Rangkuman Lesson 3

1. Tauhid
Secara bahasa:
Tauhid merupakan masdar/kata benda dari kata wahhada – yuwahhidu, yang artinya menunggalkan sesuatu.

Secara istilah syar’i:
Mengesakan Allah dalam hal-hal yang menjadi kekhususan diri-Nya. Kekhususan itu meliputi perkara rububiyah, uluhiyah dan asma’ wa shifat

2. Aqidah
Secara bahasa:
Diambil dari kata dasar “al-‘aqdu” yaitu ikatan

Secara istilah syar’i:
Aqidah adalah iman yang teguh dan pasti, yang tidak ada keraguan sedikit pun bagi orang yang meyakininya.

CAKUPAN BAHASAN TAUHID DAN AQIDAH
Para ulama telah menulis kitab-kitab Aqidah, ada yang menuangkannya secara rinci, ada pula yang secara pokok-pokoknya saja. Keyakinan para ulama terdahulu adalah sama. Diantara kitab-kitab tentang Aqidah yang ditulis oleh para ulama antara lain:

Ushul Sunnah wa I’tiqad Dien, Abu Zur’ah Ar-Razi (Wafat 264 H) + Abu Hatim (Wafat 277)
Ushul As-Sunnah, Imam Ahmad bin Hambal (164-241 H)
Aqidah Thahawiyah, Imam Abu Ja’far Ath-Thohawi (239-321 H)
Aqidah Salaf Ashabul Hadits, Syaikhul Islam Abu Isma’il Ash-Shabuni (373H – 449 H)
Min Ushul Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah, Syaikh DR. Sholeh Fauzan
Dan lain-lain.
CAKUPAN BAHASAN AQIDAH
Syaikh DR. Sholeh Fauzan dalam kitabnya “Min Ushul Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah” memaparkan 9 prinsip pokok dalam Aqidah. Prinsip-prinsip tersebut adalah:

1. Rukun Iman
– Iman kepada Allah
– Iman kepada para malaikat-Nya
– Iman kepada Kitab-kitab-Nya
– Iman kepada para Rasul-Nya
– Iman kepada Hari akhir
– Iman kepada Taqdir yang baik dan buruk

2. Iman mencakup perkataan, perbuatan dan keyakinan, iman bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan sebab kemaksiatan.

3. Perbuatan dosa selain syirik dan kekufuran tidak mengeluarkan pelakunya dari Islam.

4. Wajibnya taat kepada pemerintah Muslim dalam hal yang bukan maksiat.

5. Larangan memberontak kepada pemerintah selama pemerintah masih muslim.

6. Larangan mencela para sahabat Nabi saw

7. Mencintai Ahli Bait Nabi saw

8. Membenarkan adanya karomah para wali

9. Berdalil dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah dan mengikuti apa-apa yang dijalankan oleh para sahabat Nabi saw

Kesembilan pokok aqidah tersebut didasarkan pada dalil-dalil Al-Qur’an dan Al-Hadits sesuai dengan yang dipahami oleh generasi awal umat ini. Aqidah shahihah/yang benar tersebut dikenal dengan Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah, adapun aqidah/keyakinan yang menyelisihi aqidah tersebut disebut dengan Aqidahnya Ahlu Bid’ah.

 

CAKUPAN BAHASAN TAUHID
Adapun bahasan Tauhid merupakan bagian dari pembahasan aqidah, yakni bahasan aqidah khusus yang berkenaan dengan Rukun Iman – Iman kepada Allah.

Cakupan bahasan Tauhid meliputi:
1. Tauhid Rububiyah
2. Tauhid Uluhiyah
3. Tauhid Asma wa Sifaat

PENTINGNYA AKIDAH DAN TAUHID
Akidah, terlebih permasalahan tauhid merupakan hal yang sangat penting dan mendasar, dakwah Nabi di mekah 10 tahun hanya terfokus pada penanaman aqidah, baru pada tahun ke 10 kenabian ada perintah Shalat, hal ini menunjukkan bahwa permasalahan aqidah adalah sangat penting dan mendasar. Barangsiapa yang tauhidnya benar, maka baik pula Islamnya, dan barangsiapa tauhidnya rusak, maka sia-sialah amalnya.

CONTOH KASUS

Berikut contoh-contoh untuk membantu memetakan permasalahan-permasalahan yang terkait dengan pembahasan aqidah

-Seseorang datang ke kubur, kemudian berdoa dan meminta kepada penghuni kubur, maka hal ini merupakan pelanggaran tauhid, yakni tauhid uluhiyah.
-Seseorang meyakini bahwa adanya penguasa laut selatan selain Allah, maka hal ini merupakan pelanggaran tauhid, yakni tauhid rububiyah
-Seseorang yang meyakini bahwa ada Nabi setelah Nabi Muhammad saw, maka telah melakukan pelanggaran aqidah, bahkan Rukun Imannya rusak, yakni Iman kepada para Rasul, dimana salah satu point dalam iman kepada para Rasul adalah meyakini bahwa Muhammad saw adalah Nabi dan Rasul terakhir
-Seseorang melakukan zina, apakah pelakunya kafir? Perbuatan Zina merupakan dosa besar, akan tetapi tidak menyebabkan pelakunya kafir. Pelakunya juga tidak menyebabkan menjadi ahlu bid’ah karena perbuatan zina adalah perbuatan maksiat, tidak berkaitan dengan aqidah/keyakinan, yakni selama pelakunya masih meyakini bahwa perbuatan zina adalah haram.
-Pemahaman khowarij, dimana mereka memberontak kepada Ali bin Abi Thalib ra, maka telah melakukan pelanggaran prinsip-prinsip Aqidah Islam, yakni haramnya memberontak kepada pemerintah selama pemerintah masih muslim
-Pemahaman Qodariyah, dimana mereka tidak beriman dengan adanya takdir, maka telah melakukan pelanggaran aqidah, bahkan rukum imannya rusak, yakni berkenanan dengan Rukun Iman – Iman kepada Taqdir.

Assignment 2

1. Pengertian Aqidah
Kata Aqidah dalam perkembangannya telah mengalami tiga tahapan :​
Tahap pertama yaitu tahap makna bahasa dimana ia digunakan untuk beberapa makna :
Aqidah dapat bermakna :
➢ Al-‘Azm Al- Muakkad (tekad yang bulat)
➢ Al-Jam’u (mengumpulkan)
➢ An-Nihayyah (niat)
➢ At-Tautsiq Lil ‘Uqud (menguatkan perjanjian)
➢ Maa Yadinu bihi Al-Insan sawa’un Kaana Haqqon Au Bathilan (Suatu yang diyakini atau dianut baik itu benar ataupun salah)
Tahap Kedua, yaitu perbuatan hati.
➢ Kata Iman di sini diartikan “pembenaran”
➢ Kata “tidak” = kontra, berarti tidak ada sesuatu selain iman di dalam hati sang hamba selain hanya kepada-Nya.
Tahap Ketiga,
AQIDAH : ilmu tentang hukum-hukum syariat dalam bidang aqidah, yang diambil dari dalil-dalil yaqiniyyah (mutlak) dan menolak syubhat dan dalil khilafiyah yang cacat.
Jadi unsur-unsurnya Aqidah :
➢ Ilmu
➢ Hukum syariat bidang aqidah
➢ Dalil-dalil Yaqinyyah
➢ Menolak syubhat dan khilafiyah yang cacat.
2. Beberapa Terminologi Aqidah
Aqidah mengandung terminologi antara lain :
a. Tauhid
b. Ushuluddin
c. As-Sunah
d. Al-Fiqhul Akbar.
e. Ahlus Sunah wal-Jamaah
f. Ahlul Hadits
g. Salaf
h. Khalaf
3. Sumber-Sumber Aqidah Islam.
Ada tiga sumber Aqidah Islam antara Lain :
✓ Al-Qur’an/Al-Kitab
✓ As-Sunah
✓ Akal Sehat
Spesifikasi Aqidah Islam.
Terdiri dari tiga hal :
✓ Tauqifiyah
✓ Ghaibiyah
✓ Shumuliyah dan Takamul
4. Hal-Hal Yang Bertentangan dengan Aqidah.
Yaitu :
❖ Syirik
❖ Kufur
❖ Nifaq

skup anjelika

Anjelika Damanik

Anjelika Damanik lahir di lumban tua aceh tenggara, 09 april 1996, saya biasa dipanggil angel Anak kedua dari 5 bersaudara. Anak dari orang tua saya, Mangasih Damanik dan Emmi Mangunsong. Bertugas di Bandara Soekarno-hatta sebagai Avsec dan jabatan saya sebagai anggota , Pegawai Tidak Tetap, Tenaga Operasional tepatnya di bagian pengamanan. Dilatarbelakangi pendidikan SMK (TKJ) di SMK N 1 KUTACANE. Berikut keterangan lengkapnya

PROFIL

Nama Lengkap : Anjelika Damanik

Tempat, Tanggal Lahir : lumban tua aceh tenggara, 09 april 1996

Alamat Rumah : Jln husain sastra negara kampung rawa bokor gang kemandoran RT/RW: 002/002

Alamat Kantor : Terminal 2F kedatangan, Bandara internasional soekarno-hatta

PENDIDIKAN

2002 – 2008 : SDN Lumban Tua

2008 – 2011 : SMPN 2 Lawe Alas

2011 – 2014 : SMKN 1 Kuta Cane

PEKERJAAN

2015 – sekarang : di Bandara Soekarno-hatta sebagai Avsec dan jabatan saya sebagai anggota.

