yang dialami seseorang tidak berbeda dengan yang dialami oleh orang lain, maka orang Kristen dapat saling belajar, yang satu dari yang lain. Misalnya seseorang yang mengetahui bahwa orang Kristen lain dapat mengatasi masalah yang menyangkut ketamakan, hal ini memberi keyakinan bahwa seseorang dapat mencoba dengan caranya sendiri untuk mampu mengatasi masalah ketamakan itu dalam hidupnya. Orang Kristen yang bertumbuh dalam satu segi kehidupan rohaninya mempunyai tanggung jawab untuk membantu orang Kristen lainnya yang belum bertumbuh di segi tersebut. Dalam hal ini, orang Kristen dapat memperbaiki (atau “membangun”) satu dengan yang lain dalam iman (Efesus 4:15-16)

Dalam Kitab Suci tidak ada janji pertolongan mengatasi pencobaan disediakan bagi orang yang belum diselamatkan. Sesungguhnya sampai seseorang mengaku dosanya dan dengan iman menerima Yesus Kristus sebagai penyelamat dan Tuhannya, orang tersebut tidak mempunyai kemampuan untuk menyenangkan hati Allah. Tetapi mereka yang diselamatkan dapat dengan layak menerima kuasa dan hikmat firman Allah, berharap pada kemurahan Allah dan karenanya akan dapat meraih kemenangan bahkan atas godaan Setan yang halus dan memaksa.

 

5. Pernahkah Anda mengalami godaan dalam hidup Anda? Bagaimana Anda mengatasi godaan yang muncul dalam hidup Anda?

saya pernah mengalaminya dalam hidup saya,memang sangat tergiur untuk saat itu,tp saya sadar bahwah itu bukan kehendak YESUS,saya mengatasinya saya pejamkan mata dan saya berdoa dan membaca Firman TUHAN,saya serahkan semua ketangannya,karna saya saya tahu hidup di dalam_Nya keselamatan yang saya dapat.saya tidak ragu akan kuasa TUHAN.

Yakinlah setelah engkau berdoa dan engkau ceritakan semuanya kepada TUHAN persaanmu akan lega,dan godaan itu pun akan segera pergi.

 

6. Silakan datang ke Gereja pada tanggal 22 Oktober 2017, dengarkan dan catat apa yang dikatakan oleh Pendeta dan mintalah pendeta tersebut tanda tangan setelah penyembahanmu

PANGGILAN SORGAWI

Ev.  Mazmur 96:1-9

          Panggilan sorgawi adalah panggilan yang dilakukan oleh Allah kepada manusia, yaitu dapat dengan cara bersaksi, beribadah dan menyiapkan diri. Bersaksi dapat melalui berbagai cara, seperti bernyanyi memuji namaNya,   berkhotbah, dan sebagainya (ayat 1-6). Orang percaya harus memberitakan nama Yesus ke seluruh dunia. Kita telah mendapatkan keselamatan bukan karena kita melakukan hal baik, tetapi karena anugerah Tuhan. Semua dipanggil untuk menyaksikan keselamatan  dari Tuhan kepada orang yang belum mengenal dan yang menolak Tuhan. Di dalam Perjanjian Baru, Yesus memberikan kita mandat, yaitu Amanat Agung supaya kita pergi memberitakan kabar keselamatan ke seluruh bumi. Kita dipanggil untuk menyaksikan, bahwa keselamatan hanya ada di dalam Yesus Kristus.

Selanjutnya panggilan untuk beribadah (ayat 7-9). Kita diminta untuk memberikan kemuliaan kepada Tuhan. Semua bangsa harus mengakui Allah, memberikan kemuliaan dan penghargaan bagi Allah. Pada saat beribadah kita harus memberikan kemuliaan bagi Tuhan dengan cara fokus, hormat di dalam kekudusan. Allah menerima penyembahan yang dilakukan dengan sikap batin yang hormat dan murni serta suatu keinginan untuk dekat kepada Tuhan. Berilah kemuliaan kepada Tuhan, arahkan hati kepada Tuhan. Bawalah persembahan untuk Tuhan dan berilah totalitas hati kita di dalam ibadah. Terakhir kita perlu menyiapkan hati (ayat 11-13), karenaTuhan akan datang sebagai Raja dan hakim yang adil.

Ini adalah tugas setiap manusia, sebelum Ia datang kembali ke  bumi menghakimi seluruh dunia. Orang yang tidak percaya akan  dibuang ke danau api yang kekal. Yang telah percaya akan bersama Dia di Kerajaan Sorga selamanya. Mari kita siapkan hati kita untuk memuliakan dan menyambut kedatanganNya kembali.

Bunga Bank

Pengertian dan Pandangan Tentang Bunga Bank

Bunga adalah kelebihan yang harus dibayar oleh peminjam kepada bank, atau yang diberikan oleh bank kepada penyimpan.

Berikut adalah berbagai teori dan pandangan mengenai bunga bank uang ini:

  • Di kalangan bangsa Yunani kuno, praktek peminjaman uang dengan memungut bunga, dilarang keras. Aristoteles dan Plato secara tegas mengutuk sistem pembungaan uang.
  • Kerajaan Romawi pada mulanya juga melarang setiap jenis pemungutan bunga atas uang. Tetapi kemudian dengan bertambah luasnya kerajaan dan mulai munculnya kelas-kelas pedagang dalam masyarakat, maka timbullah praktek-praktek pembungaan uang yang dibatasi besarannya oleh pihak kerajaan.
  • Pada abad pertengahan, pembayaran bunga atas pinjaman uang disebut riba, dan pemungutan riba dilarang keras oleh undang-undang Negara.
  • Setelah lewat abad ke-13, seiring dengan lemahnya pengaruh gereja, peminjam uang dengan dipungut bunga mulai diterima oleh masyarakat, walau akhirnya larangan terhadap riba dikeluarkan di Eropa yang diperkuat pada masa pemerintahan Henry ke-VIII tahun 1545. Pada saat itulah istilah riba diganti dengan istilah “bunga”.
  • Kaum Merkantilis (1500-1700) beranggapan uang itu sama dengan modal. Bagi mereka uang merupakan suatu faktor produksi, seperti halnya tanah. Pada awal perkembangannya kaum Merkantilis menetapkan suku bunga yang rendah, guna mendorong perdagangan. Akan tetapi kira-kira tahun 1668 timbul pertentangan paham. Di satu sisi ingin mempertahankan dipeliharanya suku bunga yang rendah, karena hal itu dianggap sebagai sumber kemakmuran kemajuan industri, sedangkan paham lainnya berpendapat bahwa penyebab tingginya suku bunga ialah karena terbatasnya jumlah uang dan banyaknya peminjam.

Dalam membicarakan teori tentang bunga uang ini kita tidak dapat melupakan madzhab klasik, karena madzhab ini merupakan mazhab yang paling terkemuka dalam ilmu ekonomi. Menurut Smith dan Ricardo, bunga uang merupakan suatu ganti rugi yang diberikan oleh peminjam kepada pemilik uang atas keuntungan yang mungkin diperolehnya dari pemakaian uang tersebut.

Ahli ekonomi klasik generasi kedua (Neo klasik) seperti Marshel berpendapat bahwa suku bunga dan tabungan saling berhubungan. Makin tinggi suku bunga, makin besar pula imbalan menabung, dan demikian pula sebaliknya.

Namun ahli ekonomi kapitalis terkenal, yaitu Lord Keynes mengkritisi dan menolak analisis ini, Keynes mengemukakan bahwa sebenarnya volume tabungan tergantung volume investasi yang dilakukan oleh masyarakat bisnis. Justru suku bunga yang tinggi cenderung mengurangi investasi.

Bunga Uang dan Riba

Pada zaman pertengahan, istilah riba diganti dengan “bunga”, untuk memperlunak istilah tindakan manusia yang berhubungan dengan pinjaman uang. Penggantian istilah ini menimbulkan kekaburan dan mempengaruhi persepsi masyarakat, termasuk masyarakat Islam.

Kebanyakan para ulama seperti Al-Maududi, Sayid Qutub, Mahmud Abu Su,ud dan beberapa ulama yang lain berpendapat bahwa bunga bank itu hukumnya haram, karena sama dengan riba. Sementara beberapa ulama lain seperti A. Hasan dari Indonesia dan Mahmud Syaltout berpendapat bahwa bunga bank khususnya bunga tabungan, hukumnya halal.

Di Indonesia mengenai bunga uang ini, Majlis Tarjih (ulama) Muhamadiyah dalam Mu’tamarnya tanggal 2-6 jumadil awal/27-31 Juli 1968 memutuskan sebagai berikut :

  • Riba hukumnya haram, dengan nash sharih Qur’an dan sunnah.
  • Bank dengan sistem riba hukumnya haram dan bank tanpa riba hukumnya halal.
  • Bunga yang diberikan oleh bank-bank milik Negara kepada nasabahnya atau sebaliknya yang selama ini berlaku termasuk perkara musytabihat, ialah setiap perkara yang masih diragukan hukumnya.

Namun dalam hukum Islam, pemakan riba yang memberi pinjaman kepada orang yang meminjamnya dengan meminta pengembalian lebih dari pinjaman pokoknya, tidak diragukan lagi dikutuk oleh Allah dan semua manusia. Akan tetapi sama pula dosanya bagi orang yang memberi makan riba (peminjam yang memberikan bunga), penulis, dan dua orang saksinya.

Essay: Assignment 5

1. Pertanyaan

 

1. How proof of God’s love for Humans

2. Mention and give examples of a manifestation of genuine love in everyday life

3. Mention and explain how to communicate with God

4. When and where do we pray and quiet time? (Prove verse in the Bible)

5. Read Matthew 6: 9-13, Explain the meaning of prayer that Jesus taught humans

6. Explain the meaning of fasting

7. Explain the meaning of fasting for yourself

8. Please come to the Church on October 15, 2017, listen and record what the Pastor says and ask for the pastor’s

signature after your worship

 

2. status: 100% tercapai

3. keterangan : saya sudah mengejakan assignment diatas

4. bukti :

 

 

1. Bagaimana bukti kasih Tuhan terhadap manusia?

Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita. (1 Yohanes 4:10)

Allah bukan hanya mengasihi kita, Ia pun mengasihi kita lebih dari siapa pun pernah mengasihi kita. Mari kita melihatnya dari Firman Allah.

1. Allah mengasihi kita – Ia memberikan Anak-Nya bagi kita

Untuk memahami kasih Allah kepada kita, mari kita memulai dari 1 Yohanes 4:9. Di sana kita membaca:

“Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita…”

Kasih, apabila kasih itu jujur, selalu dimanifestasikan dalam tindakan. Di sini Firman Allah mengatakan bahwa Allah memang mengasihi kita dan kasih-Nya itu dinyatakan atau dimanifestasikan-Nya. Bagaimana? Jawabannya terdapat dalam ayat yang sama:

1 Yohanes 4:9
“Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya.

Allah menyatakan kasih-Nya dengan mengirimkan Anak-Nya, Yesus Kristus, ke dalam dunia sehingga kita dapat hidup oleh-Nya. Senada dengan itu, Yohanes 3:16 mengatakan kepada kita:

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan…………..”

Seperti yang kami katakan di atas, kasih selalu berwujud pada tindakan, seperti tindakan memberi, dan Allah, oleh karena Dia begitu mengasihi kita, Dia pun memberi! Apa yang Ia beri? Mari kita lanjutkan pembacaan kita:

Yohanes 3:16-17
“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.

