Assignment15

1.Pertanyaan:

 

Terima kasih kepada Mahasiswa/i kelas UM110Z  telah bergabung pada kelas ini. Saya berharap kalian enjoy pada kelas ini. Berikut ini adalah assignment terakhir sebelum UAS. Silahkan mengisi assignment ini. Saya selalu berdoa buat kalian agar kalian dapat lulus dengan hasil yang terbaik. 

 

2. Status : Tercapai 100%

3. Keterangan atau Pernyataan : Saya sudah mengerjakan assignment di atas

4. Bukti :

 

Assignment 13

1.Pertanyaan

 

1. Explain the Paul F. Knitter model in the book “No Other Name?”

2. What is meant by “Soteriocentrism”

3. Does religion create world peace? Explain

4. How is the role of religion in creating world peace?

5. Describe models of inter-religious dialogue!
(You can take the concept from the opinions of experts)

6. What is a liberating theology?

7. Explain the background of different views in everyday life!

8. Explain how the dialogue can be a solution to overcome the differences of perspective!

 

2. Status : Tercapai 100%

3. Keterangan atau Pernyataan : Saya sudah mengerjakan assignment di atas

4. Bukti :

 

jawaban 1:

Assignment 12

1.Pertanyaan

 

1. Explain the purpose of inter-religious dialogue

2. Describe the conditions of inter-religious dialogue

3. Describe the kinds of inter-religious dialogue

4. Do you think that inter-religious dialogue is considered very important? Explain!

5. Have you ever inter-religious dialogue in your life? When? Explain!

 

2. Status : Tercapai 100%

3. Keterangan atau Pernyataan : Saya sudah mengerjakan assignment di atas

4. Bukti :

 

jawaban 1 :

Menurut aku Antar agama itu seperti ini ”Di atas segalanya, kasihilah satu sama lain dengan sungguh-sungguh, karena kasih menutup banyak sekali dosa.”1 Petrus 4:8.

 

Rangkuman Lesson 14

  1. Pengertian Hadits.
  • Hadits adalah segala perkataan (sabda), perbuatan, ketetapan dan persetujuan dari Nabi Muhammad SAW yang dijadikan ketetapan atau hukum dalam agama Islam.
  • Hadits berkedudukan ke dua setelah A-Qur’an sebagai sumber Hukum, sedangkan Ijma dan Qiyas menempati berikutnya .
  • Hadits/As-Sunah sebagai sumber hukum kedua setelah Al-Qur’an sesuai  Sabda Rasul, yang diriwayatkan Abu Dawud dengan sanad yang shoheh Hadits Riwayat Ahmad dalam Musnad IV/130. No hadits 4604. “Ketahuilah sesungguhnya aku diberi  Al-Qur’an dan (sesuatu) yang serupa dengan-nya, yakni As-Sunah”.
  • Hadits sering dinamakan juga As-Sunah.

 