PELATIHAN

2014 – Pelatihan Sertifikat Kecakapan Personil (Basic)

2015 – Pendidikan Pemantapan Personil sebelum kelapangan kerja

2015 –Dinas di Bandara Soekarno-hatta sebagai Avsec dan jabatan saya sebagai anggota.

2016 – Pelatihan Sertifikat Kecakapan Personil (Junior)

NOAssignmentStatus
1Assignment 1DONE
2SkupDONE

 

 

Assignment 1

1. Pertanyaan

On this first assignment:

1. Join the iMe class, and create your SKUP

2. Click the link here

3. Proof can you provide in the form of screen shoot that is used as a link, and insert it into your iMe class and SKUP.

4. For iDU class please follow the steps here

 

2. Status : Tercapai 100%

3. Keterangan atau Pernyataan : Saya sudah mengerjakan assignment di atas

4. Bukti :

Join the iMe class

Student agreement

Bergabung Idu kelas UM110Z

 

Dan ini link skup saya klik DISINI

AQIDAH

PENGERTIAN AQIDAH

Sesuai dengan tahapannya aqidah memiliki arti:

  1. Aqidah Sesuai makna bahasa:
    • al-‘azm al-muakkad (tekad yang bulat);
    • al-jam’u (mengumpulkan);
    • an-nihayyah (niat);
    • at-tautsiq lil ‘uqud (menguatkan perjanjian);
    • maa yadinu bihi al-insan sawa’un kaan haqqon au bathilan (suatu yang diyakini atau dianut, baik itu benar ataupun salah).
  2. Aqidah adalah perbuatan hati seorang hamba, atau dapat didefinisikan sebagai keimanan.
  3. Aqidah adalah ilmu tentang hukum-hukum syariat dalam bidang aqidah, yang diambil dari dalil-dalil yaqiniyyah (mutlak) dan menolak syubhat dan dalil khilafiyah yang cacat. Sedangkan dalam bahasa arab, aqidah dapat diartikan sesuatu yang jika dianalisa secara benar (shohibun nazhor) akan mengantar pada suatu pengetahuan yang bersifat informatif (ma’lum khabari).

PENGERTIAN TERMINOLOGI AQIDAH

Pengertian terminologi dari aqidah antara lain:

  1. Tauhid, ilmu yang dengannya kita dapat menetapkan aqidah-aqidah agama dengan dalil-dalil yang besifat mutlak.
  2. Ushuluddin, kaidah-kaidah umum yang besar yang dengannya ketaatan pada Allah dan rasul-Nya, serta ketundukan terhadap perintah dan larangan-Nya dapat teraplikasikan.
  3. As-Sunah, mengikuti aqidah yang benar yang telah ditetapkan berdasarkan Al-Qur’an dan Hadits.
  4. Al-Fiqhul Akbar, ilmu yang mengkaji atau membahas menganai pokok-pokok bahasan agama atau tauhid serta membahas hal-hal yang berkaitan dengan masalah muamalah.
  5. Ahlus Sunah wal-Jamaah, orang yang mengikuti aqidah Islam dengan benar, komitmen dengan manhaj Rasulullah SAW, para sahabat dan tabiin, serta seluruh generasi yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari kiamat.
  6. Ahlul Hadits, orang-orang dinisbatkan kepada hadits Rasulullah SAW, sebagai salah satu sumber penerimaan Aqidah Islam yang benar, baik ulama Hadits, ulama Ushul Fiqih maupun ulama Fiqih.
  7. Salaf (yang mendahului yang lain), menurut syariat yaitu para sahabat, tabiin, tabii’uttabi’in dan seluruh generasi yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari kiamat, dimana keadilan dan kebersihan diri mereka telah diakui secara ijma’ dan mereka tidak pernah tertuduh melakukan bid’ah yang menyebabkan kekufuran dan kefasikan.
  8. Khalaf (yang terkebelakang dari yang lain dalam segi waktu atau zaman), menurut syariat khalaf adalah orang yang tertuduh melakukan perbuatan bid’ah yang menyebabkan kekufuran atau kefasikan dan merupakan celaan yang ditunjukan kepada individu atau kepercayaan.

SUMBER-SUMBER AQIDAH ISLAM

Ada tiga sumber aqidah Islam, yaitu:

  1. Al-Qur’an/Al-Kitab.
  2. As-Sunah.
  3. Akal Sehat.

SPESIFIKASI AQIDAH ISLAM

Spesifikasi aqidah Islam terdiri dari tiga hal, yaitu:

  1. Tauqifiyah, membatasi sumber pengambilan aqidah Islam hanya bersumber dari Al-Qur’an dan As-Sunah dengan segala makna dan konotasinya.
  2. Ghaibiyah, percaya kepada apa yang ghaib seperti apa yang difirmankan Allah SWT.
  3. Shumuliyah dan Takamul, meliputi  perbuatan hati, anggota badan dan lisan, menumbuhkan perasaan manusia dan menghancurkan semua faktor kelemahan yang sering membuatnya tunduk kepada selain Allah SWT.

HAL-HAL YANG BERTENTANGAN DENGAN AQIDAH

Hal-hal yang bertentangan dengan aqidah diantaranya:

  1. Syirik, menyamakan sesuatu selain Allah dengan Allah SWT.
  2. Kufur, mengingkari bagian tertentu dari Islam.
  3. Nifaq, menampakan di depan umum apa yang sesuai dengan kebenaran, namun menyembunyikan perbuatan yang sebenarnya.

 

Rangkuman Lesson 1

1. Pengertian Agama
“Agama” secara etimologi : a = tidak, gama = kacau. Jadi “agama” = tidak kacau atau tidak chaos.
“Agama” secara terminologi : Keyakinan dan kepercayaan, dalam bahasa arab “ad-diin”, dalam bahasa Inggris “Religion”.
Definisi Agama Islam secara garis besar : “Suatu ajaran yang berasal dari Allah SWT, yang memuat aturan hidup manusia dalam segala hal, agar selamat dunia dan akhirat yang dibawa oleh nabi dan Rasullah yaitu Muhammad bin Abdullah SAW dengan landasan Al-Qur’an dan Hadits”.

2. Alasan Adanya Agama.
Secara umum minimal ada 4 latarbelakang serta alasan orang mencari, meyakini dan memeluk suatau agama :
➢ Alam roh
➢ Asal manusia
➢ Jasmani dan rohani
➢ Mukjizat-mukjizat nabi dan rasul
a. Alam Roh.
1) Bukti yang lahir
2) Hipnotisme
3.) Telepati
4) Ilmu menghadirkan roh orang yang sudah mati
b. Asal manusia.
Dari mana asal manusia ?, akhir dari jawaban yang menjadikan manusia yaitu Yang Maha Pencipta (Allah SWT).
c. Jasmani dan Rohani.
Ruhani atas​= nurani (nafsu muthmainah).
Ruhani bawah= rohani hewan (nafsu hayaawan/bahimiyyah, syaitoniyyah)
d. Mukjizat-mukjizat Nabi.

3. Agama dan Ilmu Pengetahuan.
Untuk menyelidiki apakah agama itu murni datang dari tuhan (Allah SWT) hendaknya dilihat dari :
a. Kitab suci agama itu apakah benar-benar berasal dari tuhan, wahyu-wahyu yang langsung dicatat.
b. Kitab suci itu apakah tidak ada perubahan yang dilakukan manusia atau campur tangan manusia.
c. Apakah agama itu dapat mengatur manusia untuk keperluan dunia akhirat.
d. Apakah agama itu, inti ajarannya dapat sesuai untuk segala zaman.

4. Manusia, agama dan peradaban.
Dalam sejarahnya peradaban dunia maju karena peranan agama. Contoh bangsa Arab maju peradabannya setelah bangsa ini menganut agama Islam. Bangsa Eropa maju peradabannya setelah bangsa ini menganut agama Nasrani (kristen). Bangsa Israel maju peradabannya setelah bangsa ini menganut agama Yahudi yang dibawa oleh nabi Musa a.s. Kenapa demikian ?, sebab orang yang beragama maka jiwanya akan tenang, kasih sayang satu sama lain, tidak saling nakal serta menghancurkan sebagaimana kata Hobbes, “Homo homini lupus” (manusia srigala).
Manusia tidak lagi hidup seperti srigala yang buas, menghalalkan segala cara sebab hal itu dilarang dalam agama. Di dalam agama diajarkan dan dianut bahkan oleh agama besar di dunia maxim “Kasihilah orang lain sebagaimana kau kasih akan dirimu”.
Salah satu negara di dunia yang sangat pesat majunya dalam bidang kedokteran, ilmu bumi, ilmu alam, ilmu metafisika dan lain sebagainya sebelum abad IX M yaitu negara-negara Islam seperti kekhalifahan di Bagdad dan kekhalifahan Cordova di Spanyol yang terkenal karena kemajuan ilmu pengetahuan. Pada saat itu orang-orang Eropa belajar pada orang Islam soal kedokteran, ilmu bumi, ilmu alam, metafisika dan lainnya.
Namun sekarang sebaliknya. Apa sebabnya, saat Islam mencapai kejayaan persatuan umat Islam lemah, mereka saling berebut kekuasaan. Negara menjadi lemah sehingga mudah dikuasi dan dijajah bangsa lain seperti Bagdad yang dengan mudah dimusnahkan oleh tentara Jengis Khan yang dipimpin Holagu Chan tahun 1215 M.