Allah, tanpa alasan apa pun selain karena mengasihi kita, telah melakukan hal teramat luar biasa bagi kita yaitu Ia mau mengaruniakan anak-Nya untuk mati bagi kita, supaya dengan percaya kepada-Nya kita dapat memperoleh hidup yang kekal. Roma 5:6-10 bahkan menyatakan hal ini secara lebih jelas lagi:

Roma 5:6-10
“Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah. Sebab tidak mudah seorang mau mati untuk orang yang benar–tetapi mungkin untuk orang yang baik ada orang yang berani mati–. Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah. Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya!”

Perhatikan anak kalimat “Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita”. Bagaimana Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita? Dia bukan saja mengaruniakan Anak-Nya bagi kita, tetapi Ia mengaruniakan-Nya ketika kita masih dalam keadaan berdosa, masih durhaka, sama sekali tidak layak untuk menerima pengorbanan yang sedemikian besarnya!

Pernyataan yang sama dapat kita lihat juga dalam Efesus 2:

Efesus 2:1-3
“Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu. Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka. Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka, ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat. Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain.”

Pada ayat-ayat di atas, saya menandai beberapa kata yang menunjukkan keadaan di masa yang lampau. Hal itu untuk memberi penekanan bahwa bagi kita yang sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan Yesus Kritus dan kebangkitan-Nya, keadaan yang digambarkan dalam ayat-ayat di atas adalah MASA LALU. Kita dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosa dan kita dahulu adalah orang-orang yang seharusnya dimurkai. Namun sekarang, kita tidak lagi berada dalam keadaan seperti itu! Keadaan yang digambarkan dalam ayat-ayat di atas sudah menjadi sejarah bagi kita, bukan merupakan keadaan kita sekarang! Dari keadaan itulah kita telah dilepaskan! Bagaimana kita dilepaskan, oleh siapa dan mengapa? Efesus 2:4-9 memberi kita jawabannya:

Efesus 2:4-9
TETAPI Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita, telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita–oleh kasih karunia kamu diselamatkan– dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga, supaya pada masa yang akan datang Ia menunjukkan kepada kita kekayaan kasih karunia-Nya yang melimpah-limpah sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus. Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.”

Kata “TETAPI” yang membuka ayat-ayat di atas mengontraskan apa yang dikatakan sebelum kata ini (ayat 1-3) dengan apa yang dikatakan sesudah kata ini (ayat 4-9). Ayat 1-3 memaparkan keadaan kita ketika sebelum percaya dan keadaan kita itu sangat menyedihkan. Sebagaimana yang kita baca di sana, kita “dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosa” kita dan kita adalah “orang-orang yang harus dimurkai.” Tetapi Allah, oleh karena kasih-Nya yang besar yang dilimpahkan-Nya kepada kita”, mengubah semua ini: yang tadinya “mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosa,” sekarang hidup “bersama-sama dengan Kristus”. Yang tadinya dimurkai, sekarang memiliki tempat bersama-sama dengan Kristus di sorga! Dari perspektif Allah, hal itu telah terlaksana! Tetapi, mengapa Allah mau melakukan hal ini? “OLEH KARENA KASIH-NYA YANG BESAR YANG DILIMPAHKAN-NYA KEPADA KITA………BAHKAN KETIKA KITA MASIH DALAM KEADAAN MATI KARENA PELANGGARAN-PELANGGARAN DAN DOSA-DOSA” KITA!

2. Allah mengasihi kita – Ia menjadikan kita anak-anak-Nya

Ayat-ayat lain yang menunjukkan betapa besarnya kasih Allah kepada kita terdapat juga dalam 1 Yohanes 3:1-2:

Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia. Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah……”

Bahwa kita adalah anak-anak Allah dinyatakan juga dalam Galatia 3:26: “Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus”! Dan sebagaimana dinyatakan ayat di atas, inilah bukti betapa besarnya kasih Allah kepada kita. “Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita”.

3. Allah mengasihi kita – Ia melatih kita

Kita telah melihat di atas bahwa Allah, oleh karena kasih-Nya yang besar kepada kita, telah menjadikan kita anak-anak-Nya. Dan sebagaimana ayah yang penuh kasih melatih dan mendisiplin anak-anaknya, apalagi Allah. Sebagaimana Ibrani 12:6 katakan kepada kita:

Ibrani 12:6
“karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya…..”

Hajaran mungkin bukan yang kita inginkan tetapi itulah yang kita butuhkan! Itulah mengapa hanya mereka yang benar-benar mengasihi kita yang cukup peduli untuk menghajar kita. Dan itulah pula sebabnya mengapa Allah menghajar kita: karena Ia mengasihi kita dan peduli kepada kita.

4. Allah mengasihi kita – Tak ada yang dapat memisahkan kita dari kasih-Nya

Selanjutnya dan yang terakhir dari pembahasan singkat kita tentang kasih Allah adalah Roma 8:38-39:

Roma 8:38 – 39
“Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat [malaikat mana? malaikat yang telah jatuh, yaitu setan], maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

Allah sangat mengasihi kita dan tidak ada apa pun, baik kuasa-kuasa, ataupun pemerintah-pemerintah, atau yang ada sekarang maupun yang akan datang yang dapat memisahkan kita dari kasih-Nya. Ia mengasihi kita dan Ia tidak akan pernah berhenti mengasihi kita. Inilah kebenaran dari Firman Allah.

5. Allah mengasihi kita

kita telah melihat dari Firman Allah bagaimana Allah begitu mengasihi kita dan kasih-Nya dibuktikan-Nya dengan mengaruniakan Anak-Nya bagi kita, dan Ia melakukannya bahkan ketika kita masih dalam keadaan berdosa dan durhaka! Melakukan hal ini bagi orang benar dan baik adalah pengorbanan yang sangat besar. Tetapi kita bukan orang-orang yang baik dan benar. Kita dahulu adalah orang berdosa, orang yang durhaka, yang sudah mati karena pelanggaran dan dosa-dosa kita. Namun, ini tidak menghentikan Allah: Dia begitu mengasihi kita dan oleh karena kasih-Nya kepada kita, Ia mengaruniakan Anak-Nya ketika kita masih orang-orang berdosa, sehingga dengan percaya kepada-Nya kita menjadi hidup dalam Kristus dan memperoleh tempat di sorga bersama dengan Dia.

Lebih jauh lagi kita melihat bahwa Allah begitu mengasihi kita, sehingga menjadikan kita anak-anak-Nya. Dan sebagaimana ayah yang baik menghajar anak-anak-Nya, terlebih lagi Allah.

Akhirnya kita juga melihat bahwa kasih Allah begitu BESAR dan tidak ada apa pun yang dapat memisahkan kita dari kasih Allah. Dengan kata lain: Tidak ada apa pun yang dapat membuat Allah berhenti mengasihi kita!

 

2. Sebutkan dan berikan contoh manifestasi cinta sejati dalam kehidupan sehari-hari

Pertama, cinta itu menerima setiap orang apa adanya. Setiap orang adalah unik artinya punya kekhasannya sendiri yakni memiliki beberapa perbedaan dan kemiripan, tetapi juga ada kesamaan untuk saling melengkapi. Jika setiap orang memahami dengan baik perbedaan tersebut maka relasi itu akan menjadi sangat berkembang. Relasi cinta diandaikan perlu saling belajar untuk mengakui kebaikan, kekurangan yang dimiliki seseorang. Dalam konteks hidup bersama justru saling menguat bila menerima dan mengakui keunikan tersebut.

Kedua, cinta itu berkorban. Artinya merelakan segalanya untuk orang yang dicintai. Seseorang yang saling mencintai akan berkurban untuk kepentingan atau kebaikan orang yang dicintainya. Ia menyediakan waktu, tenaga bahkan pengetahuan yang dimiliki untuk orang yang dicintainya. Salah satu contoh, Seorang ayah akan mengorbankan waktu, tenaga, untuk bekerja demi kelangsungan hidup keluarganya. Dia melakukan atas dasar cinta, rasa tanggung jawab, dengan hati yang tulus tanpa paksaan pihak manapun. Dia berkorban semata-mata karena mencintai anak dan istrinya. Apabila dilakukan dalam, demi dan karena cinta maka pekerjaan seberat apapun akan dijalankan dengan senang hati, dedikasi yang tinggi. Seperti Kristus yang mengorbankan hidup-Nya untuk orang yang dicintainya. Dia menghabiskan hidup-Nya agar manusia memperoleh kehidupan. Apakah para pengikut Kristus menyediakan waktu dan tenaga untuk orang lain? Pernahkah mendoakan orang-orang yang sedang menderita sakit, kelaparan bahkan mendoakan musuh sekalipun? Bagi para religius, sudahkah menyediakan waktu dan tenaga untuk melayani dan membantu orang yang kehilangan iman, yang sedang mencari Allah? Pernahkah berpikir untuk membawa mereka kembali pada Tuhan? Cinta yang berkurban justru berusaha untuk mengangkat orang lain dan membawa mereka pada kebaikan.

Ketiga, cinta itu memberikan diri secara total, artinya hidup seluruhnya kepada orang yang dicintai. Manakala seseorang memiliki cinta yang tidak total atau menyeluruh dan setengah-setengah maka cinta itu akan dilunturkan oleh tantangan, godaan dan pengaruh dari pihak manapun. Akan tetapi sebaliknya, manakala cinta itu total akan membahagiakan dan menguntungkan. Cinta semacam ini tidak memperhitungkan kepentingan dirinya, yang penting orang yang dicintai selamat. Bukti yang sangatnyata adalah Tuhan Yesus. Dia memberikan diri sepenuhnya untuk menyelamatkan manusia. Tanpa ada jasa sedikitpun dari manusia, tanpa memperhitungkan apakah manusia itu baik atau tidak. Yesus rela menderita sengsara, disiksa dengan keji sampai wafat di salib semuanya itu karena mencintai manusia. “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yoh 3:16) Cinta Allah yang tidak terbatas terhadap manusia ciptaan-Nya terbukti dalam diri Tuhan Yesus. Seandainya Yesus tidak mati maka manusia akan mengalami kematian kekal. Konsekuensinya sangat besar yakni soal hidup dan mati.

Hendaklah setiap orang Kristen mestinya bersyukur atas kasih Allah yang luar biasa dahsyat ini. Selayaknya setiap saat orang Kristen belajar bersyukur dan terus meneladani cinta Yesus yang total terhadap sesama. Belajar untuk hidup tidak hanya untuk memikirkan kepentingan pribadi, tetapi lebih dari itu, belajar juga untuk hidup bagi kepentingan orang lain. Semuanya atas dasar cinta.

Contoh; Kaum religius yang membaktikan diri secara khusus pada Yesus. Mereka yakin bahwa rahmat Allah yang menyebabkan mereka mencintai Yesus secara total. Hidup dibaktikan kepada Yesus. Penghayatan atas cara hidup ini lahir dari cinta yang bebas dan total maka penghayatan selanjutnya akan nampak dalam pelayanan mereka kepada umat. Jika kita melayani atas dasar cinta yang total maka akan membawa umat untuk lebih dekat pada Tuhan. Sebaliknya apabila pelayanan itu tidak total maka tidak membuahkan hasil. Menarik kalau menyimak kehidupan pastor dari Ars (St. Yohanes Maria Vianney). Dia adalah orang yang sangat sederhana, kemampuan intelektual tidak menonjol, tetapi ia memiliki cinta yang total kepada Yesus. Dan sangat mengagumkan karya pelayanannya membawa banyak orang untuk bertobat dan memiliki cinta yang mendalam terhadap Yesus.