  1. Pengertian Sunah Menurut Para Ahli.
  • Menurut Ahli Hadis : Sabda, pekerjaan, ketetapan, sifat (watak budi atau jasmani) atau tingkah laku Nabi Muhammad SAW, baik sebelum menjadi Nabi maupun  Dengan ini , Sunah sinonim dengan  Hadits menurut ulama Hadis.
  • Menurut Ahli Ushul Fiqih : Sabda nabi Muhammad SAW yang bukan berasal  dari Al-Qur’an, pekerjaan atau ketetapannya.
  • Menurut Ahli Fiqih : Hal-hal yang berasal dari nabi Muhammad SAW, baik ucapan maupun pekerjaan tetapi hal itu tidak wajib dikerjakan.
  • Menurut dalam syair Arab : Penyair khalid sunah = tradisi, penyair Labid sunah = aturan, Penyair hasan bin Tsabit sunah = tradisi/aturan.
  1. Pengertian Sunah Dalam Al-Qur’an.
  • Surat An-Nisa ayat 26 (wa yahdiikum sunana –al-ladzina min qoblikum ( bermakna jalan = tata cara, pendapat Imam Al-Qurtubi).
  • Surat Al-Anfal, 38 : fa- qod madhot sunnatal awaliin, sunah menurut Ibnu Katsir yaitu aturan.
  • Surat Al-Fath, 23 : ‘Sunnatallahi latii qod kholat min qoblu, menurut Ibnu Katsir yaitu Tata cara atau kebiasaan.
  1. Pengertian Sunah dalam Sabda Rasul.
  • Menurut Ibnu hajar bermakna tata cara atau tradisi,  sesuai hadits dari Abu Said , Ata bin Yasir , Rasul bersabda : “Kamu semua niscaya akan mengikuti ‘sunah’ orang-orang sebelum kamu, sejengkal, demi sejengkal- sedepa demi sedepa…..”
  • Hadits “…..Barangsiapa yang tidak suka kepada sunahku, maka  berarti ia tidak termasuk golongan-ku”.
  • Sunah berarti Syariah dan tata cara yang wajib. Ibnu Buraidah mengatakan, ia diberitahu Abdullah Al-Mujanni bahwa nabi Muhammad SAW bersabda : “Sholatlah kamu sebelum sholat maghrib” dan pada ketiga kalinya nabi menambahkan kata-kata “Bagi yang mau” sebab Beliau khawatir kalau hal itu dianggap sunah oleh orang-orang, sunah di sini bermakna Syariah dan tata cara yang wajib.
  1. Hadis Qudsi Dan Hadis Nabawi.
  • Hadis Qudsi : secara bahasa Qudsi berasal dari quds bermakna kebersihan, kesucian. Sehingga Qudsi mengesankan Rasa Hormat.Quds-taqdis = tathir (suci, bersih).
  • Secara definisi Hadis Qudsi : Hadis yang oleh Nabi SAW disandarkan pada Allah, maka Rasul sebagai perawi kalam Allah dengan lafal dari nabi sendiri.
  • Hadis Qudsi mempunyai dua periwayatan : pertama, RASUL BERSABDA SEPERTI YANG DIRIWAYATKAN DARI ALLAH contoh H.R Imam Muslim dari Abi Hurairah Rasul bersabda : “Wahai hambaku, sesungguhnya aku telah mengharamkan perbuatan dholim pada diriku, dan aku haramkan pula  untuk kalian. Kedua : RASUL BERSABDA, ALLAH BERFIRMAN contoh. H.R Imam Bukhari dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda, Allah SWT berfirman : “Aku selalu dalam persangkaan hambaku terhadap aku, dan aku selalu bersamanya, Apabila dia mengingat-Ku  niscaya Aku mengingat-nya.
  • Hadis Nabawi : Apa saja yang disandarkan kepada Nabi SAW, baik berupa perkataan, perbuatan, persetujuan dan sifat.
  • Hadis Nabawi yang berupa perkataan {Qauli) contoh “Inamaa al- ‘amalu bi niyati”, berupa perbuatan (fi’li) hadis tentang sholat “sholluu ka-maa roaitumuu-nii usholi “.  Sedangkan berupa persetujuan atau ketetapan (taqriri) hadis tentang makan biawak yang dihidangkan  serta persetujuan perang. Sedangkan berupa sifat nabi SAW bermuka cerah, perangai halus, tidak berbicara kotor, tidak suka mencela dan tidak berteriak keras.
  • Hadis Nabawi ada dua sifat : Taufiqi (yang disimpulkan oleh Rasulullah menurut pemahaman terhadap Al-Qur’an. Karena beliau punya tugas menjelaskan Al-Qur’an. Kedua bersifat Tauqifi (Kandungannya diterima oleh Rasulullah dari Wahyu. Lalu Beliau menjelaskan kepada manusia dengan kata-katanya sendiri.
  1. Perbedaan Hadis Qudsi Dan Al-Qur’an
  • Al-Qur’an Kalamullah, yang lafalnya langsung disampaikan kepada Rasulullah, merupakan mukjizat, hadis qudsi bukan kalamulah.
  • Al-Qur’an dinisbatkan langsung kepada Allah SWT, Hadis kudsi terkadang dinisbatkan pada Allah terkadang tidak.
  • Isi Qur’an dinukil secara mutawatir sehingga kepastiannya mutlak, Hadis Qudsi kebanyakan khabar ahad kepastiannya masih dhonni (dugaan).
  • Membaca Al-Qur’an termasuk ibadah baik dalam sholat maupun luar sholat, membaca hadis Qudsi diberi pahala secara umum saja.
  1. Pengertian Risalah
  • Risalah Bila diambil akar bahasa Arab “Ro-SA-La/ar-sa-la ) berarti mengutus atau berkirim surat. Namun bila dimaknai sesuai dengan kamus Besar Bahasa Indonesia yaitu : yang dikirimkan, edaran atau karangan ringkas mengenai masalah di ilmu pengetahuan.
  • Karena risalah itu banyak macamnya, maka tidak mudah dan sama untuk mendefinisikan secara umum tentang risalah.
  1. Macam-Macam Risalah
  2. Risalah Paripurna (Membahas Allah dalam Berbagai sudut Pandang)
  3. Risalah Tauhid ( membahas tentang pengertian Tauhid, macam tauhid dll).
  4. Risalah Utama (Risalah Rasulullah, Risalah Al-Hadits, Risalah As-Sunah).
  5. Risalah Para Rasul ( tentang 25 para nabi dan rasul).
  6. Risalah Kitab-Kitab Wahyu ( Al-Qur’an, Injil, Taurot, Zabur).
  7. Risalah Fiqih (Pengertian Fiqih, Ushul Fiqih, Pendapat dan karya ulama ushul dan fiqih, dll).
  8. Penjelasan Ringkas Risalah
  • Risalah Paripurna membahas tentang  Allah SWT  ( Allah mengabulkan doa hamba-Nya, Allah menambah nikmat hamba-Nya yang bersyukur,  Rahasia berserah diri dan tawakal kepada Allah SWT, Allah meletakan kebaikan dalam tiap peristiwa, Allah membuat wajah orang beriman bercahaya dll.).
  • Risalah Tauhid : bila diambil dari akar katanya “tau-hid” berarti menjadikan sesuatu satu. Dasar tauhid surat An-Nahl : 36  ‘’……Sembahlah Allah dan jauhilah tagut, kemudian diantara mereka ada yang diberi petunjuk Allah dan ada pula yang tetap dalam kesesatan….”. Tauhid ada tiga jenis , pertama Rububiyah (mentauhidkan Allah lewat apa yang dikerjakan Allah SWT, kedua Uluhiyah yaitu mengesakan Allah SWT lewat pekerjaan hamba (berdoa, roja’, khauf, mahabbah), serta Tauhid Asma wa shifat Allah yaitu mentauhidkan Allah SWT lewat sifat-sifat dan asma Allah SWT.
  • Risalah Kitab-Kitab Wahyu : Zabur atau Mazmur yaitu sejenis puji-pujian, berasal dari bahasa kata PSALLO yang berarti memainkan musik atau memetik jari. Mazmur juga berarti kidung,lagu atau iringan musik yang menyertai nyanyian atau lagu.
  • Taurot atau Torah : Kitab ini sudah diragukan keasliannya sebab ditulis tidak dari satu sumber namun dari empat sumber yaitu : YAHWIST, ELOHIST, DEUTERONOMIS, DAN PRIESTER yang ditulis oleh banyak penulis berkisar tahun 900sm-500sm. Saat itu lingkungan dan suasana berbeda-beda (Israil,Yehuda, Babilonia) yang kemudian oleh penulis akhir disimpulkan dan diberi nama KITAB TAURAT.
  • Demikian juga Empat Injil (Matius, Markus, Lukas dan Yahya) juga tida orisinil lagi, sebab penulisannya dari 4 dokumen A, B, C dan Q menjadi injil sementara : MATIUS, INTERMEDIER, PROTO LUKAS DAN PROTO YAHYA sampai menjadi injil sekarang yang definitif : MATIUS, MARKUS, LUKAS dan YAHYA telah banyak mengalami perubahan. (sumber M. Darojat Ariyanto – Fakultas agama Islam Univ. Muhammadiyah Surakarta. Jl. A.Yani Pabelan, Tromol PO. I. Kartasura Surakarta 57102).
  • Risalah 4 pemuda Muslim dalam Memikul Risalah : Dasar Risalah adalah surat Al-Ashr sehingga menghasilkan 4 pilar yakni : Al-Ilmu/Memahami Islam, Al-Amalu Bih/mengamalkan, Ad-Dakwatu Alaih/mendakwahkan, As-Shobru ‘alal Adzafih/Sabar dalam memikul amanat.