5. Agama Islam.
Secara etimologi Islam berasal dari akar kata bahasa Arab “aslama” artinya selamat dan menyelamatkan. Pemeluk agama Islam dinamakan “Muslim (sebutan pemeluk pria) atau “Muslimah (sebutan pemeluk wanita). Dasar dan pedoman Islam adalah Al-Qur’an dan Hadits (untuk jelasnya ada pokok bahasan tersendiri). Kesaksian dalam masuk Islam yaitu “Dua kalimat Syahadat” yakni syahadat tauhid (pengakuan terhadap Allah SWT sebagai tuhan) dan syahadat rasul (pengakuan bahwa nabi Muhammad SAW sebagai utusan Allah SWT) dua kalimat syahadat tersebut dalam bahasa Arab sering disebut “syahadatain”.
Batalnya syahadat meliputi : tidak percaya kepada Allah SWT sebagai tuhan, tidak percaya kepada nabi Muhammad sebagai utusan, atau percaya terhadap nabi serta rasul lain setelah nabi Muhammad SAW. Apabila syahadat batal maka orang tersebut di luar Islam kecuali jika taubat nasuha (benar2 taubat) dengan membaca dua kalimat syahadat kembali.
Pokok –pokok ajaran Islam dinamakan “Rukun Islam (Syahadat –sholat- Puasa Ramadhan – Zakat dan Haji ) secara detail ada pokok bahasan tersendiri. Dasar pokok keimanan dalam Islam dinamakan “Rukun Iman (iman pada Allah SWT – Mailakat Allah – Nabi dan utusan Allah – Kitab Kitab Allah – Hari Akhir dan iman pada Ketentuan/qodo dan qodar)” , secara detai ada pembahasan tersendiri. Tingakatan/derajat seseorang dalam ajaran Islam meliputi : Iman – Islam- Ihsan –Ihalas – taqwa)
▪ Iman (asal kata amana = percaya) orangnya dinamakan “Mukmin/mukminah”
▪ Islam (asal kata aslama = selamat) orangnya dinamakan “Muslim/Muslimah”.
▪ Ihsan (asal kata ahsana = baik) orangnya dinamakan “muhsin/muhsinah”
▪ Ikhlas (asal kata akhlasho/kholasho = bersih, lurus ) orangnya dinamakan “Mukhlis”
▪ Taqwa (asal kata waqoo = menjaga/takut) orangnya dinamakan “Mutaqin”.
Dasar atau pedoman agama islam yaitu : Al-Qur’an dan Hadits (insya Allah akan dijelaskan dalam pokok bahasan tersendiri).

SKUP (Kode Kelas: UM110Z)

Assalamualaikum. Perkenalkan nama saya Betari Ayu, biasa dipanggil Betari. Saya mahasiswa s1 sekaligus pindahan dari UMN menjadi iLp Perguruan Tinggi Raharja Jurusan Teknik Informatika, konsentrasi MAVIB dimana sampai saat ini saya sudah berada di semester 3.
Berikut tabel ini merupakan daftar assignment yang diberikan selama saya berada di kelas Agama (UM110Z) yang diampu dan dibimbing oleh ibu Nur Azizah. Terimakasih

No Assignments Status Grade
1 Rangkuman Lesson 1  Done
2 Rangkuman Lesson 2  Done
3 Rangkuman Lesson 3  Done
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21

Pengertian Agama

Pengertian Agama

Agama secara etimologi berasal dari bahasa Sanskerta, yaitu a = tidak, gama = kacau. Jadi kata “agama” berarti “tidak kacau” atau “tidak chaos”.

Definisi Agama Islam secara garis besar adalah, “Suatu ajaran yang berasal dari Allah SWT, yang memuat aturan hidup manusia dalam segala hal, agar selamat dunia dan akhirat yang dibawa oleh nabi dan Rasullah yaitu Muhammad  bin Abdullah SAW dengan landasan Al-Qur’an dan Hadits”.


Alasan Adanya Agama

Secara umum ada 4 latar belakang alasan orang mencari, meyakini dan memeluk suatau agama, yaitu:

1. Alam Roh

Munculnya suatu kepercayaan/agama biasanya dilatarbelakangi oleh kesadaran adanya jiwa yang bersifat abstrak. Di dalam pikiran manusia jiwa itu ditransformasikan menjadi makhluk-makhluk halus atau roh halus yang tinggal di alamnya yaitu alam roh atau alam rohani. Dalam pandangan Islam ada beberapa alam yang akan dilewati manusia : alam arwah, alam rahim (kandungan), alam dunia, alam kubur (barzah), dan alam akhirat (kebangkitan manusia dari alam kubur).

2. Asal Manusia

Pertanyaan mendasar tentang dari mana asalnya manusia? Memunculkan keyakinan akan adanya Yang Maha Pencipta (Allah SWT), yang menciptakan manusia beserta makhluk-makhluk dan benda-benda lain yang ada di alam semesta ini.

3. Jasmani dan Rohani

Kesadaran akan adanya rohani yang memiliki keterikatan dengan jasmani menyebabkan manusia mencari keyakinan/agama dan memeluknya demi mendapatkan kebaikan rohani yang pada akhirnya turut mempengaruhi keadaan jasmaninya. Dalam Islam Rohani bagian atas yang mendatangkan nasihat dan petunjuk dikenal sebagai nurani atau nafsu muthmainah sedangkan Rohani bagian bawah yang mendatangkan was-was dan daya-dayaan dikenal sebagai rohani hewan atau nafsu hayaawan/bahimiyyah, syaitoniyyah.

4. Mukjizat-Mukjizat Nabi dan Rasul

Mukjizat atau keistimewaan dan ilmu Allah SWT yang diberikan kepada nabi dan rasul tertentu juga menyebabkan orang-orang yang mendengarnya mulai mencari, meyakini dan pada akhirnya memeluk agama.


Agama dan Ilmu Pengetahuan

Agama adalah merupakan intisari dari segala pikiran dan pengetahuan serta teknologi, juga merupakan promotor segala gerakan yang suci dan abadi. Kecintaan orang terhadap agama mengalahkan yang lain, demikian juga perlawanan orang dan kebencian orang terhadap agama mengalahkan yang lain pula. Agama merupakan  suatu kepercayaan paling dasar, agama yang murni dipercayai dan diyakini setelah diteliti dan diketahui benar-benar. Untuk itu hendaknya sebelum meyakini dan memeluk suatu agama, selidikilah apakah agama itu murni datang dari Tuhan (Allah SWT).


Manusia, Agama dan Peradaban

Dalam sejarahnya peradaban dunia maju karena peranan agama. Contohnya, bangsa Arab maju peradabannya setelah bangsa ini menganut agama Islam, bangsa Eropa maju peradabannya setelah bangsa ini menganut agama Nasrani (kristen), bangsa Israel maju peradabannya setelah bangsa ini menganut agama Yahudi. Hal ini terjadi karena orang yang beragama jiwanya akan tenang, kasih sayang satu sama lain, yang pada akhirnya membawa kemajuan bagi peradabannya karena tidak saling menghancurkan sebagaimana kata Hobbes, “Homo homini lupus” yang jika diterjemahkan, “Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya”.


Agama Islam

Secara etimologi Islam berasal dari akar kata bahasa Arab “aslama” artinya selamat dan menyelamatkan. Pemeluk agama Islam dinamakan  “muslim”  (sebutan pemeluk pria) atau “muslimah” (sebutan pemeluk wanita).

Dasar dan pedoman Islam adalah Al-Qur’an dan Hadits, sedangkan kesaksian dalam masuk Islam yaitu “dua kalimat Syahadat” yakni syahadat tauhid (pengakuan terhadap Allah SWT sebagai Tuhan) dan syahadat rasul (pengakuan bahwa nabi Muhammad SAW sebagai utusan Allah SWT) dua kalimat syahadat tersebut dalam bahasa Arab sering disebut “syahadatain”.

Batalnya syahadat meliputi; tidak percaya kepada Allah SWT sebagai Tuhan, tidak percaya kepada nabi Muhammad SAW sebagai utusan-Nya, atau  percaya terhadap nabi serta rasul  lain setelah nabi Muhammad SAW. Apabila syahadat batal maka orang tersebut di luar Islam,  terkecuali jika taubat nasuha dengan membaca dua kalimat syahadat kembali.

Pokok –pokok ajaran Islam dinamakan  “Rukun Islam”. Dasar pokok keimanan dalam Islam dinamakan “Rukun Iman”. Tingkatan/derajat seseorang dalam ajaran Islam meliputi:

  • Iman (asal kata amana = percaya) orangnya dinamakan “Mukmin/mukminah”,
  • Islam (asal kata aslama = selamat) orangnya dinamakan “Muslim/Muslimah”,
  • Ihsan (asal kata ahsana = baik) orangnya dinamakan “muhsin/muhsinah”,
  • Ikhlas (asal kata akhlasho/kholasho = bersih, lurus ) orangnya dinamakan “Mukhlis”,
  • Taqwa (asal kata waqoo = menjaga/takut) orangnya dinamakan “Mutaqin”.

Disadur dan dirangkum dari Materi Pertemuan-1, Modul Perkuliahan UM-110, mata kuliah Agama Islam, untuk memenuhi Tugas Essay Assignment 1.

Agreement iLearning Plus – Adi Lestarianto W.