 

3. Sebutkan dan jelaskan bagaimana berkomunikasi dengan Tuhan

Berdoa adalah mencurahkan isi hati Anda, yang memunyai arti lebih dari sekadar mengulangi kata-kata yang sama sementara pemikiran Anda tidak ada di sana sewaktu Anda berdoa. Berdoa adalah berbicara dengan pengertian, sadar bahwa kita berbicara dengan pribadi yang memunyai akal budi.

Setiap orang yang rindu memiliki hidup berkemenangan harus belajar untuk bergantung pada Tuhan dalam doa hariannya. Doa adalah kesempatan yang Tuhan berikan kepada kita untuk kita dapat berbicara dengan-Nya — Allah yang Maha Besar, Allah yang berkuasa; baginya tidak ada yang mustahil. Kehidupan doa yang konsisten akan memberikan kita kuasa untuk menaklukan segala sesuatu.

Doa adalah sebuah dinamit. Ha-hal yang luar biasa dapat terjadi dalam kehidupan orang-orang yang berdoa setiap harinya. Itulah sebabnya kita harus menjadikan hal ini gaya hidup kita. Hal ini harus menjadi sesuatu yang membentuk bagian hidup kita, bahkan menjadi sebuah kebiasaan seperti halnya kita makan, tidur, atau menggosok gigi. Yesus menjadikan doa sebagai kebiasaan. Dia akan berusaha menemukan tempat untuk menyendiri bersama dengan Bapa-Nya. Markus 1:35 berkata: “Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana.”

Pentingnya Berdoa

Sebagai orang-orang yang percaya di dalam Kristus, kita harus mengikuti jejak Guru kita. Ini berarti menyediakan waktu untuk menyendiri bersama dengan Tuhan, pagi hari adalah waktu yang baik. Kemudian kita dapat mendengar petunjuk-Nya, menerima perlindungan-Nya, dan bantuan Allah dalam situasi yang berbeda-beda yang akan kita hadapi selama sehari penuh.

Agar Anda dapat berdoa dengan efektif, temukan waktu yang paling tepat bagi Anda, baik pada siang hari ataupun malam hari. Berdoalah seorang diri sehingga Anda dapat memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan, Anda dapat dengan bebas mencurahkan isi hati Anda tanpa ada yang menghalangi. Berdoa di gereja atau bersama-sama dengan orang Kristen yang lain sangatlah menyenangkan terutama pada saat-saat awal Anda memulai kehidupan Anda bersama dengan Tuhan. Akan tetapi, berdoa seorang diri kepada Tuhan juga memiliki keuntungan sendiri dan akan mengajarkan kepada Anda untuk tidak hanya bergantung pada doa bersama orang lain.

Tuhan mengajarkan kepada kita bagaimana kita berdoa dalam Matius 6:6: “Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.” Keuntungan berdoa secara pribadi adalah karena tidak ada seorang pun yang mendengarkan, kita dapat mengatakan kepada Tuhan apa pun yang kita rasakan, inginkan, atau khawatirkan. Kita dapat datang pada-Nya dengan kekurangan dan kelebihan kita karena Dia mengenal apa adanya kita. Dia mengerti pikiran dan kecondongan kita bahkan sebelum kita mengatakannya. Tuhan senang mendengarkan kita dan sangat merindukan kita. Kerinduan-Nya adalah untuk menolong dan mengarahkan kita melalui doa dan firman-Nya.

Milikilah waktu dan tempat secara khusus untuk “perjumpaan setiap hari” dengan Tuhan untuk mengembangkan kebiasaan doa Anda. Jika karena alasan tertentu Anda tidak dapat bersaat teduh, jangan terjebak dalam legalisme atau rasa bersalah. Akan tetapi belajarlah dari kesalahan dan pada waktu yang selanjutnya berusahalah lebih sungguh untuk bertemu dengan Tuhan. Dia tidak pernah melupakan sebuah janji pun, dan tidak perlu diragukan lagi, Dia akan menunggu Anda untuk memberikan kasih-Nya, berkat, dan mengangkat beban berat Anda.

Dalam Matius 11:28, Tuhan menunjukkan keinginan-Nya untuk membantu kita: “Marilah kepadaKu, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” Undangan ini ditujukan bagi mereka yang “berbeban berat”, yaitu mereka yang ada dalam pencobaan, penderitaan, yang terluka secara jasmani maupun emosional. Anda dapat menyerahkan semua beban yang telah menyiksa Anda kepada Dia.

Tuhan mengerti situasi Anda, dan seperti yang Yesaya 63:9 katakan, “Dalam segala kesesakkan mereka, Dialah yang menebus mereka.” Dialah yang menanggung penderitaan Anda, itulah sebabnya Dia berkata, “Marilah datang dengan segala yang ada padamu, permasalahan keluarga, kebutuhan emosional, datanglah dengan masalah di sekolahmu, atau pekerjaanmu, dan aku akan memberikan ketenangan kepadamu.

Berdoa adalah mencurahkan isi hati Anda, yang memunyai arti lebih dari sekadar mengulangi kata-kata yang sama sementara pemikiran Anda tidak ada di sana sewaktu Anda berdoa. Berdoa adalah berbicara dengan pengertian, sadar bahwa kita berbicara dengan pribadi yang memunyai akal budi. Sekalipun kita tidak melihat-Nya, hadirat-Nya ada bersama setiap pribadi yang memutuskan untuk mencari Dia dengan segenap hatinya. Tuhan berkata: “… Dan barangiapa yang datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang …” (Yohanes 6:37) Jika kita mencari Dia, Dia ada dan akan menerima kita dan tidak akan menolak kita. Itulah alasannya kita tidak boleh berdoa hanya di mulut saja, akan tetapi berdoa keluar dari hati, doa yang dapat kita ingat sehingga ketika jawaban itu datang kita menyadarinya.

4. Kapan dan dimana kita berdoa dan tenang? (Buktikan ayat di dalam Alkitab)

Filipi 4:6, 7

 Jangan khawatir akan apa pun,+ tetapi dalam segala sesuatu nyatakanlah permintaanmu kepada Allah+ melalui doa dan permohonan+ yang disertai ucapan syukur;  dan kedamaian+ dari Allah, yang lebih unggul daripada segala akal, akan menjaga hatimu+ dan kekuatan mentalmu melalui Kristus Yesus.

Lukas 5:16
Akan tetapi Ia mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi dan berdoa.”

Kata “akan tetapi” mengontraskan apa yang dikatakan sebelum kata itu dan apa yang dikatakan sesudahnya. Dalam hal ini, apa yang dikatakan sebelumnya adalah gambaran tentang betapa sibuknya Yesus Kristus. Sedangkan apa yang dikatakan sesudahnya adalah bahwa sekalipun sangat sibuk, Ia mengundurkan diri-Nya ke tempat-tempat yang sunyi dan berdoa. Meskipun ini adalah sebuah pernyataan yang sangat penting dan memperlihatkan betapa pentingnya doa bagi Yesus Kristus, pernyataan ini tidak sepenuhnya mampu menerjemahkan keindahan yang terkandung dalam teks bahasa Yunaninya. Dalam teks bahasa Yunani, tata bahasa yang dipergunakan adalah untuk menggambarkan sesuatu yang dilakukan berulang-ulang secara konsisten di masa lampau, sedangkan kebanyakan terjemahannya menggambarkan sesuatu yang dilakukan satu kali di masa lampau dalam satu masa tertentu2. Jadi, terjemahan yang lebih akurat untuk ayat ke-15 dan 16 seharusnya:

Lukas 5:15-16
“Tetapi kabar tentang Yesus makin jauh tersiar dan datanglah orang banyak berbondong-bondong kepada-Nya untuk mendengar Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka. Akan tetapi Ia terus menerus mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi dan berdoa.”

Jadi, apa yang ayat 15 dan 16 gambarkan bukan sesuatu yang terjadi hanya satu kali dalam hidup Yesus Kristus. Sebaliknya ayat-ayat tersebut mengatakan bahwa Ia selalu dalam keadaan sangat sibuk, dengan banyaknya orang yang datang kepada-Nya, akan tetapi Ia juga selalu menyisihkan waktu untuk berdoa. Dengan kata lain, berdoa adalah KEBIASAAN yang Yesus lakukan, sesuatu yang menjadi prioritas utama-Nya bahkan ketika Ia dalam keadaan sangat sibuk. Dengan demikian, terlihat jelas di sini betapa pentingnya doa. Sedemikian pentingnya doa sehingga Yesus Kristus, Anak Allah, terbiasa mengalokasikan waktu khusus untuk melakukannya dan Ia melakukannya bahkan tatkala Ia sangat sibuk melakukan berbagai kegiatan kerohanian. Bukan hanya itu, kita dapat belajar di sini bahwa doa bukan semata masalah waktu, tetapi doa adalah masalah prioritas. Yesus Kristus punya waktu untuk berdoa karena Ia memutuskan untuk menyisihkan waktu khusus untuk berdoa. Kita semua dapat mengalokasikan waktu kita untuk melakukan berbagai kegiatan. Oleh karena itu, pertanyaannya bukan apakah kita punya waktu atau tidak, karena satu hari terdiri dari 24 jam bagi kita semua termasuk juga bagi Yesus. Yang harus kita tanyakan pada diri kita sendiri adalah di manakah kedudukan doa dalam prioritas hidup kita, di dalam jadwal harian kita? Apakah doa adalah prioritas utama dalam hidup kita sebagaimana doa bagi Yesus ataukah doa adalah sesuatu yang kita lakukan setelah kita selesai melakukan berbagai aktivitas seperti bekerja, sekolah, berkebun, menonton TV, tidur, dll? Teladan Yesus, demikian pula semua catatan dalam Firman Allah tentang doa, mendorong kita untuk menjadikan doa sebagai prioritas utama dalam hidup kita.

Jadi, daripada terlebih dahulu mengalokasikan waktu untuk berbagai aktivitas dan memakai sisa waktu (seandainya masih tersisa) untuk berdoa, lebih baik terlebih dahulu menyisihkan waktu khusus untuk berdoa, baru kemudian merencanakan kegiatan-kegiatan lain.

5. Baca Matius 6: 9-13, Jelaskan arti doa yang Yesus ajarkan kepada manusia

Doa Bapa Kami

Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. [Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya.Amin.] (Mat.6:9-13)

“Doa Bapa Kami” adalah doa yang diucapkan oleh Tuhan Yesus untuk diajarkan kepada murid-muridNya. Di Indonesia, karena mengikuti tradisi Belanda dan Gereja Katolik, menyebutnya Doa Bapa Kami, sedangkan di Inggris dan Amerika menyebutnya Doa Tuhan (The Lord’s Prayer).

Doa Bapa Kami adalah sebuah pola yang Tuhan ingin diikuti oleh para muridNya dalam mengantisipasi penganiayaan yang akan mereka alami jika sebagian besar bangsa Yahudi menerimaNya. Ketika doa ini diajarkan, Yesus Kristus belum ditolak oleh bangsa Yahudi. Suasana saat itu ialah suasana mengantisipasi penganiayaan.