assigment 11

1.Pertanyaan

 

1. Explain the meaning of the book of Galatians 5: 16-17

2. What do you know about PROMISE

3. Mention the content of God’s covenant with Abraham in Genesis 17: 1-22

4. Mention the content of God’s covenant with man

5. Explain the highest law before God

6. Explain the meaning of Isaiah 11: 4

 

2. Status : Tercapai 100%

3. Keterangan atau Pernyataan : Saya sudah mengerjakan assignment di atas

4. Bukti :

 

jawaban 1:

arti dari kitab Galatia 5: 16-17

5:16 Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, l maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging. m 5:17 Sebab keinginan daging n berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging 1 –karena keduanya bertentangan–sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki.

yang artinya :

Sebab daging akan terus menerus berjuang melawan Roh dan Roh pun juga akan terus menerus berjuang melawan daging. Itulah sebabnya Rasul Paulus memerintahkan kita untuk “terus menerus konsisten berjalan di dalam Roh”.

Karena jika terus menerus konsisten berjalan di dalam Roh, maka Roh akan terus menerus melawan kedagingan kita sehingga kedagingan kita mati dan tidak bisa menguasai tubuh kita. Namun, jika kita terus menerus hidup di dalam kedagingan, maka kedagingan kitalah yang akan terus menerus melawan Roh kita sehingga kita akan terus menerus hidup di dalam dosa.

Inilah kunci utama Kekeristenan. Jadi jika kita lalai sedikit saja berjalan di dalam Roh, maka dengan sendirinya daging mulai hidup dan berusaha untuk menguasai tubuh kita. Itulah sebabnya Rasul Paulus memerintahkan kita untuk “terus menerus berjalan di dalam Roh, setiap jam, setiap menit, bahkan setiap detik agar daging kita mati dan tidak menguasai tubuh kita”

Jadi gampangnya begini, “jika kita saat ini terus menerus hidup di dalam daging kita/ terus menerus hidup di dalam dosa-dosa kita, maka sudah bisa dipastikan bahwa kita tidak sedang berjalan di dalam Roh, namun jika kita saat ini terus menerus berjalan di dalam kebenaran/ tidak berjalan/ tidak menuruti keinginan-keinginan daging kita, maka saat ini kita sedang berjalan di dalam Roh”

Inilah inti dari kehidupan Kekeristenan sesungguhnya yang ingin disampaikan oleh Rasul Paulus. Jadi kalau saat ini kita masih saja terus menerus merokok, menyembah patung, masturbasi, menonton video porno, narkoba, ganja, sombong, pemarah, congkak, dll. Maka sudah sangat jelas, kita saat ini sedang hidup di dalam daging, bukan di dalam Roh. Yang kita layani saat ini adalah Bapa segala dusta yaitu, Iblis. Dan jika kita terus menerus melayani kehendak Iblis itu, maka sudah sangat jelas, bahwa kita pasti akan dilempar ke neraka

 

jawaban 2:

PROMISE

Kita terkadang bisa terjebak pada situasi demikian. Dalam kasus lain, karena segan, tidak mau membuat orang lain kecewa, atau alasan lain, kita bisa melakukan “lips-service” dengan membuat sebuah janji atau dengan ringan mengatakan ya. Soal ditepati atau tidak itu soal nanti, yang penting janjikan saja dulu. Alasan bisa dicari belakangan. Sakit, kurang enak badan, urusan keluarga, mogok, mungkin menjadi alasan paling favorit bagi banyak orang untuk melanggar janjinya. Bagi kebanyakan orang perilaku seperti ini mungkin dianggap manusiawi dan wajar. Bagaimana menurut Tuhan? Perilaku ini tidak diperbolehkan bagi orang percaya. Mengapa demikian? Karena perilaku ingkar janji ini tidak berbeda jauh dengan berbohong. Yesus berkata tegas: “Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.” (Matius 5:37). Atau dalam bahasa Inggrisnya: “Let your Yes be simply Yes, and your No be simply No; anything more than that comes from the evil one.” Aturannya jelas. Jika kita sudah mengatakan ya, tepatilah, sebelum si jahat menemukan sebuah lahan bermain yang menyenangkan dalam diri kita dan kemudian membuat kita terus bertumbuh menjadi pembohong-pembohong kelas kakap yang tidak lagi merasa bersalah ketika melakukannya.

Yesus mengatakan hal ini dalam konteks menasihati kita untuk tidak bersumpah,yang mengacu kepada 10 Perintah Allah: “Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu” (Keluaran 20:16). Pada kenyataannya, manusia terkadang begitu mudah bersumpah demi segala sesuatu, bahkan berani bersumpah dengan mengatasnamakan Tuhan untuk sesuatu kebohongan. Ini jelas-jelas merupakan sebuah pelanggaran. Tuhan sangat tidak suka, begitu tidak sukanya sampai dikatakan jijik dengan sikap/kebiasaan seperti ini. Lewat kitab Mazmur kita bisa melihat ayatnya. “Engkau membinasakan orang-orang yang berkata bohong, TUHAN jijik melihat penumpah darah dan penipu.”(Mazmur 5:7). Dari ayat ini kita melihat bahwa menipu bukanlah pelanggaran ringan. Seorang penipu itu disamakan dengan pembunuh. Hal ini masuk akal, karena dengan menipu atau ingkar janji kita bisa membunuh harapan dan kepercayaan orang dan bisa merugikan orang lain. Ada seorang teman saya yang mengalami masalah untuk mempercayai orang lain karena semasa kecilnya ia sering diberi janji-janji kosong oleh orang tuanya. Lihatlah bahwa menipu bisa membawa kerusakan berat dalam gambar diri atau kepribadian seseorang yang akan butuh waktu lama untuk dipulihkan. Tidak mengherankan apabila Tuhan memberi hukuman berat kepada orang yang gemar berbohong atau menipu. Salomo mengingatkan lebih lanjut akan hal ini. “Saksi dusta tidak akan luput dari hukuman, orang yang menyembur-nyemburkan kebohongan tidak akan terhindar.” (Amsal 19:5). Pada saatnya, orang-orang pembohong tidak akan luput dari hukuman. Begitu seriusnya, hingga ketika seseorang berbohong, maka Tuhan pun akan menjadi lawannya. (Yehezkiel 13:9).