Thanks for filling out Agreement iLearning Plus
Here’s what we got from you:

Agreement iLearning Plus

Surat ini tertuang dalam SK nomor : xxx

KETENTUAN UMUM
Pasal 1

Dalam ketentuan ini yang dimaksud dengan :

Calon mahasiswa Perguruan Tinggi Raharja adalah lulusan pendidikan menengah atas atau sederajat yang mengikuti Ujian Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Raharja. Mahasiswa Baru adalah mereka yang lulus Ujian Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Raharja dan mendaftarkan diri sebagai mahasiswa Perguruan Tinggi Raharja dengan memenuhi semua persyaratan yang ditetapkan. Pribadi Raharja Card adalah kartu identitas diri yang diberikan kepada mahasiswa baru yang telah memenuhi semua persyaratan sebagai mahasiswa. Registrasi adalah serangkaian kegiatan yang terdiri dari mengisi Kartu Rencana Studi (KRS) dengan bimbingan Kepala Jurusan, dan pembayaran uang kuliah yang terdiri dari biaya pokok perkuliahan (BPP), biaya SKS, biaya kemahasiswaan dan pencetakan Paket Orientasi Mahasiswa (POM). Kartu Studi Tetap (KST) adalah kartu yang diberikan kepada mahasiswa setiap semester setelah mahasiswa melakukan registrasi.Selain nama dan Nomor Induk Mahasiswa (NIM), KST berisi pula daftar nama mata kuliah yang berhak diikuti oleh mahasiswa pada semester yang bersangkutan.
Semester adalah waktu kegiatan perkuliahan yang terdiri atas 16 (enam belas) minggu kuliah yang telah di jadwalkan, yang terdiri dari semester ganjil dan genap.

Semester Pendek adalah satuan waktu kegiatan belajar mengajar yang diselenggarakan setelah berakhirnya semester genap dari suatu tahun akademik. Indeks Prestasi Semester (IPS) adalah nilai rata-rata yang diperoleh mahasiswa dalam satu semester. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) adalah nilai rata-rata terakhir yang diperoleh mahasiswa selama menempuh perkuliahan. Mahasiswa aktif adalah mahasiswa yang telah memenuhi syarat untuk mengikuti seluruh kegiatan akademik.
Cuti kuliah adalah masa dimana mahasiswa secara resmi menghentikan studinya untuk sementara waktu.
Sivitas akademika adalah satuan yang terdiri atas dosen, staf dan mahasiswa. Dosen adalah tenaga pendidik yang khusus diangkat dengan tugas melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat. Mahasiswa Pribadi Raharja adalah mahasiswa yang terdaftar dan telah memenuhi persyaratan sebagai mahasiswa di Perguruan Tinggi Raharja. Alumni adalah mahasiswa yang telah menyelesaikan program diploma atau sarjana sesuai kurikulum yang berlaku di program studinya dan dinyatakan lulus diploma, sarjana dan pasca sarjana pada sidang komprehensif.

KETENTUAN KHUSUS
Pasal 2

Beberapa istilah yang digunakan dalam konteks penyelenggaraan Model Pembelajaran iLP sebagai berikut :
Program iLP merupakan program yang menerapkan proses pembelajaran secara jarak jauh melalui penggunaan 10 Pillar IT iLearning
Materi Ajar iLP adalah bahan ajar yang dikembangkan dan dikemas dalam beragam bentuk menggunakan 10 Pillar IT iLearning yang dapat digunakan dalam proses belajar mengajar. Belajar mandiri adalah proses belajar yang didasarkan pada inisiatif mahasiswa dengan bantuan minimal dari pihak lain. Bantuan Belajar adalah segala bentuk kegiatan pendukung yang dilaksanakan oleh pengelola iLP untuk membantu kelancaran proses belajar mahasiswa berupa pelayanan akademik dan administrasi, maupun pribadi menggunakan 10 Pillar IT iLearning. Tutorial adalah bentuk bantuan belajar akademik yang dapat dilaksanakan secara tatap muka maupun melalui pemanfaatan 10 Pillar IT iLearning. Evaluasi hasil belajar mahasiswa adalah penilaian yang dilakukan terhadap hasil proses belajar mahasiswa dalam bentuk tatap muka (onsite class) dan diluar kelas (offsite class).

Evaluasi hasil belajar secara tatap muka (offsite class) adalah bentuk evaluasi yang dilakukan dengan pengawasan langsung.
Evaluasi hasil belajar secara offsite class adalah evaluasi dengan atau tanpa pengawasan langsung terhadap tugas yang dikerjakan oleh mahasiswa secara mandiri menggunakan 10 Pillar IT iLearning. Praktik adalah pelatihan keterampilan penerapan teori dengan pengawasan langsung menggunakan sarana dan prasarana yang memenuhi standar minimum. Praktikum adalah tugas terstruktur dan berhubungan dengan validasi fakta atau hubungan antar fakta, yang mendukung capaian pembelajaran (iLearning Outcome) secara utuh sesuai dengan yang disyaratkan dalam kurikulum. 3P adalah 3 unsur yang harus terdapat didalam sebuah tulisan iMe, yang terdiri dari Penelitian, Pandangan, dan Pengalaman. Assignment adalah bentuk tugas mandiri atau kelompok yang diberikan kepada mahasiswa yang memilki batas akhir penyelesaian tugas. Pengalaman lapangan adalah tugas yang dilakukan dalam lingkungan kerja sesuai dengan yang diisyaratkan dalam kurikulum serta dilaksanakan dengan pengawasan langsung. Sistem pendidikan tinggi tatap muka (onsite class) adalah pendidikan tinggi yang menyelenggarakan melalui pertemuan langsung antara tenaga pendidik dengan mahasiswa.

iLearning adalah proses belajar dan pembelajaran yang memanfaatkan paket informasi elektronik untuk kepentingan pembelajaran dan pendidikan yang diakses oleh mahasiswa, kapan saja dan dimana saja menggunakan 10 Pillar IT iLearning.
PAP (Penilaian Acuan Patokan) merupakan penilaian yang membandingkan hasil belajar mahasiswa terhadap suatu patokan yang telah ditetapkan sebelumnya. Pengertian ini menunjukkan bahwa sebelum usaha penilaian dilakukan, terlebih dahulu ditetapkan patokan yang akan dipakai untuk membandingkan angka-angka hasil pengukuran agar hasil itu mempunyai arti tertentu. 10 Pillar IT iLearning adalah Sistem Arsitektur pada Perguruan Tinggi Raharja terdiri dari 10 (sepuluh) pilar IT iLearning, meliputi: Rinfo, iDu, iRan, iDuHelp!, Widuri, Rooster, MagicsChannel, iMe dan iSur. Rinfo (Email Raharja.info) adalah layanan komunikasi email (Why Rinfo) yang disediakan oleh Perguruan Tinggi Raharja untuk semua Pribadi Raharja, alat komunikasi utama dan paling vital untuk para Pribadi Raharja. Setiap user Rinfo diberikan kapasitas unlimited. Selain itu juga banyak tersedia aplikasi canggih seperti RinfoH (Why RinfoH). Semua kegiatan yang dilakukan akan mustahil tanpa adanya Rinfo ini. Selain itu, bisa juga dikatakan bahwa Rinfo terintegrasi semua pillar-pillar yang ada.

iDu (iLearning Education) (Why iDu?) merupakan sistem pembelajaran yang baru di kembangkan oleh perguruan tinggi raharja secara online untuk memudahkan civitas kampus dan mahasiswa dalam menjalankan perkuliahan. iDU bukan merupakan website lokal, tetapi iDU dapat diakses dimanapun dan kapanpun.

iRan (iLearning Raharja Ask & News) (Why iRan) adalah media aplikasi yang dirancang untuk memberikan layanan informasi, kejadian, pengetahuan atau peristiwa umum, maupun khusus di Perguruan Tinggi Raharja. News biasanya berkaitan dengan pekerjaan Wartawan, Wartawan adalah orang yang bekerja memburu, meliput, kemudian menuliskan berita (News). Raharja News yang merupakan bagian dari Kumpulan aplikasi iRaharja.

iDuHelp! adalah pelayanan (Why iDuHelp!) yang disediakan oleh Perguruan Tinggi Raharja untuk melayani kebutuhan dan memberikan kepuasan kepada Pribadi Raharja yang meliputi, menjawab pertanyaan-pertanyaan atau memberikan informasi, dan penanganan keluhan-keluhan yang berhubungan dengan TPi ataupun kegiatan kampus yang sesuai dengan ruang lingkup.

Widuri (Wiki iDu Raharja iLearning) adalah media sharing dan kolaborasi (Why Widuri) yang disediakan oleh Perguruan Tinggi Raharja yang bisa digunakan oleh seluruh Pribadi Raharja. Widuri bisa digunakan untuk membuat laporan penelitian, CV, dan keperluan lainnya yang nantinya bisa menjadi sarana kolaborasi.

Rooster (Role Online System Ticketing Raharja) merupakan sebuah sistem pelayanan informasi dengan menggunakan tiket online (Why Rooster) yang akan diberikan kepada pihak yang terkait, agar dapat memberikan informasi yang cepat, tepar dan akurat. ROOSTER ini telah digunakan pada perguruan Tinggi Raharja yang bertujuan untuk menunjang sistem pelayanan chat online dan offline yang ada pada Perguruan Tinggi Raharja, salah satu contohnya adalah pelayanan iDuHelp! yang sedang berjalan saat ini.

Magics (Multimedia Audio Gallery iLearning Community and Services) Magics (Multimedia Audio Gallery iLearning Community and Services) magics adalah media penyimpanan gambar, podcast dan video untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. Setiap Pribadi Raharja berhak mendapatkan account magics yang bisa mereka gunakan sebagai tempat penyimpanan.

iMe (iLearning Media) adalah official portal information sharing (Why iMe?) yang dipersembahkan untuk Pribadi Raharja dan setiap Pribadi Raharja akan mendapatkan subdomain sebagai media dokumentasi segala bentuk aktifitas tridarma.

iSur (iLearning Survey) (Why iSur) adalah sistem survey berbasis web yang digunakan untuk Pribadi Raharja melakukan survey kegiatan penelitian dan kegiatan akademik lainnya secara online.

SC (Special Contribution) adalah usaha mahasiswa untuk mendapatkan nilai lebih (nilai bonus atau nilai tambahan) dari ketentuan nilai yang sudah dituangkan (pada umumnya dalam bentuk Penilaian Objektif) didalam satu mata kuliah yang diambilnya.