Khotbah Di Bukit yang tercatat dalam Injil Matius pasal 5 hingga 7 sesungguhnya adalah pengumuman Tuhan tentang karakter (5:1-16), undang-undang (5:17-48), dan prinsip-prinsip (6:1-7:29) kerajaanNya. Jadi “Doa Bapa Kami” termasuk dalam prinsip-prinsip Kerajaan Seribu Tahun yang Tuhan ajarkan kepada murid-muridNya untuk membekali mereka dalam memasuki masa penganiayaan 7 tahun sebagaimana dinubuatkan Daniel (Dan.9:27).

Keempat, Doa Bapa Kami adalah sebuah bagan doa, bukan doa hafalan seremonial yang harus di hafal dalam kebaktian. Kekristenan tidak memiliki mantra untuk dihafalkan yang jika dilakukan maka akan adakhasiatgaibnya. Ibadah Perjanjian Baru adalah ibadah didalam roh dan kebenaran, yaitu ibadah dengan hati. Pada hari Minggu kita tidak datang menyembah Tuhan di gereja, melainkan datang berjemaat. Kita menyembah Tuhan dengan hati kita, dan tidak terbatasi oleh waktu, tempat bahkan sikap tubuh kita. Pada Minggu pagi kita datang berjemaat, bernyanyi, berdoa, mempelajari kebenaran firman Tuhan, bukan untuk menyembah. Banyak orang Kristen tidak memahami ibadah sejati Perjanjian Baru. (Silakan baca buku Tata Cara Ibadah Yang Alkitabiah penerbit: GRAPHE)

Doa Bapa Kami adalah sebuah bagan doa yang Tuhan ajarkan kepada murid-murid-Nya. Sama sekali bukan untuk dihafalkan dan diucapkan seperti para dukun menghafal mantra, melainkan sebuah bagan yang point-pointnya sangat indah. Tiap-tiap kata, apalagi kalimat, mengandung makna yang sangat dalam. Misalnya, di dalam doa manusia, hal terpenting ialah posisinya dan posisi Sang Pencipta. Apa hubungannya dengan Sang Pencipta? Siapakah, atau dipanggil sebagai apakah Sang Pencipta itu?

Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu

Tuhan Yesus mengajar murid-muridNya memanggil Allah sebagai Bapa. Ia memberikan kepada mereka posisiNya (sonship) dengan mengajar mereka memanggil Bapa. Yudaisme tidak biasa memanggil Allah sebagai Bapa, walaupun berkali-kali para nabi mengungkapkan kerinduan Allah menjadi Bapa mereka. Mereka banyak kali memanggil-Nya Yahweh, atau Elohim. Tetapi Yesus mengajar murid-muridNya memanggil Bapa, suatu hubungan yang sangat intim. Yesus membawa pengajaran baru, bahwa setiap orang yang menyambutNya sebagai Mesias berhak memanggil Allah sebagai Bapa. Pencipta langit dan bumi adalah Bapaku, itulah sebabnya aku menyampaikan isi hatiku kepadaNya.

Dikuduskanlah namamu. Kekudusan nama Bapa adalah keinginan yang luhur dari seorang anak. Tanggung jawab utama anak ialah menjaga nama baik Bapa. Dalam meminta apapun kepada Bapa, jangan melupakan tanggung jawab untuk menjaga kekudusan namaNya. Bahkan dalam keadaan

apapaun, termasuk dalam penganiayaan, dalam kelaparan, nama baik Bapa harus dijaga. Jangan sampai ada yang menyangkal atau mencuri karena semua itu akan menghinakan nama Bapa.

Datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga

Orang yang mengakui Yesus sebagai Mesias adalah orang yang merindukan Kerajaan Sorga. Terlebih lagi jika mereka dalam situasi penganiayaan, maka doa memohon kedatangan Kerajaan Sorga akan semakin dikumandangkan. Khotbah Yohanes Pembaptis adalah “bertobatlah sebab Kerajaan Sorga sudah dekat” (Mat.3:2). Demikian juga thema khotbah Tuhan Yesus, “bertobatlah sebab Kerajaan Sorga sudah dekat” (Mat.4:17).Orang-orang yang percaya kepada Tuhan adalah orang-orang yang penuh harap akan kedatangan Kerajaan Sorga.

Orang benar akan semakin terhimpit dan akan semakin menemui kesulitan terutama ketika orang jahat semakin berkuasa. Kalau orang baik lebih kuat dan berkuasa, damailah bumi, namun sebaliknya jika orang jahat lebih kuat dan bekuasa maka suramlah bumi. Setiap orang kudus di muka bumi pasti akan sangat merindukan kedatangan Kerajaan Sorga yang penuh damai.

Jadilah kehendakmu di bumi seperti di Sorga. Setiap orang yang telah diselamatkan, yang memiliki kepastian masuk Sorga, dan yang sangat merindukan suasana sorgawi, harus sering mengucapkan dan menghayati kata-kata tersebut dalam doa. Ketika Kerajaan Sorga turun, yaitu kehadiran Kerajaan Daud, maka saat itu di bumi akan seperti di Sorga. Pada saat itu Mesias, singa muda dari Yehuda, Putra Daud akan memerintah selama-lamanya.

Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya

Jika mayoritas bangsa Yahudi menerima Yohanes sebagai Elia (Mat.11:14), yang berarti juga menerima Yesus sebagai Mesias, maka Kerajaan Romawi pasti akan memerangi mereka karena dengan meninggikan Mesias mereka akan dinilai memberontak. Pada tahun 70 AD pernah terjadi pemberontakan tetapi bukan dipimpin oleh Mesias. Jenderal Titus dari Roma datang mengepung kota Yerusalem sehingga penduduknya kelaparan berat.

Itulah sebabnya Sang Mesias dalam mengantisipasi pengikutnya yang jika mayoritas YahudimenerimaNya maka mereka akan menghadapi kesusahan berat, berdoa untuk makanan yang dibutuhkan tiap-tiap hari.

Lucu sekali jika hari ini, orang Kristen yang telah memiliki makanan untuk berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun, asal bunyi, menghafalkan doa ini tanpa memahami maknanya. Alangkah bagusnya kalau kata “kami” diganti dengan “orang miskin” atau nama seseorang yang kita tahu ia susah, daripada mengucapkan doa asal bunyi tanpa makna.

Makanan adalah kebutuhan yang paling utama dari kehidupan manusia. Ketika Tuhan mengajarkan bagan doa ini kepada murid-muridNya, Ia sedang mengantisipasi mereka memasuki masa penganiayaan tujuh tahun menjelang kedatangan Kerajaan Sorga ke bumi.

Pada saat itu betul-betul makanan hari lepas hari sangat penting, bukan tabungan di bank. Sekali lagi bagan doa ini tidak dimaksudkan untuk upacara seremoial, melainkan sebuah pola doa. Kapankah dalam doa seseorang ia meminta kebutuhan diriNya?

Tentu setelah ia tahu jelas siapa dia dan siapa Sang Pencipta. Dan tentu setelah ia merindukan kedatangan Kerajaan Sorga dan senantiasa menjaga kekudusan nama Bapa.

ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami

Tuhan Yesus pada Mat.18:21-35 dalam menjawab pertanyaan Petrus tentang berapa kali ia harus mengampuni saudara yang bersalah kepadanya, menceritakan sebuah perumpamaan tentang seseorang yang tidak mau menghapus hutang saudaranya padahal ia telah menerima penghapusan hutangnya dari raja. Ketika raja mendengar tindakan kejamnya terhadap saudaranya maka raja pun marah dan membatalkan pengampunannya.

Bukankah sejak kita bertobat dan percaya kepada Tuhan Yesus semua dosa kita telah diampuni? Benar! Lalu mengapakah kita diajar berdoa memohon ampun? Hal yang perlu diperhatikan pertama ialah bahwa semua dosa kita ditanggung Tuhan Yesus sehingga di hadapan Allah Bapa kita adalah orang-orang kudus.Tetapi kita harusmengerti bahwa setiap kali kita jatuh ke dalam dosa, maka kita bersalah kepada Tuhan Yesus, Pribadi penanggung dosa kita.

Kedua, orang yang mendapat pengampunan Allah sepatutnya akan sangat rela mengampuni orang yang bersalah kepadanya. Orang Kristen lahir baru bisa jatuh ke dalam dosa tetapi tidak memiliki sifat dosa. Membenci, mendendam adalah sifat dosa, bukan jatuh ke dalam dosa. Marah adalah tindakan dosa yang seketika (punctiliar), tetapi membenci atau mendendam bersifat terus menerus (linear). Itulah sebabnya dalam I Yoh.2:9,11, 3:15, 4:20 dikatakan bahwa orang yang membenci saudaranya tidak memiliki Allah. Dan kalau marah jangan sampai matahari terbenam karena itu akan berubah menjadi benci.

Selaras dengan perumpamaan yang dikatakan Tuhan kepada Petrus, Tuhan mengajar muridNya bahwa orang yang masih membenci saudaranya belum memiliki jaminan pengampunan Sang Raja. Atau sesungguhnya ia baru mendengar bahwa hutangnya telah diampuni namun belum memilikinya di dalam hatinya.

Tuhan mau ketika murid-muridNya berdoa terdapat ekspresi perubahan hati. Ketika seseorang dihapuskan hutangnya sebanyak sepuluh miliar, sepatutnya ia tidak menuntut saudaranya yang berhutang kepadanya hanya sepuluh juta karena pengampunan Sang Raja yang amat besar itu telah merubah hatinya. Tuhan mau dalam doa kita terdapat ekspresi sifat hati kita yang telah berubah. Setiap kali seorang murid berdoa, ia harus selalu ingat bahwa ia berbicara kepada Pribadi yang telah mengampuni semua dosanya dan ia harus juga telah mengampuni orang-orang yang bersalah kepadanya.

janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat

Bukankah Yakobus berkata bahwa Allah tidak mencobai dan dicobai? (Yak.1:13). Benar sekali, Allah tidak memiliki keinginan daging, dan juga tidak memiliki ambisi, bahkan tidak memiliki pikiran jahat. Hanya pada pribadi-pribadi yangmemiliki tendensi negatif tersebutlah yang bisa dicobai. Dan Allah juga tidak mencobai karena Allah tidak memiliki keingin menjatuhkan anak-anakNya. Pohon pengetahuan yang baik dan jahat di taman Eden hanya sebuah fasilitas bagimanusia yang diciptakan dengan kebebasan berpikir untuk mengimplementasikan kebebasannya dan membuktikan kesetiaannya. Untuk memahami kalimat tersebut di atas dengan baik, seseorang harus memahami bahwa doa ini untuk mengantisipasi masa kesusahan Yahudi (kepicikan) selama tujuh tahun.Kata “janganlah membawa kami ke dalam pencobaan” bisa diartikan “jangan membiarkan kami dicobai atau dianiaya”. Sebab anak kalimat berikutnya “lepaskanlah kami dari pada yang jahat” memberi penerangan tentang pencobaan yang dimaksudkan pada induk kalimatnya, ialah hal-hal yang jahat yang akan terjadi selama tujuh tahun. Artinya, Allah akan menjatuhkan hukuman atas dunia ini, dan karena hukumanNya termasuk bencana alam dan lain sebagainya, maka sulit bagimuridNya yang tinggal bersama-sama dengan orang jahat untuk dibedakan.