Belajarlah sejak dini untuk menepati dan menganggap serius sebuah janji. Orang yang selalu menepati janji dengan sendirinya menjadi saksi kuat akan dirinya sendiri dalam hal kebenaran, sehingga mereka tidak lagi perlu mengucapkan sumpah-sumpah lewat bibirnya untuk meyakinkan orang lain. Demikian pula dengan nazar, yang merupakan janji kita terhadap Tuhan ketika memohon sesuatu. Jangan pernah menunda atau lupa membayar nazar, karena itu juga akan menjadi sebuah kebohongan yang sangatlah tidak berkenan di hadapan Tuhan. “Kalau engkau bernazar kepada Allah, janganlah menunda-nunda menepatinya, karena Ia tidak senang kepada orang-orang bodoh. Tepatilah nazarmu.” (Pengkotbah 5:4). Seperti apa yang diajarkan Yesus, hendaklah kita mau menghormati janji dengan menepatinya. Jika ya, katakanlah ya. Jika tidak, katakan tidak. Diluar itu adalah kebohongan yang datang dari si jahat. Ketika mengatakan ya, peganglah itu dengan sungguh-sungguh. Jangan biasakan untuk memberi janji-janji palsu dengan alasan apapun. Ada sebuah ungkapan dalam bahasa Inggris yang berbunyi  “never make a promise you can’t keep”, dan ini baik untuk kita ingat. Hendaklah kita selalu mengutamakan kejujuran agar tidak membuka peluang bagi iblis untuk berpesta pora menghancurkan segala yang sudah kita bangun dengan susah payah. Ingatlah bahwa janji yang dibuat asal-asalan dan tidak ditepati akan mengakibatkan ketidakpercayaan orang pada kita, dan juga sebuah dosa menjijikkan di hadapan Tuhan.

Never make a promise you can’t keep

 

jawaban 3 :

isi perjanjian Allah dengan Abraham dalam Kejadian 17: 1-22

Perjanjian Allah berikutnya dibuat-Nya dengan Abram yang dipanggil-Nya keluar dari kampung halamanya di Ur-Kasdim Mesopotamia dengan janji untuk memberikan tanah Kanaan, janji untuk memberkati dia dan keturunanya serta janji untuk menjadi Allah-nya dan Allah keturunanya . Melalui Abram yang kemudian disebut Abraham ini Allah bahkan bersumpah demi diri-Nya sendiri, semua bangsa dimuka bumi akan mendapat berkat. Inti dari perjanjian ini adalah tetap sama yaitu kasih karunia pemeliharaan dan keselamatan dari Allah.

Kejadian 15:18  Pada hari itulah TUHAN mengadakan perjanjian dengan Abram serta berfirman: “Kepada keturunanmulah Kuberikan negeri ini, mulai dari sungai Mesir sampai ke sungai yang besar itu, sungai Efrat:

Kej 17:7  Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau serta keturunanmu turun-temurun menjadi perjanjian yang kekal, supaya Aku menjadi Allahmu dan Allah keturunanmu.

Sama dengan perjanjian yang dibuat Allah dengan Nuh demikian pula perjanjian Allah dengan Abraham berlaku kekal selamanya, namun perjanjian ini juga bersifat khusus yang ditandai dengan sunat. Bagi keturunan jasmani Abraham yang tidak disunat maka perjanjian menjadi batal.

Kej 17:10  Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat;

Kej 17:14  Dan orang yang tidak disunat, yakni laki-laki yang tidak dikerat kulit khatannya, maka orang itu harus dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya: ia telah mengingkari perjanjian-Ku.”

 

jawaban 4 :

isi perjanjian Allah dengan manusia

Allah selalu menepati janji-janji-Nya. Ada dalam Alkitab,Sebab Yesus Kristus, Anak Allah, yang diberitakan kepadamu oleh Silas, Timotius, dan oleh saya sendiri bukanlah orang Ya dan Tidak. Sebaliknya Ia merupakan jawaban Ya dari Allah. Sebab melalui Dia Allah sudah mengatakan Ya terhadap semua janji-Nya. Berdasarkan itulah kita mengucapkan Amin kepada Allah karena Yesus Kristus. Kami berbuat begitu supaya Allah dimuliakan (2 Korintus 1:19-20).

Allah tak pernah menarik kembali atau merubah janji-janji-Nya. Ada dalam Alkitab, ”Perjanjian-Ku dengan dia takkan Kubatalkan, dari janji-Ku tak satu pun Kutarik kembali (Mazmur 89:35).

Tidak ada janji Allah yang gagal. Ada dalam Alkitab,Sekarang sudah waktunya saya mati. Kalian semua, masing-masing tahu benar bahwa TUHAN Allahmu sudah memberikan kepadamu segala yang baik yang dijanjikan-Nya. Setiap janji-Nya sudah ditepati-Nya, tidak satu pun yang tidak (Yosua 23:14).

Kita telah dijanjikan hidup kekal. Ada dalam Alkitab,Dan inilah yang dijanjikan Kristus sendiri kepada kita: hidup sejati dan kekal (1 Yohanes 2:25).

Allah bisa mengerjakan yang mustahil. Ada dalam Alkitab,Yesus menjawab, “Yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah! (Lukas 18:27). Kita telah dijanjikan hati dan keinginan yang baru. Ada dalam Alkitab,Maka kamu Kuberikan hati yang baru dan pikiran yang baru. Hatimu yang sekeras batu itu akan Kuganti dengan hati yang taat (Yehezkiel 36:26).

Ia telah menjanjikan pengampunan. Ada dalam Alkitab,Tetapi kalau kita mengakui dosa-dosa kita kepada Allah, Ia akan menepati janji-Nya dan melakukan apa yang adil. Ia akan mengampuni dosa-dosa kita dan membersihkan kita dari segala perbuatan kita yang salah (1 Yohanes 1:9).