Pasal 3
Prinsip Pendidikan Terbuka dan Pendidikan iLP

Penyelenggaraan Program iLP dilandasi prinsip pendidikan terbuka dan Pendidikan iLP. Pendidikan terbuka mencerminkan derajat kebebasan dalam penyelenggaraan pendidikan di Perguruan Tinggi Raharja. Misalnya, terbuka bagi siapa saja untuk menjadi mahasiswa, berbuka bagi mahasiswa mengambil program studi apa saja atau mata kuliah apa saja yang diminati, terbuka bagi mahasiswa untuk ujian dalam beragam bentuk kapan saja dibutuhkan. Keterbukaan yang disediakan oleh Institusi Perguruan Tinggi Raharja ini menyediakan keluwesan belajar bagi mahasiswa, dalam berbagai derajat intensitas.

Pasal 4
Ciri dari iLP

5 (lima) ciri dari iLP adalah:
Keterpisahan geografis antara pendidik (dosen) dengan mahasiswa;
Keberagaman jalur komunikasi dan interaksi sinkron maupun asinkron antara peserta pendidik dengan mahasiswa, dengan dosen, dengan sumber belajar lainnya. Misalnya: Menggunakan RinfoHangout untuk chatting dan videocall dan email Rinfo antara pendidik dengan mahasiswa sebagai jalur komunikasi.
Pemanfaatan beragam media pembelajaran untuk menyampaikan pembelajaran. Misalnya: Menggunakan iDu sebagai media pembelajaran iLP.

Ketersediaan beragam layanan bantuan belajar bagi mahasiswa, misalnya menggunakan iDuHelp!
Pengorganisasian proses pendidikan dalam pendidikan dalam satu institusi secara garis besar menggunakan 10 Pillar IT iLearning.
iLP dilandasi pada pendidikan terbuka, sehingga menyediakan keluwesan belajar bagi mahasiswa lintas ruang dan waktu.

Pasal 4
3 (tiga) Prinsip Penyelenggaraan iLP

Secara umum, 3 (tiga) prinsip dalam penyelenggaraan iLP meliputi akses, pemerataan dan kualitas.
Akses: Keinginan untuk meningkatkan akses terhadap pendidikan telah menjadi pemicu utama untuk menyelenggarakan sistem iLP. Berdasarkan paradigma akses ini, sistem iLP menerapkan prinsip industrialisasi yaitu sifat pendidikan yang massal untuk mencapai keuntungan ekonomis. Secara khusus, Perkembangan Teknologi Informasi yang pesat mendukung sistem iLP sebagai sistem pendidikan fleksibel yang dapat meningkatkan keterbukaan pendidikan, meminimalkan keterbatasan waktu, tempat, dan kendala ekonomi maupun demografi seseorang untuk memperoleh pendidikan.
iLP memerlukan kemandirian dan disiplin dari peserta didik untuk menyediakan waktu khusus untuk belajar sendiri. Tanpa motivasi dan disiplin, peserta didik tidak bisa memanfaatkan iLP secara optimal. untuk itu akses terhadap pembelajaran pada sistem iLP ini diharuskan dosen dan peserta didik untuk meluangkan waktu secara khsusus untuk melakukan aktifitas belajar mengajar secara online. Tentang pengaturan jumlah jam yang harus disediakan waktu khusus ini diatur pada pasal 9.
Pemerataan: Dilandaskan pada keadilan dan kesamaan hak untuk memperoleh kesempatan berpartisipasi dalam proses pendidikan, bagi siapa saja tanpa batasan kendala apapun. Karakteristik dari sistem iLP yang fleksibel lintas ruang, waktu dan sosial ekonomi dalam membuka akses terhadap pendidikan menyebabkan sistem iLP menarik bagi kalangan. Melalui iLP setiap orang dapat memperoleh pendidikan berkualitas tanpa harus meninggalkan keluarga, rumah, pekerjaan, dan tidak kehilangan kesempatan berkarir.

Kualitas: Berdasarkan karakteristik proses pembelajaran yang terjadi dalam sistem iLP, kurikulum, materi ajar, proses pembelajaran, dan bahan ujian biasanya dikemas dalam bentuk standar untuk didistribusikan lintas ruang dan waktu dengan menggunakan berbagai Teknologi Informasi. Untuk menjamin kualitas secara intrinsik, penyelenggaraan program iLP memenuhi persyaratan:

Didasarkan pada kegiatan perencanaan yang sistemik berkenaan dengan kurikulum, materi ajar, proses pembelajaran, instrumen, dan sistem evaluasi.

Berbasis TIK dengan menggunakan 10 Pillar IT iLearning
Memanfaatkan sistem penyampaian pembelajaran yang inovatif dan kreatif
Menyelenggarakan proses pembelajaran interaktif dengan memungkinkan kesempatan onsite class.
Mengembangkan dan membina tingkat kemandirian dan softskills mahasiswa.
Menyediakan layanan pendukung yang berkualitas (administrasi akademik, bantuan belajar mahasiswa, unit sumber belajar untuk layanan administrasi dan mahasiswa, akses dan infrastruktur).

Kualitas iLP bagaimana dapat diukur yaitu melalui pendapat peserta didik, dosen, pemangku kebijakan dengan survey. Ada beberapa unsur misalnya untuk dosen, untuk materi bahan ajar, untuk instrastruktur, dan lain sebagainya dengan memberikan nilai pada survey.

Audit Mutu Pembelajaran iLP dilakukan dengan sistem penjaminan mutu internal melalui ISO 9001:2008.

Pasal 5
Program iLP

Modus Ganda
Program yang dikembangkan oleh iLP adalah menggunakan Modus Ganda. Dimana Modus Ganda adalah berbentuk satuan pendidikan yang menyelenggarakan program pendidikan baik secara tatap muka (onsite class) maupun perkuliahan diluar kelas (offsite class). Modus ganda ini sering dikenal dengan nama “dual mode”.
Modus Ganda Paralel: satu program pendidikan secara utuh ditransformasikan ke dalam penyelenggaraan offsite class, sementara penyelenggaraan program pendidikan secara tatap muka masih tetap diselenggarakan dengan komposisi 20% Onsite Class dan 80% offsite class.

Modus Ganda Kombinasi: Satu program pendidikan mentransformasikan beberapa mata kuliahnya ke dalam penyelenggaraan modus offsite class sementara mata kuliah lain masih tetap diselenggarakan melalui offsite class. Modus Ganda Kombinasi ini diperuntukkan bagi mahasiswa yang tidak memenuhi kuota kelas pada setiap awal proses buka tutup kelas.
Modus konsorsium: berbentuk jejaring kerjasama penyelenggaraan pendidikan iLP lintas satuan pendidikan dengan lingkup wilayah nasional dan/atau internasional.

Pasal 6
Standar Nasional Pendidikan

Penyelenggaraan Program iLP dilaksanakan sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan (NSP) dengan mengutamakan hal berikut:
Penggunaan berbagai media komunikasi.
Penggunaan sistem penyampaian pembelajaran yang mahasiswa dan pendidikannya terpisah.
Penggunaan metode pembelajaran interaktif berdasarkan konsep belajar mandiri, terstruktur, terbimbing yang menggunakan berbagai sumber belajar dan dengan dukungan bantuan belajar serta fasilitas pembelajaran.
Menjadikan media pembelajaran sebagai sumber belajar yang lebih dominan daripada pendidik.

PERKULIAHAN
Pasal 7

Semua mahasiswa berhak mendapatkan pelayanan akademik secara penuh sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Mahasiswa terikat untuk melaksanakan kewajiban akademik dan mengikuti semua ketentuan dan peraturan yang berlaku.

Pasal 8
Kehadiran Perkuliahan

Kehadiran pada perkuliahan iLearning Plus dijalankan sebanyak 12 – 14 pertemuan melalui tatap muka (20% onsite class) dan dilakukan di luar kelas (80% offsite class). Kehadiran dicatat menggunakan Attendance pada iDu. 20% onsite class dijalankan banyak 1 (satu) atau 2 (dua) pertemuan diisi dengan presentasi individu atau presentasi kelompok dalam bentuk tugas assignment.

Setiap Assignment harus memiliki due date minimal 1 (satu minggu) dan sebaiknya tidak ada perpanjangan waktu.

Pasal 9
Waktu Kuliah

Waktu kuliah iLP adalah:

Waktu kuliah iLP dilakukan secara fleksibel untuk hari dan jam kuliah. Maksudnya adalah iLP bebas mengatur jadwal dan mahasiswa dapat mengikuti mata kuliah dimana saja dan kapan saja.
iLP memerlukan kemandirian dan disiplin dari peserta didik untuk menyediakan waktu khusus untuk belajar sendiri. Tanpa motivasi dan disiplin, peserta didik tidak bisa memanfaatkan iLP secara optimal. Untuk mengatur kedisiplinan peserta didik dengan menyediakan waktu khusus untuk belajar sendiri, misalnya satu matakuliah peserta didik harus menyediakan waktu khusus sebanyak 2 x 50 menit dalam sehari untuk satu mata kuliah. Misalnya peserta didik mengambil 8 mata kuliah dalam satu minggu peserta didik harus meluangkan waktu khusus (2 sks x 50 menit x 8 matakuliah x 7 hari) sebanyak 5600 menit atau 93 jam.