Kata “membawa kami” tidak perlu diartikan dengan tindakan seperti seorangmembawa anaknya untuk disuntik dokter. Sama seperti kata Tuhan “jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku” (Luk.14:26). Ketika ada dua orang menuntut kita mengasihinya lebih dari yang lain, maka ketika kita memilih salah satu maka yang satunya biasanya menilai keputusan itu membencinya. Kata “membawa ke dalam pencobaan” bisa diartikan tidak menghindarkannya dari pencobaan atau membiarkannya dicobai.

Kita tahu bahwa ketika Tuhan menulahi Mesir Ia memang pernah membedakan kelompok Yahudi dari orang Mesir. Tetapi itu sangat tergantung pada jenis malapetakanya. Kalau gempa bumi, mungkin sulit untuk membedakan rumah anak Tuhan dan rumah orang jahat yang kebetulan letaknya bersebelahan. Lagi pula waktu di Mesir orang Yahudi tinggal di tempat yang terpisah dari orang Mesir.

Namun sekali lagi ini adalah bagan doa, dimana kini kita tahu bahwa dunia suatu hari pasti akan dihukum. Bahkan kita tahu Indonesia suatu hari akan (sedang?) dihukum atas dosa diskriminasi, dan dosa perkosaan, pembunuhan yang tidak pernah diusut dan diadili. Adalah tepat jika bagan doa yang Tuhan ajarkan terdapat point memohon agar Tuhan menghindarkan atau melepaskan kita dari cobaan kejahatan. Bahkan Tuhan Yesus berdoa kepada Bapa, kalau bisa cawan penderitaan salib berlalu dariNya. Tetapi tetap kehendak Bapa yang diutamakan. Kita berdoa kiranya Bapa melepaskan kita dari pencobaan, namun jika karena hukuman yang harus dijatuhkan terhadap orang-orang disekitar kita yang efeknya akan merembes ke kita, maka kita meminta Bapa memberi kekuatan kepada kita untukmenanggungnya. Bahkan sekalipun kita tidak akan masuk ke dalam penganiayaan 7 tahun karena kita telah diangkat, namun tetap boleh berdoa agar Tuhanmenghindarkan kita dari yang jahat.

Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.

Kalimat ini pada Critical Text tidak ditemukan oleh sebab itu Lembaga Alkitab Indonesia menempatkannya dalam kurung. Tetapi kalimat ini ada dalam Textus Receptus karena sesungguhnya ada pada naskah asli tulisan Matius. Kalimat doxology ini jelas ada karena terdapat di banyak manuskrip kuno. Dan kalau itu dihilangkan terkesan putus di tengah jalan, atau belum diakhiri. Secara logika kita tahu bahwa dalam pekerjaan penyalinan ulang, lebih besar kecenderungan mengurangi daripada menambahi. Untuk itu seharusnya LAI tidak menaruh tanda kurung pada kalimat tersebut.

Kalimat tersebut di atas merupakan cetusan sikap hati yang menyembah. Dan juga terkandung di dalamnya sikap hati yang pasrah kepada Tuhan setelah menaikan permohonan doa kepadaNya. Pengakuan bahwa Allahlah yang empunya kuasa merupakan pengakuan penyerahan kepada kehendakNya. Biarlah Tuhan yang empunya kuasa yang melaksanakan kehendakNya dengan segenap hikmat dan kuasaNya.

Jangan berdoa dengan sikap memaksa Tuhan. Atau menganggap Tuhan semacam kuasa gaib yang pasif, yang kalau kita memenuhi semua persyaratan yang ditetapkanNya, atau bahkan menyebut barang yang kita minta dengan detail maka akan mendapat. Ada yang berdoa dengan suara membentak-bentak, ada yang berdoa dengan sikap mengklaim Tuhan seperti mengklaim asuransi.

Baiklah kita berdoa dengan sikap hati menyembah, seperti anak berbicara kepada Bapa yang baik, yang penuh kasih. Contohlah pola doa yang Tuhan ajarkan kepada kita. Tentu kita boleh berdoa dengan pola kita sendiri. Tetapi yang sangat perlu diperhatikan ialah sikap hati kita. Berdoalah dengan hati, bukan dengan mulut yang asal bunyi, atau yang dihafalkan dalam prosesi upacara seremonial, karena bukan untuk itu Doa Bapa Kami ini Tuhan ajarkan. Ia mengajarkan sebuah pola doa, yang kalau kita mau berdoa kita bisa mengikuti bagan doa ini.

 

6. Jelaskan arti puasa

Pada saat bersamaan, Alkitab memperkenalkan puasa itu sebagai sesuatu yang baik, berguna dan perlu dilakukan. Kitab Kisah Para Rasul mencatat tentang kisah orang-percaya yang berpuasa sebelum mereka mengambil keputusan-keputusan penting (Kisah Para Rasul 13:4; 14:23).

Doa dan puasa sering dikait-kaitkan (Lukas 2:37; 5:33). Terlalu sering fokus dari puasa itu terkait aktivitas tidak makan. Seharusnya, tujuan dari puasa itu melepaskan mata kita dari hal-hal duniawi dan berpusat kepada Allah.

Puasa itu upaya menyatakan kepada Allah, dan kepada diri sendiri, bahwa Saudara serius dalam menjalin hubungan dengan Allah.

Puasa menolong Saudara dalam memperoleh perspektif baru dan memperbaharui ketergantungan kepada Allah.

Sekalipun di dalam Alkitab puasa selalu berhubungan dengan aktivitas tidak makan, ada cara-cara lain untuk berpuasa. Apa pun yang dapat Saudara tinggalkan untuk sementara demi memusatkan perhatian pada Allah dengan cara yang lebih baik sudah dapat dianggap sebagai puasa (1 Korintus 7:1-5).

Puasa perlu dibatasi waktunya, khususnya puasa yang terkait makanan. Tidak makan dalam jangka waktu panjang dapat merusak tubuh. Puasa bukan untuk menghukum tubuh Saudara, tapi supaya bisa memusatkan perhatian pada Allah.

Puasa tidak boleh dianggap sebagai salah satu “metode diet.” Jangan berpuasa untuk menghilangkan berat badan, tapi untuk memperoleh persekutuan yang lebih dalam dengan Allah.

Benar, siapa saja bisa berpuasa. Ada orang-orang yang tidak bisa puasa makan (penderita diabetes misalnya), tapi setiap orang dapat, untuk sementara, meninggalkan sesuatu demi memfokuskan diri kepada Allah.

Dengan mengalihkan mata dari hal-hal dunia ini, kita dapat memusatkan diri pada Kristus dengan lebih baik. Puasa bukanlah cara membuat Allah melakukan apa yang kita inginkan. Puasa mengubah kita, bukan Allah.

Puasa itu bukanlah cara untuk terlihat lebih rohani dibanding orang lain. Puasa harus dilakukan dalam kerendahan hati dan penuh sukacita.

Matius 6:16-18 mengatakan, “”Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.”

Dalam Perjanjian Lama:

1. Puasa Musa, 40 hari 40 malam tidak makan dan tidak minum (Kel 24:16 dan Kel 34:28)

2. Puasa Daud, tidak makan dan semalaman berbaring di tanah (2 Sam 12:16)

3. Puasa Elia, 40 hari 40 malam berjalan kaki (1 Raj 19:8)

4. Puasa Ester, 3 hari 3 malam tidak makan dan tidak minum (Est 4:16)

5. Puasa Ayub, 7 hari 7 malam tidak bersuara (2:13)

6. Puasa Daniel, 10 hari hanya makan sayur dan minum air putih (Dan 1:12), doa dan puasa (Dan 9:3), berkabung selama 21 hari (Dan 10:2)

7. Puasa Yunus, 3 hari 3 malam dalam perut ikan (Yunus 1:17)

8. Puasa Niniwe, 40 hari 40 malam tidak makan, tidak minum dan tidak berbuat jahat (Yunus 3:7)

Dalam Perjanjian Baru:

1. Puasa Yesus, 40 hari 40 malam tidak makan (Mat 4:2)

2. Puasa Yohanes pembabtis, tidak makan dan tidak minum (Mat 11:18)

3. Puasa Paulus, 3 hari 3 malam tidak makan, tidak minum dan tidak melihat (Kis 9:9)

4. Puasa Jemaat mula-mula, untuk menguatkan Paulus dan Barnabas dalam pelayanan (Kis 13:2-3)

7. Jelaskan arti puasa untuk diri sendiri

bagi saya puasa itu cara mendekatkan diri kita lagi kepada-Nya,dan melakukan hal-hal dibawah ini:

1. Berhenti berbuat dosa
Yes. 58:4 Sesungguhnya, kamu berpuasa sambil berbantah dan berkelahi serta memukul dengan tinju dengan tidak semena-mena. Dengan caramu berpuasa seperti sekarang ini suaramu tidak akan didengar di tempat tinggi.
Kita memang harus menjauhi dosa, tetapi puasa bisa dijadikan titik balik moment untuk bertobat dan berhenti berbuat dosa untuk seterusnya.

2. Membaca firman Tuhan, berdoa dan mendengarkan suara Roh Kudus. Kis. 13:2-3, Mzm. 35:13, Luk. 2:37

3. Tidak melakukan sesuatu pekerjaan berat. Im. 23:7, Im. 23:7,8,21,25,35,36
atau tidak melakukan pekerjaan sama sekali. Bil. 29:7, Im. 16:29
Yes. 58:3 “Mengapa kami berpuasa dan Engkau tidak memperhatikannya juga? Mengapa kami merendahkan diri dan Engkau tidak mengindahkannya juga?” Sesungguhnya, pada hari puasamu engkau masih tetap mengurus urusanmu, dan kamu mendesak-desak semua buruhmu.

4. Melambankan respon atas kejadian di sekeliling kita, misalnya “lambat untuk berkata-kata” (Yak. 1:19).
Dengan demikian mengurangi sifat “impulsif” atau meledak-ledak yang biasa dimiliki seseorang.
Dalam 1Raj. 21:27 dikatakan Ahab berpuasa dengan berjalan dengan langkah lamban.

5. Melayani orang lain, memberikan persembahan kasih.
Yes. 58:6 Bukan! Berpuasa yang Kukehendaki, ialah supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk

ini sekilas puasa bagi saya,puasa juga saya jalankan jika saya memohon sesuatu kepada Yesus.

 

8. Silakan datang ke Gereja pada tanggal 15 Oktober 2017, dengarkan dan catat apa yang dikatakan oleh Pendeta dan mintalah pendeta tersebut tanda tangan setelah penyembahanmu

KITA ADALAH INJIL YANG HIDUP

Ev.   Filipi 4:1-9

           Pada Filipi 3:17-21, Paulus menasehati jemaat Filipi supaya mereka hidup baik sesuai teladan yang diberikan Paulus. Dalam nats ini, Paulus memberikan nasihat agar masalah  di penginjilan diselesaikan dengan baik. Apa masalahnya? Adanya perselisihan antara para penginjil dalam penginjilan. Salah satu kasus adalah perselisihan antara Euodia dan Sintikhe, teman sekerja Paulus. Itu sebabnya, Paulus menasehati Euodia dan Sintikhe agar sehati sepikir dalam Tuhan. Bahkan Paulus meminta Sunsugos (teman Paulus yang setia) untuk menolong mereka berdua. Paulus mungkin menyadari, penginjilan akan kurang atau tidak berhasil kalau terjadi perselisihan di antara para penginjil, terutama yang menginjili pada daerah yang sama.