Ia telah menjanjikan buah-buah Roh. Ada dalam Alkitab,Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri (Galatia 5:22-23).

Ia telah menjanjikan kelepasan dari takut. Ada dalam Alkitab,Aku berdoa kepada TUHAN, dan Ia menjawab, dan melepaskan aku dari segala ketakutan (Mazmur 34:5).

Allah telah menjanjikan keselamatan untuk anak-anak kita. Ada dalam Alkitab, TUHAN menjawab, Itulah yang akan terjadi. Tawanan para pahlawan akan direbut kembali. Jarahan orang kejam akan dirampas lagi. Sebab Aku sendiri melawan musuhmu; Aku akan menyelamatkan anak-anakmu (Yesaya 49:25, ).

Kita dijanjikan Roh Kudus. Ada dalam Alkitab,Walaupun kalian jahat, kalian tahu juga memberikan yang baik kepada anakmu. Apalagi Bapa di surga! Ia akan memberikan Roh-Nya kepada mereka yang meminta kepada-Nya! (Lukas 11:13, ).

Segala keperluan kita akan disediakan. Ada dalam Alkitab,Allah yang saya sembah, yang melimpah dengan kekayaan dalam Kristus Yesus, akan memenuhi segala keperluanmu (Filipi 4:19)

Tidak ada perkara yang baik yang akan ditahan. Ada dalam Alkitab,Sebab TUHAN Allah pelindung kita dan raja yang agung, yang menganugerahi kita kasih dan kehormatan. Ia tak pernah menolak apa pun yang baik terhadap orang yang hidupnya tidak bercela (Mazmur 84:12)

Ia telah menjanjikan hikmat atau kebijaksanaan. Ada dalam Alkitab,Kalau ada seorang di antaramu yang kurang bijaksana, hendaklah ia memintanya dari Allah, maka Allah akan memberikan kebijaksanaan kepadanya; sebab kepada setiap orang, Allah memberi dengan murah hati dan dengan perasaan belas kasihan.Yakobus 1:5

Allah telah menjanjikan damai. Ada dalam Alkitab,UHAN, Engkau memberi damai dan sejahtera kepada orang yang teguh hatinya, sebab ia percaya kepada-Mu (Yesaya 26:3).

Allah telah menjanjikan kelepasan dari pencobaan. Ada dalam Alkitab,Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya (1 Korintus 10:13).

Kita memiliki janji kesehatan dan kesembuhan. Ada dalam Alkitab,”

30:17 Sebab Aku akan mendatangkan kesembuhan bagimu, Aku akan mengobati luka-lukamu, demikianlah firman TUHAN, sebab mereka telah menyebutkan engkau: orang buangan, yakni sisa yang tiada seorang pun menanyakannya (Yeremia 30:17). namun kamu akan Kubuat sehat kembali, dan luka-lukamu akan Ku obati.

Allah telah menjanjikan perlindungan dari malapetaka dan bahaya. Ada dalam Alkitab, Malapetaka tidak akan menimpa kamu, dan tulah tidak akan mendekat kepada kemahmu (Mazmur 91:10).

Alkitab berjanji bahwa orang mati akan hidup kembali. Ada dalam Alkitab,Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya, dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum(Yohanes 5:28-29).

Yesus telah menjanjikan bahwa Ia akan datang kembali. Ada dalam Alkitab,Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada (Yohanes 14:2-3). Ia telah menjanjikan bahwa kematian, kesedihan, dan sakit akan berakhir. Ada dalam Alkitab,Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu (Wahyu 21:4).

 

jawaban 5 :

hukum tertinggi di hadapan Tuhan
  1. Hukum Kasih

Hukum dunia berkata kejahatan harus dibalas, sementara Hukum Tuhan berkata kasihilah musuhmu, berdoalah bagi mereka (Mat 5:44, Rom 12:12).

  1. Hukum Iman

Hukum dunia berkata lihat dulu baru percaya, sementara iman memampukan orang untuk mempercayai sesuatu yang belum terlihat (Ibr 11:1, Yoh 20:29).

  1. Hukum Melayani

Hukum dunia berkata orang dengan jabatan paling tinggi adalah yang paling pantas dilayani, sementara Hukum Tuhan berkata siapa ingin menjadi yang terbesar, hendaklah ia melayani (Mat 20:27, Luk 22:27, Mat 23:11).

  1. Hukum Menabur

Hukum dunia berkata, keuntungan sebesar-besarnya diperoleh lewat pengeluaran sekecil-kecilnya. Namun Hukum Tuhan berkata orang yang menabur sedikit akan menuai sedikit, tetapi orang yang menabur banyak akan menuai banyak juga (2 Kor 9:6).

  1. Hukum Kemakmuran

Hukum dunia berkata kesuksesan hanya bisa diperoleh lewat kerja keras, namun Hukum Tuhan berkata berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya (Ams 10:22) karena kekayaan dan hormat ada di tanganNya (Ams 3:16).

  1. Hukum Kebahagiaan

Orang dunia hanya bisa bahagia apabila mempunyai harta, namun Yesus berkata berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga (Mat 5:3). Kebahagiaan sejati ternyata bersumber dari Yesus.

  1. Hukum Ketidakmustahilan

Ada begitu banyak kemustahilan bagi dunia, namun tidak bagi Tuhan! Daud mengalahkan Goliat hanya dengan umban dan batu (1 Sam 17:50), Yosua memerintahkan matahari dan bulan tidak bergerak (Yos 10:12-14), Musa membelah Laut Merah (Kel 14:21), Elia berdoa hujan tidak turun (1 Raja 17:1). Andalkan Tuhan dengan sepenuh hati, maka Ia pun berkenan menyatakan kemuliaanNya yang ajaib itu.

 

jawaban 6 :

arti Yesaya 11: 4

Yesaya 11:4 Tetapi ia akan menghakimi orang-orang lemah dengan keadilan, dan akan menjatuhkan keputusan terhadap orang-orang yang tertindas di negeri dengan kejujuran; ia akan menghajar bumi dengan perkataannya seperti dengan tongkat, dan dengan nafas mulutnya ia akan membunuh orang fasik.