Pasal 10
Tahun Akademik

Tahun akademik penyelenggaraan pendidikan dimulai pada bulan September.
Tahun akademik dibagi dalam 2 (dua) semester, yaitu semester ganjil dan genap.
Semester Ganjil adalah satuan waktu kegiatan yang terdiri atas 14-16 minggu kuliah ekuivalen dengan 12-14 kali tatap muka atau kegiatan terjadwal lainnya, berikut kegiatan iringannya termasuk 1-2 minggu kegiatan ujian.
Semester Genap adalah satuan waktu kegiatan yang terdiri atas 14-16 minggu kuliah ekuivalen dengan 12-14 kali tatap muka atau kegiatan terjadwal lainnya, berikut kegiatan iringannya termasuk 1-2 minggu kegiatan ujian.
Semester pendek adalah satuan waktu kegiatan yang terdiri atas 8 minggu kuliah dilaksanakan dua kali dalam seminggu. Semester Pendek diselenggarakan setelah berakhirnya semester genap dari suatu tahun akademik.

Pasal 11
Persyaratan Lama Studi Program iLP

Program iLP bersifat fleksibel artinya, mahasiswa dapat belajar sesuai dengan kebutuhan, kemampuan dan kecepatan belajarnya. Hal ini menjadikan iLP dapat diikuti oleh mahasiswa secara fleksibel dalam hal masa studi.

Pasal 12
Kurikulum

iLP dapat diselenggarakan dengan lingkup mata pelajaran atau mata kuliah, program studi, atau satuan pendidikan.
Kurikulum program iLP memiliki beban studi dan ruang lingkup yang sama dengan kurikulum program studi yang diselenggarakan dengan modus tatap muka (onsite class), namun memberikan keluwesan belajar mahasiswa. Hal ini ditunjukkan dengan kesamaan capaian pembelajaran (iLearning outcomes) untuk setiap mata kuliah/mata pelajaran atau program studi.

Profil dan capaian pembelajaran lulusan program iLP adalah sama dengan profil dan capaian pembelajaran lulusan program pendidikan reguler dan iLearning yang sesuai.
Proses pembelajaran iLP dilakukan secara terstruktur dengan memanfaatkan 10 Pillar IT iLearning termasuk layanan akademik yang diberikan dosen.
Evaluasi hasil belajar harus dapat mencerminkan tingkat kemampuan mahasiswa melalui mekanisme ujian secara tatap muka (onsite class) dan offsite class dengan pengawasan langsung. Untuk ujian dilakukan secara bersamaan waktunya dengan ujian program reguler.

Pasal 13
Sistem Perkuliahan

Penyusunan, perencanaan, dan pelaksanaan program pendidikan menggunakan Sistem Kredit Semester (SKS).
Sistem Kredit Semester adalah suatu sistem penyelenggaraan pendidikan dengan menggunakan satuan kredit semester (SKS) untuk menyatakan beban studi mahasiswa, beban kerja dosen, pengalaman belajar, dan beban penyelenggaraan program.

Pasal 14
Satuan Kredit Semester

Satuan kredit semester (SKS) adalah takaran penghargaan terhadap pengalaman belajar yang diperoleh selama satu semester melalui kegiatan terjadwal per minggu sebanyak 1 (satu) jam perkuliahan atau 2 (dua) jam praktikum, atau 4 (empat) jam kerja lapangan, yang masing-masing diiringi oleh sekitar 1-2 jam kegiatan terstruktur dan sekitar 1-2 jam kegiatan mandiri.
Kegiatan terstruktur dilakukan dalam rangka kegiatan kuliah, misal : tugas menyelesaikan soal, membuat makalah, menelusuri pustaka dan lain-lain. Kegiatan mandiri merupakan kegiatan yang harus dilakukan secara mandiri untuk mendalami dan mempersiapkan tugas-tugas akademik, misalnya : membaca buku referensi, mempersiapkan tugas akademik dan lain-lain yang berkaitan dengan tugas akademik.

Kuliah yang dilengkapi dengan praktikum, ketentuannya diatur oleh program studi masing-masing mengacu kepada kurikulum.
Biaya Satuan Kredit Semester (SKS) dibayarkan secara online melalui Rincian Biaya Kuliah (RBK) sesuai dengan batas waktu yang ditetapkan sesuai dengan Kalender Akademik.
Mahasiswa yang terlambat melakukan pembayaran biaya Satuan Kredit Semester (SKS) akan dikenakan sanksi administrasi keterlambatan.

Pasal 15
Proses Pembelajaran

Proses Pembelajaran dalam Program iLP adalah menggunakan 2 (dua) Metode, diantaranya adalah:
Belajar Mandiri: Proses pembelajaran yang diinisiasi oleh mahasiswa dalam periode tertentu. Dosen menyampaikan beragam tugas dan pemicu yang dapat membantu mahasiswa belajar secara mandiri.

Belajar Terbimbing/Terstruktur: Proses pembelajaran yang disediakan oleh Perguruan Tinggi untuk membantu proses belajar mahasiswa dalam bentuk tutorial onsite class dan tutorial elektronik. dengan mengandalkan bimbingan dosen secara langsung maupun virtual, secara residensial maupun non-residensial. Belajar terbimbing dapat diselenggarakan secara residensial maupun non residensial.

Residensial merupakan proses pembelajaran offsite class yang dilaksanakan dengan:

Mempersyaratkan adanya residensial mahasiswa untuk belajar di kampus dalam periode dalam periode tertentu untuk satu program studi atau untuk setiap mata kuliah.

Melaksanakan belajar terbimbing dalam beragam bentuk (tutorial tatap muka langsung, tutorial elektronik, dan lain-lain).
Memberikan pembinaan dan pengembangan karakter serta sosialisasi dengan kehidupan kampus.

Memberikan kesempatan dan untuk memanfaatkan beragam fasilitas praktek/praktikum di kampus atau disediakan tutorial praktikum secara online.

Memberikan kesempatan untuk berdiskusi tentang tugas-tugas dengan kelompok mahasiswa dan dosen.

Pasal 16
Beban Studi

Beban studi program sarjana sekurang-kurangnya 144 (seratus empat puluh empat) sks dan sebanyak-banyaknya 160 (seratus enam puluh) sks. Beban maksimum setiap semester adalah 24 (dua puluh empat).
Beban studi program diploma tiga sekurang-kurangnya 108 (Seratus Delapan) sks dan sebanyak-banyaknya 120 (seratus dua puluh) sks. Beban maksimum setiap semester adalah 24 (dua puluh empat) sks.

Pasal 17
Masa Studi Terpakai

Masa studi terpakai bagi mahasiswa iLP dengan beban belajar sebagai berikut:
Masa studi untuk jenjang pendidikan Strata Satu (S1) ditetapkan maksimum 5 (lima) tahun atau 10 (sepuluh) semester termasuk cuti akademik yang sah.
Masa studi untuk jenjang pendidikan Diploma Tiga ditetapkan maksimum 4 (empat) tahun atau 8 (delapan) semester termasuk cuti akademik yang sah.
Jika lewat dari batas masa studi dan mahasiswa masih berminat melanjutkan studi, maka mahasiswa akan diperlakukan sebagai mahasiswa baru dan wajib melakukan transfer dengan mengikuti ketentuan yang berlaku atau Drop Out.

Pasal 18
Beban Satuan Kredit Semester

Bagi mahasiswa yang karena suatu alasan khusus akan mengambil mata kuliah dengan beban lebih dari 20 (dua puluh) SKS, dimungkinkan untuk diberi kesempatan mengambil mata kuliah dengan beban maksimum 24 (dua puluh empat) SKS. Dalam hal ini diperlukan persetujuan kepala jurusan.
Bagi mahasiswa yang karena prestasi akademiknya akan mengambil mata kuliah dengan beban lebih dari 20 (dua puluh) SKS, maka ketentuan tentang jumlah SKS yang dapat diambil adalah sebagai berikut:
Bila Indeks Prestasi Semester (IPS) terakhir (semester biasa, bukan semester pendek) >= 3,0, dapat diberi kesempatan mengambil mata kuliah dengan beban maksimum 24 (dua puluh empat) SKS.
Pengambilan beban SKS pada ayat (2) butir (a), dilakukan pada masa batal tambah sesuai dengan ketersediaan kelas.

Pasal 19
Pemanfaatan 10 Pillar IT iLearning

Model proses pembelajaran iLP yang mengkombinasikan pembelajaran dengan menggunakan 10 Pillar IT iLearning disebut sebagai model pembelajaran Terpadu (hybrid/blended).
Dalam sistem pendidikan onsite class, pembelajaran onsite class sebagai bentuk belajar terbimbing, sedangkan pemanfaatan 10 Pillar IT iLearning sebagai bentuk belajar mandiri hanya memperkaya dan membantu proses pembelajaran (panah terputus). Sementara itu, dalam sistem iLP pembelajaran offsite class mengandalkan modus utama pemanfaatan 10 Pillar IT iLearning sebagai bentuk belajar mandiri, dan pertemuan onsite class sebagai bentuk belajar terbimbing sebagai pengayaan dan bantuan belajar.

Pasal 20
Pelatihan dan Sertifikasi

Untuk memastikan kesiapan peserta didik dan dosen dalam menjalankan pembelajaran iLP, maka diharuskan mengikuti Pelatihan dan Sertifikasi RiJP, iCP dan iCM.

License to Learn iLearning
Diberikan kepada mahasiswa iLearning yang telah menyelesaikan Training RiJP (Raharja iLearning Junior Professional).
RiJP bertujuan untuk memastikan kesiapan mahasiswa dalam menjalankan pembelajaran iLearning dan iLP.

License to Teach iLearning
Diberikan kepada peserta Dosen iLearning yang telah menyelesaikan training iCP (iLearning Certified Professional).
iCP bertujuan untuk memastikan kesiapan dosen dalam menjalankan pembelajaran iLearning.
iCP adalah syarat untuk mendapatkan iCM.
License to Teach iLearning+
Diberikan kepada Dosen iLearning yang telah menyelesaikan pelatihan /pendidikan iCM (iLearning Certified Master).
iCM bertujuan untuk memastikan kesiapan dosen dalam menjalankan pembelajaran iLP.