Paulus menasehati jemaat agar mereka senantiasa bersukacita dalam Tuhan dalam kondisi dan situasi apapun. Orang yang demikian adalah orang yang tidak kuatir dalam hidupnya, orang yang menikmati damai sejahtera Allah. Ada nasihat Paulus yang sangat menarik, yaitu ”hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang?” Bukankah hal ini  merupakan kesombongan rohani? Bisa ya bisa tidak, tergantung bagai-mana cara menunjukkan atau menampilkannya.

Menginjili bukanlah pilihan tetapi kewajiban (Mat. 28:18-20). Kita tentu menginjili sesuai talenta penginjilan yang kita miliki. Tujuannya agar yang diinjili mengenal Yesus dan beriman kepada Yesus. Banyak gereja dan lembaga penginjilan yang berlomba-lomba menginjili. Apabila tidak diatur dengan baik bisa menimbulkan perselisihan di antara penginjil. Akibatnya, banyak yang kurang atau tidak berhasil. Kita adalah Injil yang hidup,  yang perbuatan kita dapat dibaca (diketahui) semua orang, apakah baik atau tidak. Ingat, tetaplah beriman kepada Yesus, pergilah menginjili, tetapi tanpa perbuatan baik adalah mati.

Essay: Assignment 4

  1. Pertanyaan

 

1. What do you know about Easter?

2. What does Easter mean to you?

3. Explain the Easter symbols!

4. Mention and explain the Christian holiday!

5. Explain the symbols and Christmas habits for Christians!

6. Please come to the Church on October 8, 2017, listen and record what the Pastor says and ask for the pastor’s

signature after your worship

 

2. Status 100 % tercapai

3. Keterangan : saya sudah mengerjakan assignment diatas

4. bukti :

1. Apa yang Anda ketahui tentang Paskah?

PASKAH

Hari Raya Paskah pada perjanjian lama merupakan hari peringatan pembebasan bangsa Israel dari perbudakan Mesir. Saat itu anak-anak sulung bangsa Mesir dibunuh, namun pintu-pintu rumah orang Ibrani dilewati (dilewati atau melewati dalam bahasa Ibrani adalah “ Pésah “). Peristiwa itu diperingati dengan makan “korban Paskah”. Dalam perjanjian baru “korban Paskah” adalah Yesus Kristus sendiri yang disebut juga dengan “Anak Domba yang disembelih”. Dalam perkembangannya Hari Raya Paskah mendapat nuansa baru yaitu perayaan kebangkitan Yesus Kristus.

Makna Paskah dalam Perjanjian Lama (PL) bisa dibaca kejadiannya pada Kel. 12: 12-13, yaitu pada peristiwa kematian semua anak sulung di tanah Mesir, baik manusia mau pun binatang. Disitu Allah berjalan melewati (=pesakh) rumah-rumah, dan  pada setiap pintu yang bertanda darah, Allah akan melewatkannya, tetapi tidak demikian pada rumah-rumah yang pintunya tidak bertandakan darah, disitu akan terjadi tulah kemusnahan.

Sedangkan pengertian Paskah dalam Perjanjian Baru (PB) ada 2. Pertama arti harafiah yaitu Kristus bangkit (Mat. 28:5- 6). Kedua, arti rohaniah,  yaitu di dalam Yoh. 1: 29:  “Anak Domba Allah” (yang kelak akan dikorbankan utnuk menghapus dosa dunia); dan di dalam Mat. 26: 2: Anak Manusia akan dikorbankan.” Dengan demikian,  arti rohaniah Paskah adalah kurban untuk menebus dosa. (Rm. 6:23)

2. Apa arti Paskah bagi Anda?

PASKAH BAGI SAYA ADALAH:

  1. Karena dengan kebangkitan-Nya, Kristus menyatakan kuasanya, Yesus mempunyai kuasa untuk menyerahkan nyawa-Nya dan mengambil kembali nyawa-Nya (Yohanes 10:17-18). Dengan kebangkitan-Nya maka Ia membuktikan bahwa diri-Nya adalah Allah, karena hanya Allahlah yang dapat menyerahkan dan mengambil nyawa-Nya sendiri. Tidak ada mahluk apapun, termasuk malaikat, yang dapat melakukan hal ini.
  2. Karena dengan kebangkitan-Nya, Yesus mematahkan kuasa maut, maut tidak berkuasa lagi atas Dia (Roma 6:9). Alam maut tidak mempuyai kekuatan untuk menahan Kristus untuk tetap tinggal dalam alam maut. Yesus mematahkan kuasa maut dan mengalahkannya. Maut tidak lagi mempunyai kuasa atau berkuasa atas Kristus. Sekali lagi ini membuktikan bahwa Yesus adalah Allah. Tidak ada makhluk apapun yang dapat mengalahkan maut selain Tuhan.
  3. Menjamin kebangkitan umat percaya (1 Korintus 15:21-22), Orang yang bersekutu dengan Adam, artinya bersekutu dengan dosa dan ia akan mati, pada kehidupan selanjutnyapun akan tetap mati yaitu mati dalam kebinasaan kekal. Dan siapakah yang akan dibangkitkan dari kematian, mereka adalah orang2 yang hidup dalam persekutuan dengan Kristus semasa hidup mereka dalam dunia ini. Hanya merekalah yang akan dibangkitkan untuk menerima hidup yang kekal. Jadi jika Yesus tidak dibangkitkan sia-sialah kepercayaan kita dan kita pasti masih tinggal dalam dosa kita (1 Korintus 15:17)
  4. Kita mempunyai hidup yang penuh pengharapan (1 Petrus 1:3) apakah hidup yang penuh harapan itu : menerima bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar, yang tidak dapat layu (1 Petrus 1:4). Akan tinggal selamanya bersama Tuhan dalam sorga yang kekal.

 3. Jelaskan simbol Paskah!

  1. Salib
    Salib secara alami melambangkan salib di Bukit Kalvari, dimana Yesus disalibkan.
  2. Telur
    Telur menandakan kehidupan baru, oleh karena itu telur menjadi simbol utama dalam perayaan Paskah.
  3. Ayam
    Sama seperti telur, ayam juga melambangkan kehidupan baru. Seringkali gambar ayam tercetak di kartu ucapan Paskah.
  4. Kelinci
    Kelinci pada Paskah membawa karakteristik mirip dengan Santa Claus Natal. Kelinci diyakini yang memberikan telur Paskah, permen, dan hadiah kepada anak-anak saat Paskah. Kelinci dihubungkan dengan Paskah karena usia mereka merupakan simbol kesuburan serta kehidupan baru.
  5. Bunga Paskah
    Lili putih, bunga bakung, dan tulip sering disebut sebagai bunga Paskah. Hal ini karena mereka melambangkan kepolosan, kemurnian, dan musim semi.
  6. Topi bonnet Paskah
    Dipercayai bahwa mengenakan sesuatu yang baru pada Paskah akan membawa keberuntungan bagi seseorang. Oleh karenanya muncullah ide menggunakan topi bonnet Paskah. Topi yang dipakai biasanya dihias berwarna-warni dengan menggunakan bunga hias.
  7. Lilin
    Lilin menandakan sinar yang penuh harapan di masa-masa sulit. Hal ini karena Paskah merupakan hari ketika Yesus bangkit dari kematiannya, sehingga kejadian suci ini mengajarkan setiap orang tidak pernah kehilangan harapan.
  8. Roti salib panas
    Roti ini terbuat dari kismis dan buah jeruk. Sebuah salib ditandai pada bagian atas roti,yang mewakili salib Kristus. Biasanya juga ini terbuat dari beras, gula, atau tepung.
  9. Pretzel
    Pretzel juga menjadi hidangan Paskah yang populer. Pretzel dipanggang menggunakan adonan dan memiliki rasa manis. Bentuk pretzel menyerupai batang tubuh seseorang sambil melipat lengan dan berdoa.
  10. Kupu-kupu
    Kupu-kupu juga menjadi simbol penting dalam Paskah. Kupu-kupu menjadi indah melalui beberapa tahap, mulai dari ulat, yaitu melambangkan kehidupan Yesus di bumi sejak lahir. Kemudian kepompong, yaitu menyoroti penyaliban Yesus di kayu salib. Terakhir adalah ketika serangga kepompong terbuka dan berubah menjadi kupu-kupu, dimana ini menandakan kebangkitan Yesus.
  11. Sebutkan dan jelaskan liburan orang Kristen!
  12. Masa Pra-Paskah
    Prapaskah ( juga disebut “Lent”) adalah periode 40 – hari puasa dan pertobatan dalam persiapan untuk perayaan Paskah .Telah dipraktekkan sejak zaman para rasul sebagai periode refleksi dan penyesalan bagi mereka yang akan dibaptis pada Paskah, dan waktu untuk semua orang berdosa untuk bertobat .Sejarah Prapaskah
    Prapaskah awalnya dilakukan selama enam minggu tidak termasuk hari Minggu ( 36 hari ) , tapi ini akhirnya diperpanjang hingga 40 hari seperti ketika Kristus dicobai di padang gurun . Di Gereja Barat , Prapaskah dimulai pada hari Rabu Abu ( enam setengah minggu sebelum Paskah ) .

    4. Sebutkan dan jelaskan liburan orang Kristen!

    1.Prapaskah Sekarang ini
    Saat ini Rabu Abu dan Jumat Agung masih dijalankan oleh Gereja Katolik dimana pada hari itu mereka akan berpuasa, dan sebagai periode penyesalan terhadap dosa-dosa. Banyak orang Kristen, khususnya Katolik , memilih untuk berpuasa pada hal tertentu (seperti coklat , kentang goreng atau cola ) untuk periode 40 – hari sebagai tanda pertobatan dan latihan dalam pengendalian diri .

    Gereja-Gereja Timur terus merayakan hari ini yang dimulai pada hari Senin minggu ketujuh sebelum Paskah dan berakhir pada hari Jumat sebelum Jumat Agung. Seperti dalam gereja mula-mula, daging, ikan, telur, dan mentega dilarang, begitu juga anggur, minyak, dan produk susu .

    2. Masa / Minggu Advent
    Masa Advent (Latin adventus, ” datang “) menandai awal tahun gereja . Di gereja-gereja Barat, hal ini mencakup empat hari Minggu, dimulai dengan hari Minggu terdekat 30 November dan berakhir pada malam Natal. Dalam gereja-gereja Ortodoks Timur, minggu Advent lebih panjang, biasanya dimulai pada tanggal 15 November .

    Sejarah Advent
    Secara historis, Advent adalah masa puasa, pertobatan, dan persiapan untuk kedatangan Kristus yang kedua dan hari kiamat. Tidak dapat dipastikan kapan tepatnya Minggu Advent pertama kali dilakukan.

    Pada 581 , sebuah sinode di Gaul menyatakan bahwa dari November 11 sampai Natal, jemaat akan dilakukan dengan menggunakan ritual Prapaskah pada hari Senin, Rabu, dan Jumat setiap minggu .

    Praktek Advent
    Baru-baru ini, Advent telah menjadi perayaan kedatangan historis Kristus saat Natal. Puasa umumnya tidak lagi dilakukan, kecuali di beberapa gereja Timur. Warna biru royal dan ungu dimasukkan ke sebagian besar layanan Advent.