Menurut saya :

Sistem pemerintahan Mesias sangat berbeda dari sistem pemerintahan Kerajaan Yehuda pada masa Yesaya melayani, dan sistem kerajaan-kerajaan lainnya. Seperti contoh pemerintahan yang korup, tidak jujur, mengutamakan kepentingan diri sendiri dan menindas golongan yang lemah dan miskin.

Justru dalam Kerajaan Mesias, orang lemah, tidak ditindas, melainkan “berbahagialah orang yang miskin roh…..yang berdukacita….yang dianiaya…!(Mat. 5:3,4,10). Tetapi dengan kebajikan Ia akan menilai yang lemah/miskin, menghakimi bumi: dan ia akan memukul bumi dengan mulut Nya, dan dengan nafasNya dan dengan bibirNya ia akan membunuh yang jahat.

Mesias datang sebagai perantara, pembela dan penyelamat bagi golongan yang menjadi korban dari ketidakadilan dan kesewenangan pemimpin pemerintahan. Semua yang melawan Allah akan dibinasakan dengan napas mulutNya, yakni si pendurhaka yang akan disembah bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah(bnd. Why 13; 2 Tes.2:8). Firman yang keluar dari mulutNya tidak akan kembali dengan sia-sia, tetapi akan melaksanakan apa yang dikehendakiNya(Yes. 55:11).

Assignment 13 – Adi Lestarianto Wibowo

NIKAH

Nikah asal kata ‘na-ka-ha’ bermakna kawin atau mengawinkan, jika ditinjau dari sudut bahasa ‘nikah’ bermakna juga berkumpul, atau menghimpun.

Secara Syara’ yaitu akad (ikatan) yang menghalalkan persetubuhan antara laki-laki dan perempuan dengan lafadz-lafadz yang menunjukan nikah menurut hukum Islam. Kata yang wajib digunakan yaitu “Kawin atau Nikah” (za-wa-ja atau na-ka-ha).

Dalil atau landasan pernikahan yaitu surat An-Nur/24:32, An-Nisa/4:3, atau Hadits, “An-nikahu sunnatii, fa man roghiba an-sunnatii fa-laisa minnii”.

RUKUN DAN SYARAT SYAH NIKAH

Rukun Nikah :

  1. Mempelai laki (calon suami)
  2. Mempelai wanita (calon istri)
  3. Dua orang saksi
  4. Wali Nikah
  5. Ijab dan Qobul (ijab : pernyataan menikahkan dari wali nikah, Qobul : pernyataan terima dari pihak mempelai laki).

Syarat Syah Nikah, bagi calon suami:

  1. Islam.
  2. Bukan muhrim dengan calon istri/mempelai wanita.
  3. Mengetahui walinya.
  4. Tidak dalam ihram haji atau umroh.
  5. Dengan kerelaan sendiri.
  6. Tidak sedang memiliki istri empat.
  7. Tahu bahwa perempuan yang dikehendaki syah.

Syarat Syah Nikah, bagi calon Istri :

  1. Islam.
  2. Perempuan tertentu,
  3. Bukan Muhrim.
  4. Bukan khunsa (bencong).
  5. Tidak dalam ihram haji atau umroh.
  6. Tidak sedang masa idah.
  7. Bukan masih dalam syah istri orang.

Syarat Wali :

  1. Islam.
  2. Laki-laki.
  3. Baligh.
  4. Dengan kerelaan hati.
  5. Tidak dalam ihram haji atau umroh.
  6. Tidak fasik.
  7. Tidak cacat pikiran (stres, pikun, amnesia, gila).
  8. Merdeka.
  9. Tidak dalam ditahan kuasanya.

Syarat  saksi :

  1. Islam
  2. Berakal
  3. Baligh
  4. Laki-laki
  5. Paham kandungan ijab dan Qobul.
  6. Dapat mendengar, melihat dan bicara.
  7. Merdeka.
  8. Adil (tidak dalam dosa besar).

Syarat Ijab :

  1. Pernikahan/nikah hendaklah tepat.
  2. Tidak boleh menggunakan kata-kata sindiran.
  3. Diucapkan wali atau wakilnya.
  4. Tidak diikatkan tempo.
  5. Tidak secara taklik (tiada sebutan prasyarat sewaktu ijab dan qobul)

Syarat Qobul :

  1. Ucapan harus sesuai ucapan ijab.
  2. Tidak perkataan sindiran
  3. Dilafadzkan oleh calon suami.
  4. Tidak diikatkan dengan tempo,
  5. Tidak secara taklik.
  6. Menyebut nama calon istri.
  7. Tidak diselingi perkataan lain.

HUKUM NIKAH

  • Wajib : Bagi mereka yang kuat nafsunya, tidak mampu menjaga nafsunya serta memiliki kemampuan (mahar dan biaya nikah).
  • Sunah : Punya biaya nikah namun mampu menjaga nafsu seksnya.
  • Harus : Tiada baginya bantahan atau halangan untuk kawin/nikah.
  • Makruh : Bagi mereka yang tidak memeliki kemampuan secara lahir dan bathin.
  • Haram : pernikahan yang punya maksud mendholimi pasangannya.

HIKMAH NIKAH

  • Cara halal menyalurkan nafsu seks/libido.
  • Memperoleh ketenangan hidup dan kasih sayang.
  • Memelihara kesucian.
  • Melaksanakan tuntunan syariat Islam.
  • Menjaga keturunan.
  • Mewujudkan kerjasama dan tanggungjawab.
  • Dapat mempererat silaturrahmi.

PENYEBAB HARAMNYA SEBUAH PERNIKAHAN

Orang yang dinikahi karena mahram adalah:

  • Ibu
  • Nenek dari ibu maupun bapak
  • Anak perempuan & keturunannya
  • Saudara perempuan segaris atau satu bapak atau satu ibu
  • Anak perempuan kepada saudara lelaki mahupun perempuan, yaitu semua anak saudara perempuan

Perempuan yang diharamkan menikah oleh laki-laki disebabkan oleh susuan ialah:

  • Ibu susuan
  • Nenek dari saudara ibu susuan
  • Saudara perempuan susuan
  • Anak perempuan kepada saudara susuan laki-laki atau perempuan
  • Sepupu dari ibu susuan atau bapak susuan

Perempuan mahram bagi laki-laki karena persemendaan ialah:

  • Ibu mertua
  • Ibu tiri
  • Nenek tiri
  • Menantu perempuan
  • Anak tiri perempuan dan keturunannya
  • Adik ipar perempuan dan keturunannya
  • Sepupu dari saudara istri
  • Anak saudara perempuan dari istri dan keturunannya

PEMINANGAN

Lamaran merupakan suatu ikatan janji pihak laki-laki dan perempuan untuk melangsungkan pernikahan mengikuti hari yang dipersetujui oleh kedua pihak. Meminang merupakan adat kebiasaan masyarakat Melayu yang telah dihalalkan oleh Islam. Peminangan juga merupakan awal proses pernikahan.