Pasal 21
Metode Ujian

Metode ujian Perkuliahan iLP:
Dosen iLearning menyiapkan soal online yang diujikan minimal 25 soal pilihan ganda (multiple choice) serta soal benar atau salah (true/false) minimal 5 soal atau soal essay yang sifatnya opsional.
Soal online yang sudah dimasukkan ke dalam iDu selanjutnya diberikan kepada RPU sebagai arsip.
Dosen melakukan give assignment sebelum ujian dimulai.
Mahasiswa iLP diharuskan membawa perangkat laptop/notebook/mobile yang digunakan untuk ujian dan memastikan baterai yang digunakan cukup untuk mengikuti ujian.
Waktu dan tempat ujian iLP secara fleksibel diatur kemudian.

BAB V PENILAIAN
Pasal 22
Sistem Penilaian

Sistem Penilaian Perkuliahan iLP menggunakan Penilaian Acuan Patokan (PAP) atau ketentuan yang sesuai dan dapat pengesahan akademik.

Pasal 23
Penilaian Hasil Belajar

Penilaian terhadap kegiatan dan kemajuan belajar mahasiswa dilakukan secara berkala dalam bentuk ujian, pelaksanaan tugas, dan pengamatan oleh dosen.
Keberhasilan mahasiswa menempuh suatu mata kuliah ditentukan atas dasar sekurang-kurangnya dua kali penilaian, yaitu Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS)
Mahasiswa yang mendapatkan nilai dibawah C- maka mahasiswa tersebut dinyatakan tidak lulus pada mata kuliah yang dimaksud.
Apabila nilai akhir telah dicantumkan di dalam KHS maka segala bentuk perubahan atau revisi nilai tidak dibenarkan untuk diproses.
Cara Menghitung IPK
Mutu = Angka Mutu * Kredit
IPK =Total Mutu Total Kredit
Grade untuk Perkuliahan iLP adalah dengan Penilaian Acuan Patokan (PAP) menggunakan Grade Map sebagai berikut:

Grade Minimum% Letter%
A+ 95 97.5
A 90 92.5
A- 85 87.5
B+ 80 82.5
B 75 77.5
B- 70 72.5
C+ 65 67.5
C 60 62.5
C- 55 57.5
D+ 50 52.5
D 45 47.5
D- 40 42.5
E 0 20

Penilaian hasil belajar untuk Nilai UTS, Nilai UAS dan Nilai PO menggunakan sistem penilaian 1000 poin yang terdiri dari:

Nilai UTS : 300 poin
Nilai UAS : 400 poin
Nilai TM : 300 poin

Jika nilai yang diperoleh lebih dari 1000 poin karena adanya Special Contribution (opsional) maka dihitung sebagai extra credit.

Skema Pembobotan Setiap Assignment (Tugas Terbimbing)
Skema pembobotan Setiap assignment menggunakan Weight by Percent maksudnya adalah setiap assignment dengan ukuran persen ditentukan dengan nilai akhir, yang diatur di samping nilai max-nya. Kontribusi dari assignment yang tersisa adalah jumlah yang sama dengan persentase yang tersisa.

Contoh: Jika A, B, C dan D memiliki bobot 10%, 20%, -, – setiap assignment, maka Setiap assignment memberikan kontribusi 10%, 20%, 35%, 35% untuk nilai akhir, terlepas dari nilai maksimalnya dari setiap assignment.

Assignment Categories (Kategori Tugas Terbimbing), terdiri dari :
TM Pengayaan, contohnya: TM Sertifikat Keahlian, TM Training IT, TM Debate, TM Diskusi, TM Partisipasi, TM Praktikum, TM Praktek, TM Group Meeting, TM Project, TM Quiz, TM Raharja Career, TM Poster Session.
TM Penelitian, contohnya: TM Hibah, TMJurnal Ilmiah.
TM Tridarma Pengabdian, contohnya: TM operator iDuHelp! dan lain-lain.

Selanjutnya diuraikan ke dalam Assignment Categories:

No Nama Penilaian Objektif Weight (%)
1 PO Pengayaan 10
2 PO Penelitian 15
3 PO Tridarma Pengabdian 5
4 PO UTS 30
5 PO UAS 40
Online Portofolio

Setiap mahasiswa yang lulus mata kuliah dapat dibuktikan melalui Online Portofolio dari setiap assignment (tugas terbimbing) yang telah diselesaikan. Maksudnya assignment tidak dibuktikan dengan printout (tercetak) namun dengan online yang dihimpun di dalam iMe Class.

Pasal 24
Derajat Keberhasilan

Derajat keberhasilan mahasiswa dalam satu semester dinyatakan dengan nilai rata-rata (NR).
Derajat keberhasilan mahasiswa untuk seluruh mata kuliah yang ditempuh dinyatakan dengan Indeks Prestasi (IP)
NR dan IP berkisar antara 0 (nol) sampai dengan 4 (empat).
Dalam menghitung NR dan IP, setiap mata kuliah hanya diperhitungkan satu kali dan digunakan nilai keberhasilannya yang tertinggi.
Perhitungan NR dan IP menggunakan rumus sebagai berikut: Mutu = Angka Mutu * Kredit
IPK = Total Mutu Total Kredit

BAB VI
Semester Pendek iLP

Pasal 25
Apabila diperlukan Perguruan Tinggi Raharja dapat menyelenggarakan semester pendek.
Semester pendek diselenggarakan setelah berakhirnya semester genap dari suatu tahun akademik.

Pasal 26

Tujuan penyelenggaraan semester pendek adalah memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk:
Meningkatkan nilai rata-rata (NR) dan indeks prestasi (IP).
Menyelesaikan studi tepat waktu.
Menyelesaikan studi lebih cepat dari waktu yang telah ditetapkan dalam kurikulum, bagi mereka yang berprestasi.

Pasal 27

Kegiatan belajar mengajar pada semester pendek sama dengan kegiatan belajar mengajar pada semester biasa baik dalam jumlah tatap muka kuliah/responsi maupun dalam pelaksanaan asistensi, tugas, kuis, dan lain-lain.
Karena waktu pelaksanaan yang lebih pendek maka kegiatan belajar mengajar yang pada semester biasa dilaksanakan satu kali seminggu, pada semester pendek dapat dilaksanakan dua kali seminggu.

Pasal 28

Tidak semua mata kuliah pada semester biasa diselenggarakan pada semester pendek.
Mata kuliah dan jumlah kelas yang akan diselenggarakan pada semester pendek ditetapkan oleh program studi dengan persetujuan Direktur Perguruan Tinggi Raharja.
Apabila jumlah calon peserta suatu mata kuliah kurang dari kapasitas kelas minimum yang sudah ditetapkan, maka kriteria untuk menentukan kelas tersebut dibuka atau ditutup ditetapkan oleh program studi.

Pasal 29

Mahasiswa yang dapat mengikuti semester pendek adalah mahasiswa yang terdaftar sebagai mahasiswa aktif pada semester ganjil dan atau semester genap pada tahun akademik dimana semester pendek diselenggarakan.
Biaya pendaftaran dan biaya kuliah semester pendek ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Direktur.

Pasal 30
Untuk iLP, tidak ada persyaratan mengenai jumlah minimum peserta perkelas dan uang kuliah pada semester pendek ditetapkan tersendiri.

BAB VII
KKP, TA dan SKRIPSI

Pasal 31
Kuliah Kerja Praktek (KKP)

Setiap mahasiswa diwajibkan mengikuti kegiatan dan membuat laporan tertulis Kuliah Kerja Praktek (KKP) sebagai persyaratan mengambil Tugas Akhir atau Skripsi.
Ketentuan mengikuti Kuliah Kerja Praktek (KKP):
Telah lulus minimum 70 sks untuk Diploma Tiga (D3) dan lulus minimum 100 sks untuk jenjang Strata Satu (S1).
Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) terakhir >= 2,10.
Telah ambil mata kuliah: Analisa Sistem Informasi dan IT Research.
Telah menyelesaikan administrasi keuangan yang berlaku.
Kerja praktek dapat dilaksanakan pada perusahaan yang dianjurkan/diinginkan/dipilih.
Dibimbing oleh satu orang dosen pembimbing dari Institusi dan pembimbing lapangan dari perusahaan/instansi/lembaga.
Kegiatan kerja praktek diatur dalam Pedoman Kuliah Kerja Praktek (KKP) tersendiri yang ditetapkan oleh Direktur.

Pasal 32
Tugas Akhir (TA) dan Skripsi

Setiap mahasiswa diwajibkan membuat laporan Tugas Akhir untuk jenjang Diploma Tiga (D3) dan laporan Skripsi untuk jenjang Strata Satu (S1) sebagai persyaratan kelulusan.
Ketentuan mengikuti Tugas Akhir atau Skripsi:
Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) terakhir >= 2,10.
Telah selesai (lulus) semua mata kuliah sesuai dengan kurikulum pada jurusan (program studi) dan konsentrasi masing-masing.
Memiliki 7 (tujuh) sertifikat yang berkaitan dengan kegiatan keilmuan di bidang ilmu yang berkaitan dengan IT/komputer.
Melakukan validasi mata kuliah kepada Kepala Jurusan masing- masing, paling lambat 2 minggu sebelum perkuliahan dimulai.
Telah menyelesaikan administrasi keuangan yang meliputi Biaya Pokok Perkuliahan (BPP), biaya Satuan Kredit Semester (SKS) dan biaya Bimbingan
Apabila dalam proses validasi persyaratan belum terpenuhi maka mahasiswa tersebut dinyatakan tidak layak mengikuti Tugas Akhir atau Skripsi.
Kegiatan Tugas Akhir dan Skripsi diatur dalam Buku Panduan TA/Skripsi yang ditetapkan oleh Direktur atau pejabat yang ditunjuk manajemen.