    3. All Saints Day
    Hari All Saints dirayakan pada tanggal 1 November oleh gereja Katolik Roma, tapi bagi Gereja Ortodoks dilakukan pada hari Minggu pertama setelah Pentakosta, untuk menghormati semua orang kudus, yang dikenal dan tidak dikenal .
    All Saints ‘Day adalah hari kedua Hallowmas (Misa Hallow), dan dimulai saat matahari terbenam pada tanggal 31 Oktober (dirayakan sebagai Halloween) dan selesai saat matahari terbenam pada tanggal 1 November.

    4. Assumption Day
    Assumption Day dilakukan untuk merayakan Kenaikkan Maria ke surga, menurut keyakinan Gereja Katolik Roma , Ortodoks Timur , Ortodoks Oriental , dan bagian dari Anglikanisme

    Kapan Assumption Day?
    Dirayakan pada tanggal 15 Agustus .

    Gereja Katolik Roma mengajarkan sebagai dogma bahwa Perawan Maria “setelah menyelesaikan perjalanan hidupnya di dunia, tubuh dan jiwanya kembali ke dalam kemuliaan surgawi”. Doktrin ini secara dogmatis didefinisikan oleh Paus Pius XII pada tanggal 1 November 1950, dalam Konstitusi Apostolik Munificentissimus Deus.

    5. Hari Reformasi Gereja
    Hari Reformasi adalah hari libur Kristen Protestan yang dirayakan untuk mengenang Reformasi, dinyalakan oleh Martin Luther, terutama oleh Lutheran dan beberapa komunitas gereja Reformed.
    Dirayakan setiap tanggal 31 Oktober.

    6. Rabu Abu
    Rabu Abu adalah hari pertama Prapaskah, periode 40-hari (tidak termasuk hari Minggu) puasa dan pertobatan menjelang Paskah.
    Sampai abad ke-7, Prapaskah dimulai pada hari Minggu (Quadragestima Minggu) enam minggu sebelum Paskah, tapi empat hari ekstra akhirnya ditambahkan untuk menyamakan dengan pencobaan 40 hari Yesus di kayu salib.

    7. St. Andrews
    Hari St Andrew dirayakan pada tanggal 30 November, dan menghormati Andreas, saudara Santo Petrus dan santo pelindung Skotlandia dan Rusia. Hari ini, memainkan peran yang sama sebagai Hari St Patrick untuk Irlandia – itu adalah hari untuk merayakan budaya Skotlandia.

    8. Boxing Day
    Boxing Day dirayakan pada tanggal 26 Desember di Inggris , Kanada , Australia dan Selandia Baru . Ketika 26 Desember jatuh pada akhir pekan, hari Senin berikutnya diamati sebagai hari libur umum .

    Secara tradisional , Boxing Day adalah hari libur di mana para buruh, pekerja miskin disajikan dengan hadiah. Asal usul nama tidak diketahui secara pasti , tetapi mungkin berasal dari pembukaan kotak sedekah yang telah ditempatkan di gereja-gereja selama liburan untuk didistribusikan kepada masyarakat miskin .

    Hari ini, tradisi memberikan bonus kepada karyawan di Natal berlanjut, meskipun sekarang biasanya dilakukan sebelum Natal.

    9. St. Patrick Day
    Hari St Patrick adalah hari raya Katolik Roma yang dilakukan  menghormati St Patrick (387-461 AD), santo pelindung Irlandia. Hari St Patrick (17 Maret) dihubungkan erat dengan Irlandia dan budaya Irlandia.

    10. Hari Tuhan (Hari Minggu)
    Dalam kekristenan, hari minggu dikhususkan untuk istirahat dan ibadah hari Minggu, atau “Hari Tuhan.” Liburan ini mingguan berakar pada hari Sabat Yahudi, dengan hari ditransfer dari Sabtu ke Minggu karena itu adalah hari di mana kebangkitan terjadi.

    11. Paskah
    Paskah adalah hari raya umat Kristiani yang merayakan peristiwa sentral dari iman Kristen: kebangkitan Yesus Kristus tiga hari setelah kematiannya melalui penyaliban. {1} Kebangkitan Yesus Kristus adalah pusat dari iman Kristen. Rasul Paulus bahkan mengatakan bahwa jika Yesus Kristus belum dibangkitkan maka iman Kristen tidak ada gunanya dan sia-sia (1 Kor. 15:14-17). Oleh karena itu, tanpa Paskah tidak ada kekristenan.

    Paskah adalah hari libur Kristen tertua dan hari yang paling penting dari tahun gereja. Paskah diawali dengan musim Prapaskah, periode 40-hari puasa dan pertobatan yang berpuncak pada Pekan Suci, dan diikuti oleh 50-hari Masa Paskahyang membentang dari Paskah ke Pentakosta.

    12. Thanksgiving
    Thanksgiving adalah hari libur nasional dirayakan terutama di Amerika Utara. Hari ini, Amerika dan Kanada merayakannya sebagai hari yang sangat spesial.

    Meskipun berakar dalam sejarah Pilgrim (yang beragama Kristen “Separatis”), Thanksgiving tidak lagi umumnya dianggap hari libur keagamaan, namun hari untuk berkumpul dengan keluarga, makan makanan, menonton sepak bola dan parade, dan bersyukur atas berkat-berkat kehidupan.

    13. Jumat Agung
    Jumat Agung adalah Jumat di mana Gereja Kristen membuat peringatan Penyaliban Yesus Kristus.

    14. Hari Kenaikkan Yesus Kristus
    Kenaikan Yesus Kristus adalah peristiwa yang terjadi 40 hari setelah Kebangkitan Yesus, dimana disaksikan oleh murid-murid-Nya, YesusKristusterangkat naik ke langit dan kemudian hilang dari pandangan setelah tertutup awan, seperti yang dicatat dalam bagian Perjanjian BarudiAlkitab Kristen.

    15. Natal

Natal (dari bahasa Portugis yang berarti “kelahiran”) adalah hari raya umat Kristen yang diperingati setiap tahun oleh umat Kristiani pada tanggal 25 Desember untuk memperingati hari kelahiran Yesus Kristus. Natal dirayakan dalam kebaktian malam pada tanggal 24 Desember; dan kebaktian pagi tanggal 25 Desember. Beberapa gereja Ortodoks merayakan Natal pada tanggal 6 Januari (lihat pula Epifani).

Dalam tradisi barat, peringatan Natal juga mengandung aspek non-agamawi. Beberapa tradisi Natal yang berasal dari Barat antara lain adalah pohon Natalkartu Natal, bertukar hadiah antara teman dan anggota keluarga serta kisah tentang Santa Klaus atau Sinterklas.

 

5. Jelaskan simbol dan kebiasaan natal untuk orang Kristen!

 

Sejarah Natal

Sejarah Natal kembali ribuan tahun. Perayaan pertama Natal pada tanggal 25 Desember disebutkan dalam menulis di 336 AD pada masa Kaisar Romawi Constantine (pertama Kaisar Kristen Romawi). Seperti diketahui, tanggal pasti kelahiran Kristus Christ adalah materi keagamaan ambigu dan diperebutkan. Mungkin pilihan 25 Desember memiliki hubungan dengan jatuh pada tanggal festival musim dingin Romawi «Saturnalia» Saturnalia dan liburan surya «Ulang Tahun dari Invincible Sun» Dies Natalis Solis Invicti yang telah memperoleh konten yang lebih dalam setelah adopsi kekristenan di Roma.

Stoking Natal Christmas stockings

Siapa yang belum mendengar dari tradisi ini? Praktek ini di era Victoria yang sama. Dikatakan bahwa Santa Claus Santa Claus setelah terbang di atas rumah dan menjatuhkan beberapa koin emas golden coins Mereka jatuh ke dalam cerobong chimney / flue tepat di kaus kaki, yang dikeringkan di atas api. Sejak itu, pada malam Natal membuat kaus kaki yang tergantung di atas perapian fireplace atau tidur, berharap untuk mendapatkan sesuatu untuk jatuh. Natal — hari libur untuk seluruh keluarga, tetapi kebanyakan dari semua dia sedang menunggu anak-anak. Mereka stoking terang menggantung di atas perapian menunggu hadiah.

Pohon Natal Christmas Tree

Pohon Natal pertama kali muncul di Inggris pada tahun 1830-an. Popularitas saat ini pohon Natal yang dibeli pada tahun 1841, ketika Pangeran Albert Prince Albert suami Jerman Ratu Victoria Queen Victoria’s German husband menetapkan pohon Natal di Windsor Castle Windsor Castle Sejak itu, pohon Natal adalah bagian dari British Natal.

Untuk menghindari kebakaran ignition pada tahun 1895 operator telepon Amerika telephonist menemukan lampu listrik Natal electric Christmas lights mirip dengan yang kita gunakan saat ini.

Perhiasan hijau greenery

Holly holly ivy ivy dan vegetasi hijau lainnya, seperti mistletoe mistletoe sebelum Natal digunakan sebagai dekorasi selama Festival Winter Solstice Winter Solstice Festival Itulah yang mereka melambangkan:

Holly holly

Holly telah menjadi simbol diakui Natal. Menurut beberapa versi dari tanaman ini dibuat karangan bunga wreath Yesus Kristus Jesus Christ Dan setelah darah Juruselamat Savior tumpah di holly, ternyata buah merah reddened Daun berduri prickly leaves melambangkan mahkota duri thorns dari Kristus yang disalibkan crucified Christ Buah merah — setetes darah ditumpahkan oleh Yesus.

Ivy ivy

Dia harus berpegang teguh kepada sesuatu, untuk mencari dukungan dan tumbuh. Hal ini mengingatkan kita bahwa seseorang harus berpegang pada Yang Mahakuasa Lord untuk dukungan dan kekuatan.

Mistletoe mistletoe

Sejarah setangkai Natal mistletoe gantung di sebuah rumah dating kembali ke zaman Druid kuno ancient Druids Ia memiliki sifat mistis yang membawa keberuntungan ke rumah dan mengusir roh-roh jahat ward off evil spirits Dalam mitologi Norse Norse mythology digunakan sebagai simbol cinta dan persahabatan. Tradisi itu sendiri mencium di bawah setangkai mistletoe datang kepada kami dari Inggris! Sebelum setiap ciuman dengan mistletoe berry frustrasi, dan sehingga pergi sampai, sampai buah pada cabang ada pilihan sama sekali.

Christmas Song Christmas Carols

Ini pertama kali dilakukan di Eropa ribuan tahun yang lalu. Tetapi ini tidak lagu-lagu Natal yang dikenal. Mereka adalah lagu pagan pagan songs yang dinyanyikan di sekitar lingkaran batu selama perayaan Winter Solstice Winter Solstice Musim dingin solstice — hari terpendek tahun, yang biasanya jatuh sekitar 22 Desember. Kata Carol berarti «tarian» atau «nyanyian sukacita.»

Lagu sukacita ditulis dan dilakukan di semua musim, tapi tradisi memperbaiki kinerja mereka dan mempertahankan hanya saat Natal.

Lagu-lagu Natal — lagu khusus, yang dilakukan pada hari Natal. Mereka bernyanyi tentang Yesus Kristus dan kelahiran-Nya.

Lilin candles ​​

Salah satu tradisi utama minggu — karangan wreaths dengan lilin, yang memiliki arti khusus. Karangan bunga biasanya terbuat dari juniper juniper itu tentu harus memiliki empat lilin diatur melingkar. Tiga lilin ungu violet dan satu merah muda pink Cahaya lilin di muka. Yang pertama dari mereka menyalakan empat minggu sebelum liburan Natal. Setiap hari Minggu berikutnya untuk lilin lain menyala. Ungu lilin melambangkan warna liturgi Adven liturgical colour of Advent Pink lilin menyala pada hari Minggu Adven III Advent dan melambangkan harapan sukacita kedatangan Kristus ke dunia.