Hukum peminangan adalah harus dan hendaknya bukan dari istri orang, bukan saudara sendiri, tidak dalam iddah, dan bukan tunangan orang.

PERNIKAHAN YANG DILARANG DALAM SYARI’AT ISLAM

  1. Nikah Syighar, yaitu seseorang menikahkan anak perempuan-nya dengan syarat; Orang yang menikahi anak nya itu juga menikahkan putri yang ia miliki dengan nya. Baik itu dengan memberikan maskawin bagi keduanya, maupun salah satu nya saja atau tidak memberikan maskawin sama sekali.
  2. Nikah Tahlil, yaitu menikahnya seorang laki-laki dengan seorang wanita yang sudah ditalak tiga oleh suami sebelumnya. Lalu laki-laki tersebut mentalaknya. Hal ini bertujuan agar wanita tersebut dapat dinikahi kembali oleh suami sebelumnya (yang telah mentalaknya tiga kali) setelah masa ‘iddah wanita itu selesai.
  3. Nikah Mut’ah, disebut juga nikah sementara atau nikah terputus. Yaitu menikahnya seorang laki-laki dengan seorang wanita dalam jangka waktu tertentu; satu hari, tiga hari, sepekan, sebulan, atau lebih.
  4. Nikah Dalam Masa ‘Iddah.
  5. Nikah Dengan Wanita Musyrik dan Non-Muslim.
  6. Nikah Dengan Wanita-Wanita Yang Diharamkan Karena Senasab Atau Hubungan Kekeluargaan Karena Pernikahan.
  7. Nikah Dengan Wanita Yang Haram Dinikahi Disebabkan Sepersusuan.
  8. Nikah Yang Menghimpun Wanita Dengan Bibinya, Baik Dari Pihak Ayahnya Maupun Dari Pihak ibunya.
  9. Nikah Muhallil (Nikah Dengan Isteri Yang Telah Ditalak Tiga).
  10. Nikah Pada Saat Melaksanakan Ibadah Ihram.
  11. Nikah Dengan Wanita Yang Masih Bersuami.
  12. Nikah Dengan Wanita Pezina/Pelacur.
  13. Nikah Dengan Lebih Dari Empat Wanita.

Assignment 12; Adi Lestarianto Wibowo

AKHLAQ

Menurut bahasa, akhlaq itu berasal dari kata ( الخلق ) yang berarti Gerakan dan sikap lahiriyah yang dapat diketahui dengan indera penglihat, dan juga berasal dari ( الخلق ) yaitu perangai dan sikap mental yang dapat diketahui dengan bashiroh ( mata hati ).

Sementara menurut istilah akhlaq ialah sifat-sifat, perangai atau tabi’at seseorang dalam bergaul dengan orang lain atau dalam bermasyarakat.

Terdapat dua macam akhlaq dalam Islam yaitu :

  1. Akhlaq sayyiah (tercela) qobihah/madzmunah. Yaitu, semua yang dilarang Islam berupa keburukan atau kejahatan yang merugikan manusia dan kehormatannya, atau yang dianggap merusak makhluk secara umum dalam pandangan Al-Quran dan Sunnah.
  2. Akhlaq hasanah (baik), adalah akhlaq yang terpuji, akhlaq di mana kebaikan dibalas dengan kebaikan dan kejahatan dibalas dengan kejahatan yang serupa.

Akhlaq Adzimah

Akhlaq adzimah adalah akhlaq dalam menjalankan dan menegakkan prinsip-prinsip lembaga. Akhlaq adzimah adalah akhlaq berlembaga muslim, mu’min, dan mujahid. Akhlaq adzimah bersifat faridhoh.

Akhlaq Karimah

Akhlaq karimah (mulia), yaitu berperilaku sebagaimana yang diperintahkan Islam. Akan tetapi, bila ditimpa kejahatan oleh orang lain, ia tidak membalas. Walaupun mampu membalasnya, ia justru memaafkan.


LANDASAN AKHLAQ

Akhlaq adzimah adalah akhlaq dalam menjalankan dan menegakkan prinsip-prinsip lembaga. Akhlaq adzimah adalah akhlaq berlembaga muslim, mu’min, dan mujahid.

Landasan Akhlaq Adzimah adalah :

  1. Aqidah (Aqidah Tauhid), aqidah tauhid menjadi dasar aplikasi akhlaq
  2. Syari’ah, hukum merupakan landasan kedua dari akhlaq adzimah. Syari’ah merupakan sarana dan prasarana melaksanakan ibadah secara totalitas kepada Allah. Syari’ah juga akan menjadi mekanisme dan aturan-aturan baku dalam melaksanakan akhlaq adzimah.
  3. Qiyadah, sebagai sarana tegaknya risalah. Qiyadah juga menjadi tolok ukur sempurna tidaknya akhlaq adzimah seorang muslim.
  4. Daulah, sebagai wujud lembaga mulkiyah. Daulah menjadi wadah bagi setiap muslim, mukmin mujahid dalam menjalankan akhlaq adzmiah.

PROSES DAN TAHAPAN PEMBENTUKAN AKHLAQ

Islam sangat memberi perhatian yang besar terhadap pembinaan akhlaq, termasuk cara-caranya. Hubungan antara rukun iman dan rukun islam terhadap pembinaan akhlaq yang ditempuh islam adalah menggunakan cara atau sistem yang integrated, yaitu sistem yang menggunakan berbagai sarana peribadatan dan lainnya secara simultan untuk diarahkan pada pembinaan akhlaq. Cara lain yang dapat ditempuh untuk pembinaan akhlaq ini adalah pembiasaan yang dilakukan sejak kecil dan berlangsung secara kontinyu.