BAB VIII
YUDISIUM DAN KELULUSAN

Pasal 33
Yudisium Kelulusan

Setiap lulusan pendidikan program diploma maupun sarjana diberi yudisium kelulusan yang didasarkan pada suatu penilaian akhir yang mencerminkan kinerja akademik yang bersangkutan selama menjalani pendidikan di Perguruan Tinggi Raharja.
Yudisium kelulusan diberikan dalam tiga jenjang, yaitu : jenjang tertinggi dengan predikat “dengan pujian” (cumlaude), jenjang menengah dengan predikat “sangat memuaskan”, jenjang dibawahnya dengan predikat “memuaskan”
Lulus jurusan Pada Program Diploma III :
Telah lulus ujian sidang Tugas Akhir.
Telah menyelesaikan semua mata kuliah MPK, MKK, MKB, MPB dan MBB berdasarkan kurikulum operasional pada masing-masing jurusan.
Semua mata kuliah mempunyai nilai minimal C- ( tidak boleh ada nilai D atau E)
Menyelesaikan jumlah sks minimal 108 (termasuk Tugas Akhir) berdasarkan kurikulum operasional pada jurusan masing-masing.
Mempunyai IPK minimal 2,0.
Telah menyelesaikan semua kewajiban administrasi/keuangan.
Lulus Jurusan Dan Konsentrasi Pada Program Diploma III :
Telah lulus ujian sidang Tugas Akhir.
Telah menyelesaikan semua mata kuliah MPK, MKK, MKB, MPB dan MBB berdasarkan kurikulum operasional pada masing-masing jurusan.
Semua mata kuliah mempunyai nilai minimal C- (tidak boleh ada nilai D atau E)
Menyelesaikan semua jumlah sks berdasarkan kurikulum operasional pada jurusan dan konsentrasi masing-masing.
Mempunyai IPK minimal 2,0.
Telah menyelesaikan semua kewajiban administrasi/keuangan.
Lulus Jurusan Pada Program Strata Satu :
Telah lulus ujian sidang Skripsi.
Telah menyelesaikan semua mata kuliah MPK, MKK, MKB, MPB dan MBB berdasarkan kurikulum operasional pada masing-masing jurusan.
Semua mata kuliah mempunyai nilai minimal C- ( tidak boleh ada nilai D)
Menyelesaikan jumlah sks minimal 144 (termasuk Skripsi) berdasarkan kurikulum operasional pada jurusan masing-masing.
Mempunyai IPK minimal 2,0.
Telah menyelesaikan semua kewajiban administrasi/ keuangan.
Lulus Jurusan Dan Konsentrasi Pada Program Strata Satu :
Telah lulus ujian sidang Skripsi.
Telah menyelesaikan semua mata kuliah MPK, MKK, MKB, MPB dan MBB berdasarkan kurikulum operasional pada masing-masing jurusan.Semua mata kuliah mempunyai nilai minimal C- (tidak boleh ada nilai D) atau lulus semua mata kuliah pada kurikulum MPK, MKK, MKB,MPB dan MBB.
Menyelesaikan semua jumlah sks berdasarkan kurikulum operasional pada jurusan dan konsentrasi masing-masing
Mempunyai IPK minimal 2,0
Telah menyelesaikan semua kewajiban administrasi/keuangan.
Apabila ada perubahan dalam pasal ini mengacu pada surat keputusan Direktur yang terakhir.

Pasal 34
Ketentuan Pemberian Yudisium

Pemberian yudisium kelulusan mengikuti ketentuan sebagai berikut :
Yudisium dengan pujian (cumlaude), diberikan kepada lulusan yang memenuhi persyaratan berikut :
Menunjukkan penghayatan yang baik tentang hakekat dan norma- norma masyarakat yang mempunyai nilai akademik.
Menunjukkan derajat kemandirian akademik yang tinggi.
Memiliki IP antara 3,51 (tiga koma limapuluh satu) sampai dengan 4,00 (empat koma nol nol).
Menyelesaikan studinya maksimum dalam waktu (n + 1) tahun, dimana n = waktu studi menurut kurikulum program studi.
Yudisium sangat memuaskan diberikan kepada lulusan yang memenuhi persyaratan berikut:
Menunjukkan penghayatan yang baik tentang hakekat dan norma- norma masyarakat akademik.
Menunjukkan derajat kemandirian akademik yang tinggi.
Memiliki IP antara 2,76 (dua koma tujuh puluh enam) sampai dengan 3,50 (tiga koma lima puluh) dan menyelesaikan studinya maksimum dalam waktu (n + 2) tahun atau
Memiliki IP antara 3,51 (tiga koma lima puluh satu) sampai dengan 4,00 (empat koma nol nol) dan menyelesaikan studinya dalam waktu sama dengan atau lebih besar dengan (n + 1) tahun.
3. Yudisium memuaskan diberikan kepada lulusan yang memenuhi persyaratan berikut:
Menunjukkan penghayatan yang baik tentang hakekat dan norma- norma masyarakat akademik.
Menunjukkan derajat kemandirian akademik yang cukup.
Memiliki IP antara 2,00 (dua koma nol nol) sampai dengan 2,75 (dua koma tujuh puluh lima) atau
Memiliki IP antara 2,76 (dua koma tujuh puluh enam) sampai dengan 3,50 (tiga koma lima puluh) dan menyelesaikan studinya dalam waktu lebih besar dari (n + 1) tahun.

Pasal 35
Kewenangan Menetapkan Yudisium Kelulusan

Kewenangan menetapkan yudisium kelulusan mengikuti ketentuan sebagai berikut :

Yudisium “dengan pujian” (cumlaude) ditetapkan pada tingkat institusi oleh Direktur di forum rapat pimpinan dan atau rapat senat akademik perguruan tinggi.
Yudisium “sangat memuaskan” ditetapkan pada tingkat Jurusan oleh Pembantu Ketua/Pembantu Direktur I bersama para Kepala Jurusan masing-masing dalam satu jenjang.
Yudisium “memuaskan” ditetapkan pada tingkat program studi oleh Kepala Jurusan.

Pasal 36
Konsentrasi Unggulan

Konsentrasi Unggulan adalah Program Studi yang memiliki keunggulan kompetensi atau keahlian spesifik (khusus), diantaranya adalah:
Sistem Informasi dengan keahlian spesifik BI (Business Intelligence).
Teknik Informatika dengan keahlian spesifik MAVIB (Multimedia Audio Visual and Broadcasting).
Sistem Komputer dengan keahlian spesifik CCIT (Creative Communication and Innovative Technology)
Manajemen Informatika dengan keahlian WGD (Web Graphic Design).
Teknik Informatika dengan keahlian spesifik Artificial Informatics.
Komputerisasi Akuntansi dengan keahlian spesifik WBAS (Web Based Accounting System)
Persyaratan bagi peserta didik lulus dengan konsentrasi unggulan adalah telah menyelesaikan seluruh mata kuliah yang ada dalam kurikulum termasuk mata kuliah penunjang konsentrasi unggulan selanjutnya akan mendapat sertifikasi internasional. Jika mahasiswa tidak lulus mata kuliah penunjang konsentrasi unggulan yang ada di dalam kurikulumnya maka peserta didik lulus program studi namun tanpa konsentrasi unggulan.

Pasal 37
Ijazah

Sebagai tanda bukti telah lulus/menyelesaikan pendidikan program diploma dan sarjana, mahasiswa akan diberi ijazah atau surat tanda lulus selambatnya 30 hari setelah pelaksanaan wisuda.
Ijazah/surat tanda lulus diploma, sarjana dan ijasah pasca sarjana hanya dibuat satu kali.
Ijazah/surat tanda lulus sarjana yang hilang akan diganti dengan surat keterangan.

Pasal 38
Gelar
Gelar akademik dan singkatannya dicantumkan pada ijazah/surat tanda lulus.
Penggunaan gelar akademik ditempatkan di belakang nama yang bersangkutan.

BAB IX
KEHILANGAN
Pasal 39
Ijazah

Alumni yang mengaku kehilangan ijazah dapat mengajukan permohonan pembuatan surat keterangan sebagai pengganti ijazah yang hilang kepada Direktur dengan melampirkan surat keterangan kehilangan dari kepolisian.
Direktur akan menerbitkan surat keterangan tersebut setelah meneliti bahwa alumni yang bersangkutan benar-benar lulusan Perguruan Tinggi Raharja.
Surat keterangan sebagai pengganti ijazah yang hilang ditandatangani oleh Direktur atau Ketua sesuai dengan jenjang studinya masing-masing.
Biaya administrasi pembuatan surat keterangan pengganti ijazah yang hilang ditetapkan berdasarkan keputusan Direktur.

Pasal 40

Hal-hal yang belum tercantum dalam ketentuan Panduan Pelaksanaan iLP ini akan diatur kemudian dengan keputusan Direktur Perguruan Tinggi Raharja.

Your email address (adi.lestarianto@raharja.info) was recorded when you submitted this form.
 

Dengan ini saya menyatakan bahwa saya telah membaca semua pernyataan diatas dan setuju dengan pernyataan diatas

*

 

NIM

*
1722499859

 

Nama

*
Adi Lestarianto Wibowo

 

Kode Kelas

*

UM110Z

 

Kode Kelas
*Isikan kode kelas yang dimaksud bila tidak ada dalam list*

 

 

Create your own Google Form