Pada Hari Natal di pusat karangan bunga mengatur lilin kelima. Ini mungkin putih atau merah. Dia menyala selama Natal dan melambangkan Yesus Kristus — «Terang Dunia» Light of the World

Kristingl Christingle

Natal tradisional di Inggris kristingl. Namanya berarti «Terang Kristus» Christ Light yang datang ke dunia ini. Dikatakan bahwa kristingl diperkenalkan oleh Perusahaan Gereja Anglikan untuk membantu anak-anak yang telah meminjam tradisi Gereja Moravia Jerman.

Oranye orange bulat, seperti dunia. Pada tengahnya berdiri lilin, memberikan cahaya dalam kegelapan, sebagai kasih Allah God’s love Red Ribbon red ribbon mengelilingi «dunia» sebagai simbol darah Kristus tercurah bagi kita. Empat tongkat menunjukkan semua empat arah all four directions dan melambangkan utara north selatan south timur east dan barat west yang pada gilirannya menandakan empat musim four seasons

Buah-buahan dan kacang-kacangan fruit and nuts dan sering permen sweets — simbol buah dari ibu — tanah, yang tumbuh di bawah sinar matahari dan hujan.

Yule log Christmas log / Yule log

Jauh sebelum tradisi menggunakan pohon Natal atau Natal Yule log. Di Inggris ia siap tahun sebelum Natal. Di hutan, pohon besar itu dipilih, ditebang dan dibiarkan berbaring dengan menghapus cabang. Pada hari raya Kelahiran log pohon ia dibawa ke rumah kepala rumah tangga saja head of family Berikutnya menjadi malas diperlakukan sebagai makhluk hidup, ia menuangkan madu honey anggur wine ditaburi dengan biji-bijian corn Setelah itu, ditempatkan di log perapian hearth atau oven stove dan dinyalakan. Log itu untuk membakar selama dua belas hari dan malam.

Menurut legenda, abu dari kayu Yule terbakar memiliki sifat magis dan diperlakukan terhadap penyakit, melindungi dari roh-roh jahat. Orang mengenakan abu di kantong di lehernya, yang tersebar di sekitar rumah.

Ada juga keyakinan bahwa jika seseorang melihat bayangan shadow tanpa kepala without head tercermin dari perapian fireplace di mana log menyala, itu akan pergi dari kehidupan tahun berikutnya.

Kepala keluarga menonton log terbakar dan percikan api sparkles Semakin ia melihat percikan api, yang lebih subur more fruitful seharusnya menjadi tahun.

Hari ini, di Inggris log Yule digantikan oleh lilin Natal tebal.

Santa Claus Santa Claus

Namanya sering dikaitkan dengan nama St. Nicholas St. Nicholas Saint Nicholas adalah uskup bishop yang hidup pada abad ke-4. setelah Kristus AD di sebuah kota bernama Mira Myra di Asia Tengah Asia Minor (Sekarang Turki Turkey Dia adalah orang yang sangat baik dan memiliki reputasi reputation helper orang miskin, yang diam-diam memberi hadiah kepada mereka yang membutuhkan mereka. Berkat kebaikan mereka Nicholas dikanonisasi he was made Saint

Santa Claus, juga disebut Santa Santa Ded Moroz Father Christmas di Inggris, Kriss Kringle di Amerika) — seorang kakek dalam gaun merah old man in red clothes dengan janggut putih panjang with a long white beard

Dikatakan bahwa Santa hidup di Kutub Utara the North Pole Di Finlandia Finland mengatakan bahwa ia tinggal di bagian utara negara itu, di Lapland Lapland Tapi semua setuju pada satu hal — ia melakukan perjalanan melintasi langit pada kereta luncur travels through the sky untuk memanfaatkan rusa reindeer team memasuki cerobong asap rumah chimney di malam hari dan menempatkan hadiah untuk anak-anak di stoking atas perapian dan di depan pohon Natal.

Candy Cane Candy cane

Salah satu simbol manis Natal — adalah, tentu saja, permen tongkat. Hal — Caramel caramel dalam bentuk tongkat cane Oleh tradisi, itu adalah putih dengan garis-garis merah red stripes dengan rasa kayu manis cinnamon dan mint mint sehingga sering mungkin untuk mendengar lebih banyak dari namanya — «peppermint tongkat» peppermint stick atau menempel kayu manis cinnamon stick Hari ini, itu adalah memperlakukan dainty memiliki berbagai selera, warna dan ukuran.

Candy Cane memiliki bentuk huruf “ J ” , yang melambangkan nama «Yesus» Jesus Orang tua memberikan anak-anak mereka permen seperti untuk Natal.

Kartu Natal Christmas Cards

Orang di seluruh dunia mengirim kartu Natal kepada teman dan keluarga. Kartu Natal pertama diciptakan dan dikirim pada tahun 1843. Seorang pria bernama John Kalkott Horsley John Calcott Horsley dicetak kartu Natal pertama bagi Sir Henry Cole Sir Henry Cole — teman yang memberinya ide.

 

 

Hadiah presents

Di jantung tradisi untuk saling memberi dan menerima hadiah untuk Natal giving and receiving presents — pengingat hadiah yang Yesus disajikan orang bijak wise men dupa frankincense emas gold dan mur myrrh

Kemenyan adalah parfum perfume untuk ibadah worship kepada Yesus. Emas dikaitkan dengan Kings kings dan orang-orang Kristen Christians percaya bahwa Yesus — Raja Raja the King of Kings Mirra adalah aroma, yang mencakup mayat dead bodies Karunia ini melambangkan bahwa Yesus akan menderita dan mati bangkit resurrect

Cookie untuk Santa Cookies for Santa

Simbol lain dari tradisi Natal — cookie yang anak-anak berangkat ke Santa di atas perapian, sebagai simbol rasa syukur a token of gratitude untuk pekerjaan itu melakukan setiap Natal.

Makan malam Natal Christmas dinner

Makan malam tradisional Natal di Inggris harus menyertakan kalkun turkey dengan kentang potatoes dan sayuran lainnya vegetables Setelah makan malam, puding Natal harus Christmas pudding — puding manis, yang terdiri dari sejumlah besar buah kering dried fruit dan sering menuangkan brendi terbakar burning brandy Hidangan lain tradisional di Inggris — kue Natal Christmas cake Ini juga termasuk sejumlah besar buah kering. Kue yang sama ditutupi dengan gula icing icing

Gembira suasana meriah berlaku di Inggris selama sekitar satu bulan. Ini benar-benar musim meriah. Jadi bersama dengan keinginan tradisional Merry Christmas! (Selamat Natal!) Dan Happy New Year! (Selamat Tahun Baru!) Anda sering mendengar Have a Happy Holiday Season (Happy Holidays!). Kartu pos smskah text messages txts atau chat room sering menggunakan Xmas – Merry Xmas ‘N Happy New Year! Year!

 

6. Silakan datang ke Gereja pada tanggal 8 Oktober 2017, dengarkan dan catat apa yang dikatakan oleh Pendeta dan mintalah pendeta tersebut tanda tangan setelah penyembahanmu

Minggu Ketujuhbelas Setelah Trinitatis

BERLARI-LARI KEPADA TUJUAN

Ep.    Filipi 3: 4b-14

Tujuan orang Kristen adalah kehidupan kekal bersama Tuhan Yesus di sorga. Untuk itu setiap orang Kristen harus melakukan pertobatan, meninggalkan masa lalunya yang buruk, fokus menuju kehidupan bersama Tuhan Yesus. Buku Ende HKBP No. 261:1 dalam bait terakhir mengatakan: Pandang si tujuon, ima Yesus i (yang jadi tujuan, hanya Yesus). Kita harus selalu mengarahkan diri kepada Tuhan Yesus, jangan berpegang pada kebenaranmu (Ayat 4-7).

Paulus sebelum bertobat, adalah seorang yang taat pada Hukum Taurat, bahkan Doktor Teologi agama Yahudi. Secara lahiriah dia disunat, anggota elit Israel dari suku Benyamin. Sedang hak istimewanya, dia orang Ibrani asli, orang Parise, kepala pemberantas orang Kristen. Kedudukannya sangat tinggi, dia brillian dan berani, tapi setelah bertemu dengan Tuhan Yesus, dia berbalik jadi orang yang mengasihi dan memuliakan Tuhan, serta menjadi pemberita Injil yang paling ulet  ke berbagai suku bangsa dengan tidak mengenal lelah.

Nats ini mengajak kita meniru rasul Paulus, meninggalkan masa lalu yang tidak berkenan di hadapan Tuhan menuju kehidupan baru yang berpengharapan. Untuk itu kita harus mengenal Tuhan dengan sungguh-sungguh secara pribadi dalam hubungan yang intim dan terus-menerus dengan Dia. Kita harus dapat meresapkan penga-laman hidup Tuhan Yesus, tentang kematian dan kebangkitanNya, sehingga turut ambil bagian dalam pengalaman itu. Kemudian seperti seorang atletik, kita berlari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus (Ayat 14). Dengan meninggalkan masa lalu, sekarang telah tersedia bagi kita mahkota kebenaran yang dikaruniakan oleh Tuhan Yesus, Hakim yang adil pada hari-Nya bagi semua orang percaya (2Tim. 4:8).

 

Bank Menurut Hukum Islam

Islam sebagai agama sempurna memberi pedoman hidup kepada umat manusia, dimana ajarannya secara garis besar mencakup ibadah khusus (mahdoh) yang menyatakan bahwa dalam urusan ibadah semua haram kecuali bila secara pasti terdapat dalil yang memerintahkan, dan masalah mu’amalah atau al-adh yang menyatakan bahwa semua boleh, kecuali bila secara pasti terdapat dalil yang melarangnya.

Di dalam Islam, untuk memecahkan masalah-masalah yang berkembang dalam kehidupan masyarakat, diperlukan pemikiran rasional yang di sebut ijtihad. Diantara ilmu ke Islaman yang merupakan hasil ijtihad yaitu ilmu ekonomi, yang di dalamnya antara lain dibahas mengenai sistem perbankan.

Masalah bunga bank atau rente dalam perbankan inilah, yang sudah sejak lama menjadi ganjalan bagi umat Islam termasuk di Indonesia, apakah bunga bank itu sama dengan ria atau tidak.

Pengertian dan Fungsi Bank

Bank adalah lembaga keuangan berbentuk badan usaha yang kegiatannya menerima dan memberi. Menerima dalam arti menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan, seperti tabungan, deposito, dan giro. Memberi dalam arti bahwa dana yang diperoleh dari masyarakat itu, oleh bank disalurkan lagi kepada masyarakat yang membutuhkan, berupa pinjaman guna membiayai kegiatan investasinya.

Fungsi bank ini dapat diperinci sebagai berikut:

  1. Sebagai pencipta uang
  2. Sebagai penghimpun dana
  3. Sebagai perantara kredit
  4. Sebagai pemberi jasa

Bank secara fungsinya betul-betul sangat bermanfaat bagi masyarakat. Akan tetapi oleh karena bank dalam usahanya memungut bunga, maka timbullah keragu-raguan di hati sebagian masyarakat Islam untuk berhubungan dengan bank.