Dalam tahap-tahap tertentu, pembinaan akhlaq, khususnya akhlaq lahiriah dapat pula dilakukan dengan cara paksaan yang lama kelamaan tidak lagi terasa dipaksa.

Cara lain yang tak kalah ampuhnya adalah melalui keteladanan. Pendidikan itu tidak akan sukses, melainkan jika disertai dengan pemberian contoh teladan yang baik dan nyata.

Selain itu pembinaan akhlaq dapat pula ditempuh dengan cara senantiasa menganggap diri ini sebagai yang banyak kekurangannya dari pada kelebihannya. Pembinaan akhlaq secara efektif dapat pula dilakukan dengan memperhatikan faktor kejiwaan sasaran yang akan dibina.

Proses dan tahapan pembinaan akhlaq adalah :Hijrah Syariah, Hijrah khilafah dan Hijrah ibadah.


MANFAAT AKHLAQ MULIA

Keberuntungan dari akhlaq yang mulia, antara lain:

  1. Memperkuat dan menyempurnakan agama
  2. Mempermudah perhitungan amal di akhirat
  3. Menghilangkan kesulitan
  4. Selamat hidup di dunia dan akhirat

Akhlaq hasanah hanya akan bisa berjalan atau di laksanakan dengan landasan empat pilar yaitu aqidah, syariah, qiyadah, dan daulah. Dengan demikian akhlaq hasanah hanya akan bisa berjalan dengan sempurna di bawah naungan suatu mulkiyatullah. Akhlaq Hasanah inilah yang akan melahirkan Akhlaq Adzimah dan Karimah.


KARAKTERISTIK AKHLAQ

Ciri khas dan karakteristik akhlak Islam itu meliputi:

  • Rabbaniyah. Akhlak rabbaniyah memiliki pengertian bahwasanya wahyu Ilahi merupakan “reference source” (sumber rujukan) ajaran akhlak. Rabbaniyah maksudnya adalah sesuai dengan wahyu Allah yaitu Al-Quran dan juga sunnah Nabi Muhammad SAW.
  • Insaniyah. Akhlak insaniyah mengandung pengertian bahwa tuntutan fitrah dan eksistensi manusia sebagai makhluk yang bermartabat, sesuai dan ditetapkan oleh ajaran akhlak.
  • Syumuliyah. Syumuliyah adalah bersifat universal (‘alamiyah) dan komprehensif (syumul).
  • Wasathiyah. Akhlak wasithiyah berarti bahwasanya ajaran akhlak itu menitikberatkan keseimbangan (tawassuth) antara dua sisi yang berlawanan, seperti keseimbangan antara dunia dan akhirat.
  • Zhohiroh. Akhlaq Islam harus di buktikan (bersifat aplikatif). Sarananya adalah lembaga. Akhlaq seorang muslim merupakan refleksi dari pelaksanaan dirinya terhadap hukum-hukum syara’.
  • Tadaruz. Aplikasi akhlaq akan berjalan seiring dengan tingkat keimanan seseorang, seseorang yang memiliki tingkat keimanan nurul fitroh, maka akhlaqnya pun akan berada pada posisi yang sama dengan tingkat keimanannya, sehingga seorang yang secara keimanan belum mampu muqorrobah, maka kualitas akhlaknya pun akan setara dengan kadar keimanannya.

 

Assignment 11; Adi Lestarianto Wibowo

HUKUM ISLAM

Hukum Islam adalah Syariat Islam ialah hukum-hukum yang dibuat oleh Allah SWT, untuk diberlakukan pada umat-Nya, yang dibawa oleh Nabi dan Rasul, baik yang berhubungan dengan kepercayaan (aqidah) maupun yang berhubungan dengan amaliyah (perbuatan manusia).

SUMBER HUKUM ISLAM

Sumber pokok hukum Islam adalah Al-Qur’an dan As-Sunah.

Namun ada 4 sumber hukum Islam yang disepakati, yaitu:

  1. Qur’an,
  2. As-Sunah,
  3. Ijma, dan
  4. Qiyas

Sedangkan 8 sumber hukum yang tidak disepakati namun di masyarakat berlaku, yaitu:

  1. Ihtisan,
  2. Istihbab,
  3. Mashalah al-mursalah,
  4. Urf,
  5. Syar’u man Qoblana,
  6. Saddu Adzariah,
  7. Madzhab shahabi, dan
  8. Dalat Al-Iqtiran.

MACAM-MACAM  HUKUM ISLAM

  • HALAL : Suatu perkara, benda, perbuatan yang diijinkan dan dibolehkan untuk dikerjakan atau dimakan. Halal ada dua li-zati (halal zat-nya atau bendanya), dan li kasbi (perolehannya atau cara mencarinya).
  • HARAM : Suatu perkara yang dilarang, serta berdosa jika dikerjakan dan berpahala jika ditinggalkan. Haram ada dua : Li-ZatI (benda, zatnya), Sababi (sebab perolehannya/mencarinya).
  • WAJIB/Fardhu : Suatu amalan atau perbuatan yang harus dikerjakan oleh muslim mukalaf, sekiranya dikerjakan berpahala dan jika ditinggalkan berdosa. Wajib atau fardhu ada dua : Fardhu/wajib ‘AIN (kewajiban individu)  dan Kifayah (kewajiban atau fardhu secara kolekif atau kelompok yang sekiranya salah satu dari kelompok tsb sudah ada yang mengerjakan maka gugurlah kewajiban bagi yang lain, namun jika tidak maka berdosalah semua kelompok tsb.
  • SUNAH : Suatu status hukum Islam yang dianjurkan sehingga jika dikerjakan pelakunya mendapat pahala, namun jika ditinggalkan tidak berdosa.
  • MAKRUH : Suatu perbuatan yang jika dikerjakan tiada berdosa, namun sekiranya ditinggalkan akan mendapat pahala.
  • MUBAH : suatu perbuatan yang baik dikerjakan maupun ditinggalkan tidak mendapat pahala maupun dosa.  Namun perbuatan mubah jika kita niatkan dan sempurnakan karena Allah menjadi Sunah.